Belajar Secara Tatap Muka, Perguruan Thawalib Tunggu Keputusan Pemerintah


Selasa, 16 Juni 2020 - 07:58:14 WIB
Belajar Secara Tatap Muka, Perguruan Thawalib Tunggu Keputusan Pemerintah Proses belajar di Perguruan Thawalib Padang Panjang sebelum pandemi Covid-19.

HARIANHALUAN.COM - Belajar secara tata muka bagi santri Perguruan Thawalib Padang Panjang pada tahun ajaran baru 2020/2021 rencananya digelar pada bulan Juli mendatang. Namun, pelaksanaannya menunggu keputusan dari Pemerintah Daerah Padang Panjang maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. 

Sebab, sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan pemerintah bahwa belajar secara tatap muka bisa dilakukan salah satu syaratnya mendapatkan ijin dari pemerintah daerah. Demikian dikemukakan Sekretaris Umum Yayasan Thawalib Padang Panjang, Irwan Natsir kepada harianhaluan.com, Selasa (16/6/2020) merespon tentang kebijakan pemerintah pusat melalui Kemendikbud yang menyatakan bahwa belajar tatap muka pada tahun ajaran baru 2020/2021 bisa digelar oleh sekolah yang berada di zona hijau.

Menurut Irwan Natsir, kebijakan pemerintah terhadap proses belajar mengajar secara tatap muka bagi pondok pesantren belum diumumkan secara resmi oleh Kementerian Agama. Sehingga belum diketahui bagaimana keputusan resminya. “Kalau kita ikuti penjelasan tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di Youtube, pihak dari Kementerian Agama belum menyampaikan keputusan tentang bagaimana belajar tatap muka bagi pesantren, karena hal ini akan disampaikan langsung oleh Menteri Agama dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Karena belum ada keputusan resmi dari Kementerian Agama tentang belajar tatap muka pada tahun ajaran 2020/20201 bulan Juli nanti, maka Perguruan Thawalib Padang Panjang menunggu keputusan resmi pemerintah tersebut. “Kami akan menunggu keputusan resmi Kementerian Agama, sehingga jelas seperti arahan dan panduan belajar tatap muka bagi pondok pesantren,” kata Irwan Natsir.

Namun, mengikuti  panduan penyelenggaraan pembelajaran yang disampaikan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim pada Senin (15/6/2020), dijelaskan bahwa bagi sekolah yang diperbolehkan menyelenggarakan belajar tatap muka harus memenuhi berbagai persyaratan seperti mendapatkan ijin dari pemerintah daerah, memenuhi persyaratan protokol kesehatan dan persyaratan lainnya.

Langkah Persiapan
Dijelaskan Irwan Natsir, saat ini seluruh santri Perguruan Thawalib belajar di rumah sampai tahun ajaran baru 2020/2021. Keputusan ini telah diterbitkan Yayasan Thawalib Padang Panjang dan disampaikan kepada seluruh santri pada 26 Mei 2020 lalu. Meski  belajar di rumah, namun pihak Yayasan Thawalib Padang Panjang bersama sama dengan  sekolah, sedang  mempersiapkan berbagai hal terkait dengan protokol kesehatan. 

Pada 31 Mei lalu, telah ditetapkan bahwa kepala sekolah adalah penanggungjawab pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah masing masing, dan  guru asrama menjadi penanggungjawab protokol kesehatan untuk lingkungan asrama. Langkah persiapan juga terus dilakukan sampai saat ini seperti penyediaan tempat cuci tangan di lingkungan sekolah dan asrama. 

Kemudian, menyediakan masker untuk para santri, penyediaan alat pengukur suhu badan serta aturan tentang protokol kesehatan yang akan ditetapkan selama proses belajar mengajar maupun aturan bagi santri di asrama. “Perguruan Thawalib terus melakukan persiapan terkait dengan protokol kesehatan tersebut.  Hal ini sebagai langkah persiapan jika nanti diperbolehkan belajar tatap muka di pesantren oleh pemerintah daerah,” kata Irwan Natsir.

Untuk itu, pihak Yayasan Thawalib Padang Panjang mengimbau para wali santri atau wali murid untuk menunggu keputusan resmi dari Yayasan Thawalib terkait dimulainya belajar tatap muka pada tahun ajaran baru nanti. Sebab, keputusan belajar tatap muka masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Agama dan juga keputusan Pemko Padang Panjang.

Mengenai calon santri baru, kata Irwan Natsir, saat ini Perguruan Thawalib Padang Panjang membuka Penerimaan Santri Baru untuk jenjang pendidikan Tsanawiyah dan Aliyah. Pendaftaran bisa dilakukan secara online dengan mengakses website: www.thawalibpadangpanjang.sch.id kemudian klik PPDB untuk mendaftar. Bagi telepon selular android bisa melalui playstore dengan menginstall Thawalib Padang Panjang.

Untuk jenjang pendidikan Tsnawiyah biaya PPDB tahun 2020/2021 sebesar Rp10.480.000 dan untuk jenjang Aliyah sebesar Rp10.980.000. Biaya ini meliputi biaya pakaian seragam, biaya belajar dan asrama untuk satu bulan pertama sekolah, biaya perlengkapan kebutuhan tinggal di asrama, biaya kegiatan ekstrakurikuler dan biaya sarana prasarana. 

Dengan biaya PPDB tersebut calon santri yang tinggal di asrama sudah disediakan tempat tidur, kasur dan lemari. Kemudian, satu bulan pertama sekolah disediakan makan 3 kali sehari, laundry pakaian setiap hari. Kemudian untuk jenjang pendidikan sekolah dasar atau MIUT Thawalib, biaya PPDB sebesar Rp5.525.000 yang meliputi biayai pakaian seragam, biaya alat belajar, biaya kegiatan ekstrakurikuler, biaya sarana prasarana dan biaya bulan pertama sekolah yakni biaya SPP dan uang TPQ.

Untuk biaya PPDB jenjang pendidikan Raudhatul Athfal Al-Quran yakni sebesar Rp2.325.000 yang mencakup biaya pakaian seragam, alat belajar, kegiatan ekstrakurikuler, biaya sarana prasarana dan biaya sekolah bulan pertama. Saat ini, Perguruan Thawalib Padang Panjang yang didirikan tahun 1911. 

Selain pendidikan pesantren dengan sistim boarding school bagi santri Tsanawiyah dan Aliyah putra dan putri yang tinggal di asrama, juga memiliki jenjang pendidikan PAUD-RAA dan Madrasah Ibtidaiyah Unggul Terpadu (MIUT) Thawalib setingkat sekolah dasar.

Lokasi kampus untuk jenjang Tsanawiyah dan Aliyah Putra di Jalan Abd. Hamid Hakim No 12 Padang Panjang, lokasi kampus untuk Tsanawiyah dan Aliyah Putri di Jalan H. Agus Salim No 19, Guguk Melintang Padang Panjang dan lokasi sekolah PAUD-RAA dan MIUT Thawalib di Jalan Abu Hanifah, Kelurahan Guguk Melintang, Padang Panjang. (*)

Editor : Agoes Embun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]