Sejumlah Negara Ini Juga Batal Berangkatkan Jamaah Hajinya Tahun Ini


Selasa, 16 Juni 2020 - 12:21:02 WIB
Sejumlah Negara Ini Juga Batal Berangkatkan Jamaah Hajinya Tahun Ini Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Pandemi global virus corona (Covid-19) telah menyebabkan pemerintah Arab Saudi menunda pelaksanaan ibadah haji dari rencana yang semula dijadwalkan. Namun, hingga pertengahan Juni, belum adanya informasi atau keputusan dari Pemerintah Arab Saudi mengenai pelaksanaan ibadah haji.

Meski penguncian yang diterapkan untuk mencegah penyebaran virus corona, di sebagian besar wilayah Arab Saudi telah dilonggarkan, pembatasan yang ketat masih tetap diberlakukan di Makkah, kota suci yang menjadi pusat penyelenggaraan ibadah haji.

Arab Saudi sendiri masih memiliki jumlah kasus Covid-19 aktif yang tinggi. Berdasarkan penghitungan Worldometers, hingga 16 Juni, Kerajaan itu mencatat 132.048 kasus positif Covid-19, dengan 87.890 telah berhasil sembuh dan 1.011 meninggal dunia.

Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk membatalkan pengiriman jamaah haji, yang diumumkan Menteri Agama Fachrul Razi pada 2 Juni 2020.

Menteri agama mengatakan, keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek termasuk waktu yang tidak memungkinkan melakukan persiapan keberangkatan hingga pemulangan jamaah yang akan memerlukan waktu lebih lama, bila mengikuti protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Indonesia bukan satu-satunya negara yang memutuskan untuk membatalkan pengiriman jamaah haji dalam kondisi ini.

Malaysia, Singapura, Kamboja, Thailand, Brunei, Mesir, Uzbekistan, dan India telah menyatakan tidak akan mengirimkan jamaah hajinya ke Arab Saudi tahun ini. Sementara itu Afrika Selatan pekan ini mengatakan membatalkan pengiriman jamaah haji karena penutupan perbatasan.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi sempat melemparkan wacana untuk mengurangi sejumlah besar kuota jamaah haji yang diizinkan dan menerapkan langkah-langkah tambahan untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji yang aman tahun ini. Namun, pekan ini Riyadh dilaporkan tengah mempertimbangkan pembatalan pelaksanaan ibadah haji sepenuhnya, setelah melihat lonjakan kasus Covid-19 di Kerajaan.

Jika haji tahun ini batalkan, maka akan menjadi yang pertama kali sejak kerajaan itu berdiri pada 1932.

Pada 2019, sekira 19 juta peziarah menghadiri umrah sementara haji menarik 2,6 juta. Sebuah rencana reformasi ekonomi Putra Mahkota Mohammed bin Salman bertujuan untuk meningkatkan kapasitas umrah dan haji menjadi 30 juta peziarah setiap tahun dan menghasilkan 50 miliar riyal (sekira Rp187 triliun) pendapatan pada tahun 2030.(*)

 Sumber : okezone /  Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]