Eksepsi Kasus Suap Muzni Zakaria, PH Sebut Uang Itu Adalah Pinjaman


Rabu, 17 Juni 2020 - 16:33:47 WIB
Eksepsi Kasus Suap Muzni Zakaria, PH Sebut Uang Itu Adalah Pinjaman Terdakwa Muzni Zakaria saat akan dibawa ke Lapas Muaro Padang usai menjalani persidangan.

HARIANHALUAN.COM - Penasehat Hukum (PH) terdakwa Muzni Zakaria ajukan nota keberatan (eksepsi) atas dakwaan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi kepada kliennya, yang diduga telah menerima suap dari pengusaha M. Yamin Kahar.

Salah satu yang menjadi keberatan PH yakni dugaan penerimaan uang sebesar lebih kurang Rp3,2 miliar yang diterima terdakwa dari pengusaha Yamin Kahar sebagai pemenang tender proyek pembangunan Masjid Agung Solok Selatan dan proyek pembangunan Jembatan Ambayan.

"Penerimaan uang Rp3,2 miliar itu adalah hubungan keberdataan pinjam meminjam antara terdakwa dengan M. Yamin Kahar," ujar PH, David Pernando saat ditemui Harianhaluan.com usai menjalani persidangan, Rabu (17/6/2020).

Ditambahkannya, untuk diketahui bahwa antara terdakwa dengan pengusaha tersebut telah saling mengenal dari tahun 2003 lalu. Karena alasan itu, keduanya kemudian melakukan perjanjian pinjam meminjam dengan tiga bidang tanah yang ada di Solok Selatan dan merupakan milik terdakwa sebagai jaminannya.

"Uang tersebut berencana akan dimanfaatkan oleh klien kami untuk pembangunan rumah di Jakarta. Mengingat semua keluarga terdakwa sudah pindah ke Jakarta. Sementara tanah itu berencana akan dimanfaatkan M. Yamin Kahar untuk membangun Rumah Sakit tipe C," terangnya lagi.

Kemudian pinjam meminjam itu, kata dia, lengkap dengan akta dari notaris dan jaminan berupa tiga bidang tanah yang luas ketiga-tiganya itu berbeda-beda. Kemudian prosesnya pun juga disaksikan oleh istri terdakwa. "Kami beranggapan bahwa surat dakwaan JPU tidak cermat dan tidak memenuhi ketentuan dalam pasal 143 KUHP ayat (2) huruf b KUHP. Atas eksepsi ini, meminta majelis hakim mengabulkan dan membebaskan terdakwa dari segala dakwaan," tukasnya.

Menanggapi  hal itu, Hakim Ketua, Yose Rizal, beranggotakan M. Takdir dan Zalekah memberitakan kesempatan kepada JPU selama satu minggu untuk menanggapi keberatan yang dsampaikan PH terdakwa. "Sidang dilanjutkan pada tanggal 24 Juni 2020 agenda tanggapan JPU atas Eksepsi dari terdakwa," ringkas Yose Rizal. (*)

Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Agoes Embun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]