Bulan Agustus, Vaksin Covid-19 Diuji Coba ke Manusia


Selasa, 16 Juni 2020 - 18:40:29 WIB
Bulan Agustus, Vaksin Covid-19 Diuji Coba ke Manusia Ilustrasi (BBC World)

HARIANHALUAN.COM - Para ilmuwan Singapura akan memulai uji coba vaksin virus Corona (COVID-19) terhadap relawan manusia pada Agustus mendatang. Uji coba terhadap relawan manusia ini dilakukan setelah uji coba awal terhadap tikus percobaan berlangsung sukses dan menjanjikan.

Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (16/6/2020), lebih dari 100 vaksin tengah dikembangkan secara global, termasuk beberapa vaksin yang dalam tahap uji coba terhadap manusia seperti dari AstraZeneca dan Pfizer. Vaksin yang akan diuji coba para peneliti Singapura merupakan buatan perusahaan Amerika Serikat (AS), Arcturus Therapeutics.

Vaksin itu akan dievaluasi oleh Dukes-NUS Medical School di Singapura, yang bekerja pada teknologi Messenger RNA (mRNA) yang belum teruji, yang menginstruksikan sel manusia untuk membuat protein virus Corona spesifik yang memproduksi respons imun.

"Fakta bahwa itu mereplikasi dan memicu respons imun yang sangat seimbang, baik dalam hal antibodi dan sel pembunuh -- itu sifat yang disambut baik," ujar Wakil Direktur Program Penyakit Menular pada Dukes-NUS Medical School, Ooi Eng Eong, kepada Reuters.

Baca juga:China Tutup 11 Pasar Terkait Cluster Baru Corona di Beijing

Dijelaskan Ooi bahwa antibodi menempel pada virus dan mencegahnya menginfeksi sel, sedangkan sel pembunuh -- perpanjangan dari sistem imun -- mengenali sel yang terinfeksi dan menghancurkannya.

Pendekatan mRNA belum disetujui untuk pengobatan apapun, jadi para pendukungnya termasuk perusahaan biotech AS Moderna menjajaki area yang belum dipetakan. Oleh karena itu, sebut Ooi, kajian lebih panjang diperlukan untuk memastikan keamanannya.

"Kasus paling optimis adalah periode waktu ini tahun depan, bahwa kita akan mendapatkan vaksinnya," ucapnya.

Ooi juga tengah mengembangkan pengobatan antibodi monoclonal untuk virus Corona dan memulai uji coba keselamatan pada relawan yang sehat pada pekan ini, sebelum mengujinya pada pasien Corona dalam beberapa pekan ke depan.

Pengerahan pengobatan semacam itu, sebut Ooi, bisa lebih cepat dari vaksin. Antibodi dihasilkan dalam tubuh untuk melawan infeksi. Antibodi monoclonal meniru antibodi alami dan dapat diisolasi dan diproduksi dalam jumlah besar untuk merawat penyakit ini. (*)

 Sumber : Detik.com /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]