Arab Saudi Didesak Batalkan Haji Tahun Ini karena Kasus Corona Terus Melonjak


Selasa, 16 Juni 2020 - 13:08:44 WIB
Arab Saudi Didesak Batalkan Haji Tahun Ini karena Kasus Corona Terus Melonjak Ilustrasi haji

JEDDAH, HARIANHALUAN.COM - Arab Saudi didesak untuk mengurangi skala atau membatalkan ibadah haji tahun ini untuk pertama kalinya dalam sejarah. Para pengamat menilai keputusan untuk tetap menggelar haji ketika kasus Corona melonjak adalah berbahaya.

Seperti dilansir dari AFP, Selasa (16/6/2020) negara-negara Muslim mendesak Saudi untuk memberikan keputusan yang sebenarnya sangat terlambat, tentang apakah ritual tahunan Haji akan berjalan sesuai jadwal pada akhir Juli.

Namun, di saat kerajaan Saudi masih merundingkan hal ini, waktu hampir habis untuk mengatur logistik untuk salah satu pertemuan massal terbesar di dunia itu.

Haji skala penuh, yang tahun lalu menarik sekitar 2,5 juta peziarah, tampaknya semakin tidak mungkin dilaksanakan. Apalagi setelah pada akhir Maret lalu, pihak berwenang Saudi menyarankan umat Muslim untuk menunda persiapan haji karena virus Corona yang mudah menular ini.

"Ini adalah perdebatan antara mempertahankan nominal haji dan membatalkan sepenuhnya," kata seorang pejabat Asia Selatan yang berhubungan dengan pihak berwenang haji Saudi.

"Pada menit-menit terakhir jika Saudi mengatakan 'kami siap melakukan haji penuh', (secara logistik) banyak negara tidak akan berada dalam posisi" untuk ikut," lanjut pejabat itu.

Seorang pejabat Saudi mengatakan bahwa "keputusan akan segera dibuat dan diumumkan."

Sementara itu, serangkaian bencana mematikan selama bertahun-tahun, termasuk penyerbuan tahun 2015 yang menewaskan 2.300 jamaah haji, telah memicu kritik terhadap manajemen haji kerajaan Saudi.

"Arab Saudi terperangkap di antara iblis dan laut biru yang dalam," ujar Umar Karim, seorang rekan tamu di Royal United Services Institute di London.

Dia menilai keterlambatan mengumumkan keputusan ibadah haji ini erat kaitannya dengan konsekuensi politik yang diterima Saudi.

"Keterlambatan mengumumkan keputusannya menunjukkan pihaknya memahami konsekuensi politik dari membatalkan haji atau mengurangi skalanya," ungkapnya.

Indonesia, negara Muslim terpadat di dunia, membatalkan keberangkatan haji pada bulan ini setelah menekan Saudi soal kejelasan ibadah haji. Menteri Agama Indonesia menyebutnya sebagai "keputusan yang sangat pahit dan sulit".

Malaysia, Senegal, dan Singapura mengikuti langkah serupa. Banyak negara lain dengan populasi Muslim - dari Mesir dan Maroko hingga Turki, Lebanon, dan Bulgaria - mengatakan mereka masih menunggu keputusan Saudi.

Di negara-negara seperti Prancis, para pemimpin agama telah mendesak umat Islam untuk "menunda" rencana ibadah haji mereka sampai tahun depan karena risiko Corona.

Ibadah haji merupakan kewajiban bagi Muslim yang bertubuh sehat setidaknya sekali seumur hidup mereka, merupakan sumber penularan potensial yang besar karena mengemas jutaan peziarah ke situs-situs keagamaan yang padat.

Namun, wabah Corona membuat ibadah ini mengkhawatirkan. Di rumah sakit Saudi, sumber mengatakan bahwa tempat perawatan intensif cepat terisi dan semakin banyak petugas kesehatan tertular virus karena jumlah total kasus Corona telah mencapai 130.000. Kematian akibat Corona melampaui 1.000 orang pada hari Senin (15/6).

Untuk mengatasi lonjakan, pemerintah Saudi bulan ini memperketat pembatasan di kota Jeddah, pintu gerbang ke kota Mekah. (*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]