Benarkah Hanya Vaksin Satu-satunya Solusi untuk Akhiri Pandemi Corona?


Senin, 15 Juni 2020 - 08:10:06 WIB
Benarkah Hanya Vaksin Satu-satunya Solusi untuk Akhiri Pandemi Corona? Ilustrasi vaksin

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Dunia kini tengah berjuang melawan pandemi Corona. Para ilmuwan dan peneliti mencoba cara terbaik untuk mengembangkan vaksin yang efektif dengan beberapa tahap uji coba.

Namun yang masih menjadi pertanyaan hingga kini adalah apakah vaksin menjadi satu-satunya solusi untuk mengakhiri pandemi Corona? Apakah jika vaksin sudah tersedia, dapat dengan cepat mengatasi pandemi Corona?

Mengutip Medical Daily, saat ini 159 kandidat vaksin Corona tengah melakukan uji coba. Tren menunjukkan vaksin dilihat sebagai salah satu cara terbaik untuk mengatasi virus Corona.

Tentu saja, vaksinasi adalah cara yang hemat biaya untuk mencegah penyakit menular. Namun, dibutuhkan sekitar 5 hingga 10 tahun untuk dapat melewati berbagai tahap pengembangan klinis sampai akhirnya disetujui dan digunakan.

"Kita perlu menyadari bahwa pada saat vaksin tersedia, mungkin beban pandemi akan berkurang dan sebagian besar populasi akan mengembangkan kekebalan kawanan melalui infeksi subklinis atau klinis," kata ilmuwan India dari Rumah Sakit Appolo, menulis dalam sebuah artikel untuk The Quint. (*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 03 Juli 2020 - 11:46:51 WIB

    Benarkah Anak-Anak Lebih Kuat Hadapi Serangan Virus Corona COVID-19?

    Benarkah Anak-Anak Lebih Kuat Hadapi Serangan Virus Corona COVID-19? HARIANHALUAN.COM - Laporan DW Indonesia yang dikutip Jumat (3/7/2020) menyebut, dalam pandemi Corona jenis baru yang terjadi di Jerman misalnya, statistik menunjukkan, dari sekitar 9.000 kasus meninggal sejak pecahnya wabah, .
  • Ahad, 28 Juni 2020 - 19:28:55 WIB

    Sayur Bayam Bisa Sebabkan Asam Urat, Benarkah?

    Sayur Bayam Bisa Sebabkan Asam Urat, Benarkah? HARIANHALUAN.COM – Sayur bayam termasuk bahan makanan yang mengandung zat besi tinggi. Melansir Health Line, sekitar 3,5 ons (100 gram) bayam mentah bisa mengandung 2,7 mg zat besi, yang merupakan 15 persen kebutuhan zat .
  • Sabtu, 27 Juni 2020 - 09:33:31 WIB

    Makin Banyak Pria 'Tak Perkasa' Gara-gara Wabah Corona, Benarkah?

    Makin Banyak Pria 'Tak Perkasa' Gara-gara Wabah Corona, Benarkah? HARIANHALUAN.COM - Pandemi virus Corona COVID-19 memberikan dampak yang sangat luas, baik langsung maupun tidak langsung. Pemberlakuan lockdown dan berbagai pembatasan lain di berbagai belahan dunia juga berdampak pada kehidu.
  • Sabtu, 27 Juni 2020 - 07:42:58 WIB

    Gula Kelapa Lebih Sehat daripada Gula Pasir, Benarkah?

    Gula Kelapa Lebih Sehat daripada Gula Pasir, Benarkah? HARIANHALUAN.COM - Gula, meskipun rasanya enak, namun tidak baik untuk kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Meski begitu, ada alternatif yang lebih baik untuk memberi rasa manis pada makanan dan minuman..
  • Senin, 22 Juni 2020 - 07:40:04 WIB

    Benarkah Rutin Minum Teh Bikin Panjang Umur? Ini Kata Peneliti

    Benarkah Rutin Minum Teh Bikin Panjang Umur? Ini Kata Peneliti HARIANHALUAN.COM - Teh dikenal sebagai minuman yang kaya manfaat kesehatan. Sebuah studi mengungkapkan, dengan rutin mengkonsumsi teh dapat membuat hidup lebih lama atau panjang umur. Apa benar?..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]