Putin Klaim Rusia Lebih Sukses Tangani Virus Corona daripada AS


Senin, 15 Juni 2020 - 09:13:42 WIB
Putin Klaim Rusia Lebih Sukses Tangani Virus Corona daripada AS Presiden Rusia, Vladimir Putin

MOSKOW, HARIANHALUAN.COM - Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengklaim bahwa negaranya lebih sukses dalam menangani virus Corona (COVID-19) daripada Amerika Serikat (AS). Putin pun mengkritik kurangnya kepemimpinan yang kuat di AS saat menghadapi situasi pandemi Corona yang merajalela.

Seperti dilansir AFP, Senin (15/6/2020), klaim itu disampaikan Putin dalam wawancara dengan televisi nasional Rusia pada Minggu (14/6) waktu setempat. Dalam pernyataannya, Putin membandingkan situasi pandemi di Rusia dan AS.

"Kita keluar dari situasi virus Corona secara stabil dengan kehilangan (nyawa) yang minimal, Tuhan mengizinkan, di Amerika, itu tidak terjadi seperti itu," ucap Putin dalam wawancara tersebut.

Pada Minggu (14/6) waktu setempat, otoritas Rusia melaporkan 8.835 kasus baru, sehingga total kasus virus Corona di negara ini mencapai 528.964 kasus sejauh ini. Angka ini tercatat sebagai total kasus Corona terbanyak ketiga di dunia, setelah AS dengan lebih dari 2 juta kasus dan Brasil dengan lebih dari 867 ribu kasus.

Beberapa wilayah di Rusia mulai mencabut pembatasan lockdown (penguncian) secara bertahap. Ibu kota Moskow telah membuka kembali pertokoan non-esensial dan salon-salon setempat.

Dalam wawancara itu, Putin juga menyebut bahwa pandemi Corona telah mengekspos 'krisis internal yang mendalam' di AS. Dia secara khusus mengkritik kurangnya kepemimpinan yang kuat dalam menghadapi situasi pandemi Corona.

"Presiden (AS) mengatakan kita perlu melakukan ini dan itu, tapi gubernur di beberapa wilayah memberitahunya harus bertindak apa," ujarnya. "Saya pikir persoalannya adalah kepentingan kelompok, kepentingan partai ditempatkan lebih tinggi dari kepentingan seluruh masyarakat dan kepentingan rakyat," ujar Putin mengkritik AS.

Di Rusia, sebut Putin, pemerintah pusat dan regional bekerja 'sebagai satu tim' dan tidak melenceng dari kebijakan resmi. "Saya meragukan ada orang di pemerintahan (pusat) atau di daerah yang akan mengatakan 'kita tidak akan melakukan apa yang dikatakan pemerintah, apa yang dikatakan presiden, kita pikir ini salah'," tegas Putin soal strategi Rusia dalam menghadapi pandemi Corona.

Sejauh ini, Rusia melaporkan 6.948 kematian akibat Corona. Angka itu jauh lebih sedikit dari total kematian di AS yang sejauh ini dilaporkan mencapai 115.436 orang. Namun, para pengkritik meragukan total kematian di Rusia yang dianggap terlalu rendah jika dibandingkan banyaknya kasus.

Rusia kini mulai memberikan informasi lebih lengkap soal kematian-kematian akibat Corona, termasuk kasus-kasus di mana virus Corona tampak menjadi penyebab kematian namun tidak terdeteksi oleh tes, juga kasus di mana virus Corona terkonfirmasi namun tidak dianggap sebagai penyebab utama kematian.

Dengan metode baru ini, pada Sabtu (13/6) waktu setempat, otoritas Rusia merilis angka resmi total kematian sepanjang April yakni 2.712 orang. Angka itu dua kali lipat lebih banyak dari data yang dilaporkan sebelumnya, yang mencapai 1.152 orang. Data baru ini menunjukkan bahwa angka kematian akibat virus Corona di Rusia mencapai 2,6 persen. Namun para pejabat Rusia menyebut angka kematian untuk Mei dan awal Juni diperkirakan jauh lebih tinggi. (*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]