Dugaan Ujaran Kebencian, LKAAM Sumbar akan Panggil Ade Armando


Senin, 15 Juni 2020 - 16:12:47 WIB
Dugaan Ujaran Kebencian, LKAAM Sumbar akan Panggil Ade Armando Kantor LKAAM Sumbar.

HARIANHALUAN.COM - Kontroversi Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando yang dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian dan berita bohong terhadap komentarnya pada kebijakan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang meminta agar aplikasi Injil berbahasa Minang dihapus dari Play Store Google.

Ade Armando memberikan pernyataannya terkait pelaporan tersebut. Menurutnya, tindakan IP untuk memblokir aplikasi tersebut dinilai terlalu kekanak-kanakan dan menunjukan keterbelakangan pemikiran.

Menanggapi hal tersebut Ketua LKAAM Sumbar, Sayuti Dt Rajo Pangulu dalam waktu dekat akan memanggil Ade untuk dimintai keteranganya mengenai hal tersebut.

"Akan kita panggil dalam waktu dekat kita mintai keterangan," katanya, Senin (15/6/2020).

Beberapa hari yang lalu, masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) khususnya Minangkabau dibuar resah karena adanya aplikasi kitab Injil berbahasa Minang. Menanggapi keresahan masyarakat Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno meminta Menkominfo agar dapat memblokir aplikasi tersebut.

Surat dengan Nomor 555/327/Diskominfo/2020 tertanggal 28 Mei 2020 tersebut berisi tentang permintaan penghapusan Aplikasi Kitab Suci Injil Minangkabau. Kemudian, Dosen Universitas Indonesia Ade Armando yang dilaporkan oleh tokoh adat yang tergabung dalam Badan Koordinasi Kerapatan Adat Nagari Sumatera Barat ke Polda Sumatera Barat.

Ia menuturkan dalam wawancaranya di chanel Youtube Total Politik bahwa pernyataan Irwan yang mengatakan bahwa masyarakat Minang resah terhadap aplikasi Injil berbahasa Minang tersebut menggambarkan ketidak dewasaan pemikiran. Ade berkomentar kenapa masyarakat Minangkabau harus resah ketika suatu kitab suci yang berisi kebaikan dan hal-hal mulia diterjemahkan ke dalam bahasa Minangkabau.

"Bagi saya di mana letak meresahkannya sebab ini mencerminkan ketidakdewasaan berpikir orang-orang Minang yang beliau sebut. Kenapa harus marah ketika Injil sebuah kitab suci bagi Kristen yang semata-mata berisi kebaikan dan mulia ? Jadi itu tidak bisa dikatakan sesuatu yang kotor dan harus dihindari tapi itu justru sesuatu yang suci setidaknya bagi orang-orang Kristen," lanjutnya lagi.

"Ketika diterjemahkan ke bahasa Minang ini ada persoalan apa ? Kemudian di mana letak bertentangannya ? Oh akar budaya Minang itu Islam. Islam setahu saya sangat menghormati toleransi, sebenarnya kalau mau dilacak akar budaya Minang itu apa sih?" ujarnya.

Dosen Universitas Indonesia tersebut menyatakan masyarakat Minangkabau terkadang lupa bahwa akar budaya Minang bukan Islam. Ia menerangkan, Kerajaan Pagaruyung dulunya adalah peradaban Budha hingga akhirnya menjadi Islam.

"Kalau memang masyarakat Minang resah itu menunjulan keterbelakangan pemikiran," tutupnya. (*)

Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]