Tingkatkan Layanan, PLN UIW Sumbar Diskusi dengan Stakeholder


Rabu, 17 Juni 2020 - 22:09:38 WIB
Tingkatkan Layanan, PLN UIW Sumbar Diskusi dengan Stakeholder Diskusi PLN UIW Sumbar dengan stakeholder.

HARIANHALUAN.COM – PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar menggelar Forum Layanan Pelanggan pada Rabu (17/6/2020). Forum Layanan Pelanggan PLN merupakan wujud komitmen PLN untuk terus terbuka menjawab pertanyaan pelanggan seputar isu kelistrikan. 

Sebelumnya, PLN UIW Sumbar juga telah menggelar silaturahmi dan diskusi dengan media serta opinion leader di Sumbar. Acara Forum Layanan Pelanggan kali ini menghadirkan GM PLN UIW Sumbar bersama manajemen, Kepala Dinas Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat, Camat/Lurah/Wali Nagari se-Sumatera Barat, serta perwakilan pelanggan masing-masing unit layanan pelanggan PLN. 

Acara ini menjadi media komunikasi bagi PLN dan pelanggan untuk memperkuat bersinergi dan berdiskusi perihal isu-isu yang tengah berkembang seputar kelistrikan.

Dalam forum tersebut, PLN memberikan kesempatan bagi stakeholder yang ingin bertanya dan  berdiskusi dengan PLN khususnya seputar lonjakan tagihan listrik sebagian pelanggan rumah tangga yang terjadi selama masa pandemi Covid-19. 

General Manager PLN UIW Sumbar Bambang Dwiyanto menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik sejak tahun 2017. Penyebab utama terjadinya lonjakan tarif listrik pada sebagian pelanggan adalah karena pergeseran aktivitas masyarakat dari semula di luar ruangan menjadi di rumah masing-masing akibat kebijakan PSBB ini sehingga pemakaian listrik menjadi lebih tinggi dari bulan-bulan biasanya.

“Alhamdulillah senang sekali bisa bertatap muka dengan para pelanggan meski melalui video conference namun tidak mengurangi semangat untuk terus berkolaborasi."

"Melalui forum ini kami tegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif listrik sejak tahun 2017, penyebab lonjakan tagihan pada sebagian pelanggan rumah tangga adalah karena pemakaian pelanggan yang meningkat karena dirumah saja sejak pandemi merebak."

Belum lagi bulan kemarin adalah bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H yang semakin meningkatkan pemakaian listrik karena ibadah dilakukan dirumah,” tegas Bambang. 

Selain itu, Bambang juga mengungkapkan bahwa adanya kekurangan tagihan karena catat meter rata-rata kemarin juga menjadi salah satu penyebab lonjakan tagihan. 

PLN memberikan kesempatan diskusi dan menjawab pertanyaan dari perwakilan pelanggan masing-masing wilayah kerja unit pelaksana Padang, Bukittinggi, Solok dan Payakumbuh.

Respon dari masing-masing pelanggan sangat baik. Mereka menyampaikan apresiasi atas inisiatif PLN mengadakan pertemuan ini dan terbuka kepada masyarakat. 

Harapannya PLN dapat lebih responsive dan giat melaksanakan sosialisasi terhadap segala isu yang berkembang sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut pula PLN menjelaskan pemberlakuan skema perlindungan konsumen untuk meringankan beban pelanggan. Dengan skema perlindungan konsumen ini maka lonjakan yang melebihi 20% akan ditagihkan pada bulan Juni sebesar 40% dari selisih lonjakan, dan sisanya dibagi rata tiga bulan pada tagihan berikutnya. 

Diharapkan, skema tersebut dapat mengurangi keterkejutan sebagian pelanggan yang tagihannya meningkat tajam. PLN juga membuka posko di setiap Unit Layanan Pelanggan (ULP) serta aktif melakukan kunjungan langsung menyapa dan mendengar keluh kesah pelanggan. 

Langkah-langkah tersebut merupakan wujud komitmen PLN yang terus mencari jalan keluar atas keluhan pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan hingga berlipat-lipat sehingga membebani pelanggan akibat adanya pandemi Covid-19. (*)

 Sumber : rel /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]