3 Kelas BPJS Kesehatan Bakal Dihapus, Ini Alasannya


Senin, 15 Juni 2020 - 14:50:40 WIB
3 Kelas BPJS Kesehatan Bakal Dihapus, Ini Alasannya Infografis/Maaf, Ternyata Penghapusan Kelas Peserta BPJS Masih Lama/Arie Pratama

HARIANHALUAN.COM - Pemerintah berencana untuk menerapkan kelas standar pada sistem pelayanan dan fasilitas BPJS Kesehatan. Hal ini beberapa waktu lalu telah dibahas oleh Pemerintah bersama Anggota Komisi IX DPR.

Rapat kerja pemerintah bersama DPR berlangsung pada Kamis (11/6/2020). Di antaranya turut hadir Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri kesehatan Terawan Agus Putranto dan Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Tubagus Achmad Choesni.

Seperti diketahui, sesuai dengan UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), tentang pelayanan di rumah sakit diberikan berdasarkan kelas standar sudah tertuang di dalam Pasal 23 ayat (4).

Artinya, tidak ada lagi peng-kelasan layanan seperti saat ini yang terdiri dari kelas I, kelas II, dan kelas III.

Adapun perbedaan masing-masing 3 kelas di BPJS Kesehatan diatur dalam Peraturan BPJS Kesehatan No 1 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan. Perbedaan fasilitas sesuai dengan kelas juga diatur dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020 adalah tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Anggota Komisi XI DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, sesuai usulan, Komisi IX DPR mengharapkan kelas standar itu bisa dilakukan dengan iurannya setara dengan kelas III, bukan pelayanan rumah sakit setara kelas III.

"Pembiayaannya dibuat tidak dengan biaya kelas I dan kelas II. Pembiayaan [kelas standar] dibuat seperti kelas III. Di kelas III itu kita berharap ada peningkatan paket kelas III untuk pelayanannya diperbaiki, diperbagus, dan sebagainya," jelas Daulay saat rapat kerja di ruang rapat Komisi IX DPR, dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (15/6/2020).

Pada kesempatan yang sama, Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan bahwa kemungkinan kelas standar akan dimulai dengan bertahap dan dengan dua pilihan. Kelas standar dengan setara kelas II dan setara kelas III.

"Kita akan terus memperbanyak kelas III, tapi sebelum itu kita masih ada opsi untuk ada kelas II. Nanti setelah ini seperti catatan bapak [Saleh Daulay] nanti kita akan menindaklanjuti supaya rumah sakit menambah tempat tidur kelas III," jelas Muhadjir.

Menurut Muhadjir harus diperjelas batasan dan keharusan dalam kaitan perawatan dan kebutuhan yang bisa di-cover JKN, lalu harus ada pendefinisian kebutuhan dasar kesehatan (KDK) terkait kecukupan dan kapasitas pendanaan.

Senada, Ketua DJSN Tubagus Achmad Choesni mengatakan penerapan kelas standar atau penghapusan kelas seharusnya dilakukan secara gradual dan paling lambat dilakukan pada 2022.

"Kelas standar akan melaksanakan gradual dan di 2022 secara lengkap akan dilakukan. Pertama kali yang saat ini sedang kelas standar ada dua kelas untuk PBI [Penerima Bantuan Iuran] dan kelas untuk non PBI," kata Tubagus.

Kata Tubagus memang kala itu dikhawatirkan ada kebutuhan pelayanan kelas III yang lebih banyak, dan pihaknya bersama otoritas terkait, masih melihat apakah seluruh rumah sakit sudah siap apabila ada kenaikan pelayanan kelas III.

Sementara, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang turut hadir dalam rapat tersebut menyatakan bahwa pihaknya berharap kelas standar bisa diwujudkan pada akhir kuartal II tahun ini, atau akhir Juni 2020.

Untuk melaksanakan kelas standar itu itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kata Terawan telah memiliki sejumlah pedoman yang berlandaskan naskah akademik.

"Harapannya pada akhir kuartal II ini sudah bisa diwujudkan. Kemenkes telah menyelesaikan draft Paket Manfaat sesuai KDK dengan mengacu kepada Kajian Akademik KDK Program JKN," ujar Terawan. (*)

 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 04 Juli 2020 - 16:35:13 WIB

    Data Corona Indonesia 4 Juli: 62.142 Positif, 3.089 Meninggal

    Data Corona Indonesia 4 Juli: 62.142 Positif, 3.089 Meninggal HARIANHALUAN.COM - Kasus positif virus Corona atau Covid-19, hingga Sabtu, 4 Juli 2020 pukul 12.00 WIB mengalami penambahan 1.447 kasus baru. Peningkatan juga terjadi untuk angka kesembuhan maupun kematian..
  • Jumat, 03 Juli 2020 - 10:28:00 WIB

    Grab Didenda KPPU Rp 30 Miliar karena Persaingan Tak Sehat

    Grab Didenda KPPU Rp 30 Miliar karena Persaingan Tak Sehat HARIANHALUAN.COM - Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan sanksi kepada PT Solusi Transportasi Indonesia (GRAB) dan PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI). Grab terkena denda Rp 30 miliar dan TPI sebesar 19 .
  • Kamis, 02 Juli 2020 - 21:19:12 WIB

    13 Juta Milenial Masuk Daftar Haji Muda

    13 Juta Milenial Masuk Daftar Haji Muda HARIANHALUAN.COM - Direktur Ritel Bank Muamalat, Purnomo B Sutadi mencatat ada 13 juta generasi milenial yang berpotensi memanfaatkan gerakan Mari Tunaikan Haji Selagi Muda (MINA) atau yang disebut sebagai haji muda..
  • Rabu, 01 Juli 2020 - 20:59:22 WIB

    Malaysia Cuma Temukan 1 Kasus Positif Covid-19, RI Ada 1.385

    Malaysia Cuma Temukan 1 Kasus Positif Covid-19, RI Ada 1.385 HARIANHALUAN.COM - Hari ini, Rabu (1/7/2020) Malaysia mencatatkan angka cukup melegakan dalam kasus baru positif Covid-19. Malaysia mencatatkan hanya 1 kasus yang merupakan angka harian terendah sejak gelombang kedua pandemi .
  • Rabu, 01 Juli 2020 - 20:29:53 WIB

    3 Fakta Iuran BPJS yang Naik Lagi Hari Ini

    3 Fakta Iuran BPJS yang Naik Lagi Hari Ini HARIANHALUAN.COM - Iuran BPJS Kesehatan kembali dinaikkan lagi. Dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020, iuran dinaikkan kembali per hari ini. Kenaikan iuran ini tercatat menjadi yang kedua kali selama setahun. Kenaikan sebelumnya .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]