Benarkah Main Handphone di KRL Berisiko Tertular Virus Corona?


Rabu, 17 Juni 2020 - 19:03:04 WIB
Benarkah Main Handphone di KRL Berisiko Tertular Virus Corona? Dokter Edward Faisal

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Selama pandemi virus corona atau Covid-19, penggunaan KRL dibatasi dan diperketat dengan protokol kesehatan, sebagai upaya pencegahan penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 bagi para penggunanya.

Pada penerapan protokol kesehatan di dalam KRL, menjaga jarak atar penumpang dan memakai masker penutup mulut dan hidung menjadi aturan yang diwajibkan. Hal ini dimaksudkan agar penularan virus melalui droplet dapat dihindari.

Selain itu, aturan yang juga dianjurkan adalah tidak memainkan gawai seperti handphone dan tablet. Sebab perangkat tersebut berpotensi menularkan atau tertular virus corona.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Junior Doctor Network, dr. Edward Faisal, mengatakan bahwa sejumlah virus, termasuk SARS-CoV-2 atau corona jenis baru yang menempel pada gawai dapat bertahan selama lima hari.

"Saat virus nempel di gawai kita bisa bertahan sampai lima hari, jangan salah," kata dokter Edward dalam dialog di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Menurut dokter Edward, virus yang dapat menempel di gawai berasal dari bermacam-macam faktor. Dalam hal ini tentunya penularan atau pencemarannya lebih banyak berasal dari tangan penggunanya yang sebelumnya tercemar.

Dalam kaitannya dengan para commuter, pencemaran virus ke gawai juga dapat berasal dari percikan droplet dari para pengguna KRL. Sebab, droplet ini dapat keluar ketika manusia berbicara apabila tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak.

Karena itu, Edward juga sangat menyarankan agar para pengguna tidak menggunakan gawainya selama di dalam perjalanan menggunakan KRL. "Kalau ada orang ngomong akan nambah lagi (potensi cemaran virusnya)," kata dokter Edward.

Selain dapat mengurangi potensi cemaran, alasan lain untuk tidak menggunakan gawai saat berada di dalam KRL adalah agar keluarga di rumah tidak menjadi korban penularan virus. "Jadi selain risiko untuk kita, juga orang yang di rumah. Jadi kalau kita sayang sama orang yang dirumah dan di sekitar kita, sebaiknya jangan keluarin handphone," jelas dokter Edward.

Adapun beberapa hal lain yang wajib dilakukan bagi para pengguna KRL adalah menjaga pikiran selalu positif dalam melakukan aktivitas.

Kemudian pastikan selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan membawa hand sanitizer sebagai pengganti apabila tidak ada fasilitas cuci tangan.

Sebagai tambahan, pengguna KRL juga disarankan untuk tetap mengikuti aturan dari PT. KAI Commuterline Indonesia, dan memperbarui informasi resmi dari pemerintah tentang upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 agar dapat tetap melanjutkan aktivitas yang aman dan produktif di tengah pandemi. (*)
 

 Sumber : okezone.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 03 Juli 2020 - 11:46:51 WIB

    Benarkah Anak-Anak Lebih Kuat Hadapi Serangan Virus Corona COVID-19?

    Benarkah Anak-Anak Lebih Kuat Hadapi Serangan Virus Corona COVID-19? HARIANHALUAN.COM - Laporan DW Indonesia yang dikutip Jumat (3/7/2020) menyebut, dalam pandemi Corona jenis baru yang terjadi di Jerman misalnya, statistik menunjukkan, dari sekitar 9.000 kasus meninggal sejak pecahnya wabah, .
  • Ahad, 28 Juni 2020 - 19:28:55 WIB

    Sayur Bayam Bisa Sebabkan Asam Urat, Benarkah?

    Sayur Bayam Bisa Sebabkan Asam Urat, Benarkah? HARIANHALUAN.COM – Sayur bayam termasuk bahan makanan yang mengandung zat besi tinggi. Melansir Health Line, sekitar 3,5 ons (100 gram) bayam mentah bisa mengandung 2,7 mg zat besi, yang merupakan 15 persen kebutuhan zat .
  • Sabtu, 27 Juni 2020 - 09:33:31 WIB

    Makin Banyak Pria 'Tak Perkasa' Gara-gara Wabah Corona, Benarkah?

    Makin Banyak Pria 'Tak Perkasa' Gara-gara Wabah Corona, Benarkah? HARIANHALUAN.COM - Pandemi virus Corona COVID-19 memberikan dampak yang sangat luas, baik langsung maupun tidak langsung. Pemberlakuan lockdown dan berbagai pembatasan lain di berbagai belahan dunia juga berdampak pada kehidu.
  • Sabtu, 27 Juni 2020 - 07:42:58 WIB

    Gula Kelapa Lebih Sehat daripada Gula Pasir, Benarkah?

    Gula Kelapa Lebih Sehat daripada Gula Pasir, Benarkah? HARIANHALUAN.COM - Gula, meskipun rasanya enak, namun tidak baik untuk kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Meski begitu, ada alternatif yang lebih baik untuk memberi rasa manis pada makanan dan minuman..
  • Senin, 22 Juni 2020 - 07:40:04 WIB

    Benarkah Rutin Minum Teh Bikin Panjang Umur? Ini Kata Peneliti

    Benarkah Rutin Minum Teh Bikin Panjang Umur? Ini Kata Peneliti HARIANHALUAN.COM - Teh dikenal sebagai minuman yang kaya manfaat kesehatan. Sebuah studi mengungkapkan, dengan rutin mengkonsumsi teh dapat membuat hidup lebih lama atau panjang umur. Apa benar?..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]