Cerita Pasien Sembuh Covid-19 di Agam: Selama Dikarantina, Saya Merasakan Beban Mental


Selasa, 16 Juni 2020 - 23:33:45 WIB
Cerita Pasien Sembuh Covid-19 di Agam: Selama Dikarantina, Saya Merasakan Beban Mental Pasien sembuh Covid-19.

HARIANHALUAN.COM - Pandemi Covid-19 tidak hanya ditakuti sebagai ancaman kesehatan fisik, namun juga berpengaruh terhadap mentalitas ataupun psikologi seseorang. Hal itu dirasakan oleh seorang pasien sembuh Covid-19 di Kabupaten Agam.

Seorang pasien sembuh bernama WN menceritakan pengalamannya. Dia dikarantina di BPSDM Padang Basi Padang selama 13 hari atau sejak 7 Mei sampai 19 Mei 2020 lalu.

“Selama dikarantina, yang saya rasakan adalah beban mental. Beban mental bagaimana seandainya sehat nanti saya dikucilkan dan segala macam efek sosial yang saya dapatkan, meskipun kenyataannya sekarang tidak seperti itu,” ujarnya.

Belum lagi beban mental yang dirasakannya selama 13 hari dikarantina di BPSDM Padang Basi. Ia menjelaskan bahwa pikiran dan hatinya benar-benar diuji, terlebih ia juga berprofesi sebagai tenaga kesehatan di salah satu puskesmas yang terletak di pusat ibu kota kabupaten.

Tekanan itu menjadi lebih kuat ketika dipaksa untuk menjauh dari anak-anak dan suami, meskipun keluarganya tidak terjangkit virus Corona. “Saat mendapat kabar bahwa swab saya positif, saya langsung mengasingkan diri dari keluarga. Hal yang paling berat itu adalah ketika dijauhkan dari keluarga,” jelasnya.

Perasaan ibu muda itu pun bertambah buruk ketika melihat pasien lain sudah sembuh. Sementara dirinya yang merupakan pasien OTG belum juga sembuh. Sebelum dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang, suatu ketika tiba waktunya dokter melakukan dua kali pengecekan kesehatan untuk mengambil tes swab mengenai perkembangan virus di dalam tubuhnya.

Setiap kali di swab, ia merasakan ketakutan dan deg-degan yang luar biasa sehingga seluruh tubuhnya gemetaran. “Itulah momen yang sangat mencemaskan. Satu sisi saya ingin sekali cepat mengetahui hasil perkembangan kesehatan saya. Satu sisi saya juga belum siap mendengar kabar kalau hasilnya masih positif,” tambahnya.

Pikiran positif kembali datang, saat tim medis selalu memberikan motivasi dan semangat positif kepadanya. “Alhamdulillah, dua kali di tes, hasilnya negatif dan baru kemudian saya dibolehkan pulang,” jelas WN

Meskipun saat ini WN sudah melakukan aktivitas seperti biasa, namun masih ada sedikit sanksi atau keraguan terhadap dirinya saat melaksanakan rutinitas sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas Lubuk Basung.

Apalagi dirinya sebagai ASN di tenaga kesehatan, tentu memiliki risiko cukup tinggi dalam bekerja. Dirinya disinyalir terjangkit Covid-19 saat mengambil sampel swab pasien yang kontak dengan pasien positif Covid-19 di Puskesmas Baso.

“Tapi, semua keraguan dan kecemasan sudah saya matikan dalam tubuh saya. Bahwa tidak ada pekerjaan yang tidak memiliki risiko. Semua berisiko,” tegasnya.

Untuk itu, ia mengucapkan terimakasih kepada para tenaga kesehatan baik ASN maupun relawan sebagai garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19.

"Mereka (tenaga medis, red) sebagai garda terdepan, tidak ada kata yang bisa kita ucapkan selain terimkasih dan apresiasi. Karena saya merasakan langsung bagaimana mereka menangani pasien,” tutup WN. (*)

Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 01 Juli 2016 - 04:51:42 WIB

    Kantor Perpustakaan Kembali Gelar Lomba Bercerita

    Pasaman, Haluan — Dalam menyong­song ulang tahun Kabupaten Pasaman ke-71, serta menumbuh kembangkan minat dan budaya baca di kalangan pelajar, kantor Perpustakaan dan arsip Kabupaten Pasa­man kembali akan menggelar kegiat.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]