Simpatisan Faldo Maldini Sebut Dapat Ancaman, Ini Penjelasan dari Relawan Gerindra


Selasa, 16 Juni 2020 - 12:35:17 WIB
Simpatisan Faldo Maldini Sebut Dapat Ancaman, Ini Penjelasan dari Relawan Gerindra Relawan Gerindra, Zulkifli.

HARIANHALUAN.COM - Dori Asra Wijaya, seorang penggerak komunitas anak muda, mengaku telah diancam oleh oknum yang mengatasnamakan Partai Gerindra. Dia menuliskan unek-uneknya lewat halaman Facebook pribadinya. Sebelumnya, dia mengaku diajak bertemu oleh orang yang dikenalnya lewat aplikasi group WhatsApp. Dia menerima ajakan diskusi dari seseorang yang marah karena tulisannya. 

Menanggapi hal itu, seorang relawan Partai Gerindra, Zulkifli memberikan komentarnya. Dia menjelaskan, hal itu bermula dari tulisan Dori dengan judul surat terbuka untuk Andre Rosiade di salah satu media online. Namun, judul surat terbuka dengan narasi yang ada di dalamnya tidak memiliki kolerasi dan hubungan. 

"Surat terbuka tersebut menyampaikan kisah Firaun dan Musa. Saya baca berulang-ulang, tapi saya tidak menemukan maksud dan tujuan dari surat terbuka tersebut. Hal itulah mendorong saya untuk bisa berdialog dengan penulisnya. Setelah dapat kontak WhatsApp di salah satu WAG publik, saya mencoba melakukan komunikasi dengan beliau," katanya.

Zulkifli menceritakan pertemuan dirinya dengan Dori setelah membuat janji. Pada pertemuan tersebut, Zulkifli bercerita dia dan Dori berbincang hangat layaknya saudara. Kemudian, dia menanyakan maksud Dori menulis surat terbuka untuk Andrea Rosiade tersebut.

"Alhamdulillah. Chat pribadi saya dibalas oleh penulis. Akhirnya kami sepakat untuk melakukan pertemuan silaturahmi karena Dori berada di Solok. Pertemuan diundur besok harinya. Dori chat saya menanyakan jadi kita ketemu dan disepakati melakukan pertemuan di tongkrongan Turagari pada Jumat (12/6/2020) sekitar pukul 20.00 WIB," jelas Zulkifli.

Dori datang bersama temannya dan melakukan dialog cukup bersahabat serta menanyakan maksud dan tujuan surat terbuka untuk Andre Rosiade dengan menggunakan analogi Firaun dan Musa. Sebelumnya, Zulkifli pun menjelaskan jika dirinya bukanlah utusan dari Andre Rosiade dan datang hanya karena merasa memiliki hubungan emosional.

"Makanya saya tertarik untuk berdialog langsung dengan Dori tentang tulisannya di salah satu media. Tapi, saat itu saya tidak mendapatkan jawaban yang pasti dari Dori mengenai tulisannya itu. Kemudian, Dori nengaku membuat tulisan tersebut sebagai gaya penulis milenial," jelas Zulkifli.

Zulkifli menuturkan, tidak masalah jika Dori beralasan gaya penulis milenial. Kemudian tak salah juga jika Dori ikut mengkritik pejabat publik, namun jangan menyamakan Andre dengan yang lain sebab kader partainya akan ikut tersinggung. "Silakan Dori melakukan kritik karena dia pejabat publik. Tapi, jangan sama kan Andre sebagai Firaun beliau ketua partai tentu kadernya juga tersinggung oleh tulisan itu," tuturnya.

Zulkifli berpesan, kedepannya saat melakukan kritikan harus memperhatikan budaya, terlebih jika berada di Sumbar yang menganut budaya alam Minangkabau. Sehingga, terlalu jauh rasanya jika membandingkan Andre dengan Firaun. Setelah pertemuan itu, sekarang Dori mengaku mendapat ancaman dari kader Gerindra.

"Harapan saya kepada kaum muda apalagi mahasiswa, mari kita mempererat hubungan silaturahmi dalam misi untuk tujuan politik dan jangan anak muda menjadikan panggung politik sebagai ajang perpecahan. Kalau memang dia diancam dan merasa terancam, lapor saja kepada penegak hukum. Jangan membuat opini di publik untuk mencari panggung dengan cara-cara tidak bermoral," tutupnya. (*)

Reporter : Merinda Faradianti /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]