KPU Bukittinggi Efisiensi Anggaran Pilkada Rp1,3 Miliar


Senin, 15 Juni 2020 - 19:33:08 WIB
KPU Bukittinggi Efisiensi Anggaran Pilkada Rp1,3 Miliar Ketua KPU Bukittinggi Heldo Aura, memberikan keterangan terkait efisiensi anggaran Pilkada Bukittinggi

HARIANHALUAN.COM - Komisi pemilihan Umum (KPU) Kota Bukittinggi, melakukan efisiensi anggaran penyelanggaran  pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Bukittinggi 2020,  sebesar Rp1,3 miliar untuk protokol kesehatan Covid-19. Efesiensi tersebut di dapat setelah dilakukan  restrukturisasi anggaran Pilkada Bukittinggi.

Ketua KPU Bukittinggi Heldo Aura mengatakan, untuk penyelenggaraan Pilkada serentak 2020, KPU Kota Bukittinggi mendapatkan dana hibah dari pemerintah setempat sebasar Rp12, 8 Miliar. Namun akibat pendemi Covid-19, anggaran hibah tersebut dilakukan restrukturisasi untuk pelaksanaan Pilkada sesuai dengan  protokol kesehatan Covid-19.

“Sesuai arahan dari KPU RI, kita diminta untuk restrukturisasi anggaran Pilkada serentak tahun 2020.  Setelah kita lakukan restrukturisasi, didapat efesiensi sebesar Rp1, 3 miliar dari  pergeseran anggaran untuk  beberapa item kegiatan tahapan pilkada yang sudah dirancang sebelum pandemi Covid-19,”  kata Heldo, Senin 15 Juni 2020,  di Kantor KPU Bukittinggi.

Ia mengatakan, restrukturisasi anggaran   yang dilakukan itu karena penyelenggaran Pilkada pada Desember  2020  mendatang akan dilaksanakan dengan  menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19. Dengan dilakukan restrukturisasi anggaran, maka ada beberapa kegiatan yang dipangkas, meski kegiatan tersebut telah disusun jelang mewabahnya Covid-19.

Terkait dengan efesiensi anggaran sebesar Rp1,3 miliar itu ujar Heldo, akan digunakan untuk kebutuhan  pelaksanaan Pilkada ditengah pandemi Covid-19.  Karna  sesuai arahan dari KPU pusat, setiap KPU kabupaten/kota, diminta untuk melaksanakan tahapan pilkada sesuai protokol kesehatan penanganan covid-19. 

Diantara kebutuhan yang disesuaikan dengan protokol kesehatan itu diantaranya, penyedian tempat mencuci tangan di TPS, pengadaan masker, pelaksanaan rapid test, dan sebagainya. Selain itu, juga terjadi penambahan TPS dari 200 menjadi 233 TPS.  Penambahan TPS ini terjadi  karena adanya pembatasan pemilih di TPS, dimana ,maksimal pemilih di TPS hanya diperbolehkan  500 orang pemilih” sebut Heldo.

“Karena pelaksanaan Pilkada ditengah pandemi, maka untuk Bukittinggi ada penambahan TPS dari 200 menjadi 233 TPS. Dengan penambahan 33 TPS tersebut, tentu juga akan berdampak terahadap  biaya operasional pelaksanaan pilkada, seperti biaya  penambahan TPS, dan  penambahan petugas penyelenggara pemilu lainnya,” sebut Heldo.

Menurutnya, dengan kondisi pandemi saat ini,  KPU Kota Bukittinggi telah mengajukan penambahan anggaran Pilkada kepada pemko Bukittinggi sebesar 1,6 Milliar untuk protokol kesehatan Covid 19. Namun mengingat kemampuan keuangan daerah, maka KPU dan Pemko Bukittinggi sepakat melimpahkan angaran tersebut melalui APBN.

“Untuk protokol covid-19 selama tahapan Pilkada,  diajukan penambahan anggaran  sebesar Rp 1,6 milyar kepada Pemko Bukittinggi. Setelah melalui kesepakan dengan pemko, penambahan anggaran dilimpahkan  melalui APBN sebesar 1,1 milliar. Sedangkan 500 juta lagi diambil dari sisa anggaran yang telah dilakukan restrukturisasi. Jadi, dari efisiensi Rp 1,3 miliar, masih ada dana lebih 500 juta setelah dilakukan penyesuaian  terhadap  penambahan TPS,” tukas Heldo. (*)

 

Reporter : Gatot /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]