2 Kapal China Serang Vietnam di Laut China Selatan


Senin, 15 Juni 2020 - 12:41:20 WIB
2 Kapal China Serang Vietnam di Laut China Selatan Perairan laut china selatan AP/Rick Cruz

HARIANHALUAN.COM - China kembali bermanuver di Laut China Selatan. Kementerian Luar Negeri Vietnam menyatakan dua kapal milik Negeri Tirai Bambu menyerang dan menyita hasil tangkapan serta peralatannya kapal nelayan Vietnam di wilayah tersebut.

Sebagaimana dilaporkan oleh NHK World, insiden itu terjadi di dekat Kepulauan Paracel pada Rabu (10/6/2020) lalu. Namun pihak kementerian baru mengumumkan pada Minggu (14/6/2020).

China mengklaim hampir semua wilayah Laut China Selatan, termasuk Kepulauan Paracel. Namun tak hanya China, pihak lain, seperti Vietnam juga menegaskan kedaulatan atas pulau-pulau tersebut.

Kementerian mengatakan Vietnam telah meminta China untuk menyelidiki masalah ini. Karena kemungkinan kapal itu bisa tenggelam.

Pada bulan April, Vietnam sempat memprotes China atas insiden lain. Sebuah kapal nelayan Vietnam ditabrak dan ditenggelamkan oleh kapal pengintai maritim China di dekat Kepulauan Paracel.

Vietnam juga mengeluarkan pernyataan akhir bulan lalu, yang isinya memprotes pengumuman China bahwa mereka telah mendirikan dua distrik administratif baru di Laut Cina Selatan.

Diketahui jika China mendirikan distrik di masing-masing Kepulauan Paracel dan Kepulauan Spratly. Lagi-lagi tak hanya China, Vietnam dan pihak lainnya juga mengklaim Kepulauan Spratly.

Para pengamat menyatakan kekhawatiran karena China mulai meningkatkan kegiatannya di Laut Cina Selatan. Ini terjadi di saat negara-negara lain sibuk berurusan dengan wabah virus corona (COVID-19) di daratan.

Namun tidak hanya insiden tersebut yang terjadi di wilayah yang disengketakan tersebut. Baru-baru ini, Angkatan Udara Amerika Serikat menerbangkan pesawat pembom B-1B dan drone mata-mata Global Hawk di atas Laut Cina Selatan.

Menurut laporan Angkatan Udara yang dimuat Fox News pada Rabu (10/6/2020), ini dilakukan sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk mempertahankan misi pengawasan dan pencegahan di wilayah ini.

Pesawat pembom B-1B dan Global Hawk terbang dari Guam untuk mendukung Komando Indo-Pasifik dan secara khusus melakukan misi di Laut Cina Selatan. (*)

 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 09 Juli 2020 - 12:59:51 WIB

    Sebelum Tewas, George Floyd Ternyata 20 Kali Bilang 'Tak Bisa Bernapas'

    Sebelum Tewas, George Floyd Ternyata 20 Kali Bilang 'Tak Bisa Bernapas' HARIANHALUAN.COM - Mendiang George Floyd mengatakan dirinya tidak bisa bernapas sebanyak lebih dari 20 kali saat lehernya ditekan lutut polisi Minneapolis di Amerika Serikat (AS). Floyd juga menyebut polisi akan 'membunuh' di.
  • Rabu, 08 Juli 2020 - 10:31:47 WIB

    Korban Meninggal Covid-19 di Arab Saudi Lampaui Angka 2 Ribu, Total Kasus Positif 217.108

    Korban Meninggal Covid-19 di Arab Saudi Lampaui Angka 2 Ribu, Total Kasus Positif 217.108 HARIANHALUAN.COM - Arab Saudi melaporkan 3.392 kasus baru virus Cocid-19 dalam 24 jam terakhir. Kementerian Kesehatan mengumumkan total kasus yang dikonfirmasi di Kerajaan menjadi 217.108 orang pada Selasa (7/7) kemarin..
  • Senin, 06 Juli 2020 - 13:43:39 WIB

    Sedih, Jamaah Haji 2020 Dilarang Sentuh Kakbah

    Sedih, Jamaah Haji 2020 Dilarang Sentuh Kakbah HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk membatasi pelaksanaan Haji 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona. Melalui Pusat Pencegahan Penyebaran Penyakit (CDC), Pemerintah Arab Saudi merilis aturan Haji 2.
  • Ahad, 05 Juli 2020 - 17:04:58 WIB

    532 Ribu Orang Tewas akibat Covid-19, AS Terbanyak

    532 Ribu Orang Tewas akibat Covid-19, AS Terbanyak HARIANHALUAN.COM - Jumlah korban tewas akibat pandemi Covid-19 di Meksiko menembus 30.366 jiwa per Sabtu (4/7/2020) waktu setempat. Seperti dilaporkan AFP, jumlah kematian di negara itu sudah melewati Prancis dan berada di .
  • Jumat, 03 Juli 2020 - 10:32:04 WIB

    Ngeri, 275 Gajah Botswana Mati Misterius

    Ngeri, 275 Gajah Botswana Mati Misterius HARIANHALUAN.COM - Botswana sedang menyelidiki kematian misterius 275 gajah dalam beberapa pekan terakhir. Perburuan telah dikesampingkan sebagai penyebab karena bangkai yang ditemukan dalam kondisi utuh..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]