Ngeri dan Aneh, Di India Ada Tradisi Melempar Bayi dari Ketinggian 15 Meter


Kamis, 18 Juni 2020 - 08:22:43 WIB
Ngeri dan Aneh, Di India Ada Tradisi Melempar Bayi dari Ketinggian 15 Meter Bayi - PTR Foto: Shutterstock

HARIANHALUAN.COM - Setiap negara di dunia tentu memiliki keunikan budaya dan tradisi masing-masing. Ada tradisi yang unik, sakral, tetapi juga ada ada negara yang memiliki ritual kepercayaan aneh dan dinilai cukup ekstrem.

Kalau di Spanyol ada tradisi melompati bayi untuk menyucikan bayi, India juga punya tradisi yang tak kalah ekstrem. Ritual 'nyeleneh' tersebut adalah ritual melemparkan bayi dari atas kuil.

Bayi yang berusia beberapa bulan hingga dua tahun akan dilemparkan dari atas balkon setinggi 15 meter. Hal ini dipercaya oleh warga India dapat memberikan keberuntungan dan kesehatan kepada sang bayi.

Saat hendak dilempar, bayi tersebut akan dipegang kaki dan tangannya dan diayunkan terlebih dahulu layaknya sebuah keranjang. Sedangkan sang ibu sudah menunggu di bawah balkon bersama warga setempat sambil membentangkan kain selimut untuk menangkap si bayi.

Bayi yang menangis histeris akibat merasa kaget tersebut akan disambut dengan sorak sorai dan tepukan kegembiraan dari semua orang yang ada di bawah. Sebelum dikembalikan pada pelukan ibunya untuk ditenangkan, sang bayi akan digendong secara bergiliran oleh semua orang yang ada di sekitarnya.

Meski ritual ini terdengar kejam, tetapi tradisi tersebut sudah dilestarikan sejak 700 tahun lalu oleh penduduk di India Barat. Hal ini dipicu akan tingginya angka kematian bayi di negara ini, sehingga penduduk setempat bersama-sama melaksanakan ritual itu untuk 'menjaga' anak mereka.

Mereka berharap sang anak akan mendapat umur panjang, nasib baik, dan membawa kesejahteraan bagi keluarganya. Hal ini juga dipercaya sebagai bagian dari kewajiban agama mereka.

Tradisi lempar bayi ini banyak dilakukan pada daerah pedesaan India, seperti wilayah Maharashtra dan Desa Harangal. Sepanjang sejarah tradisi dilakukan, uniknya tak ada satu pun bayi yang diketahui cedera atau celaka akibat menjalankan ritual.

Meski demikian, tradisi ini pun menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Mereka mengkritik bahwa tradisi tersebut terlalu berbahaya.

Sebagaimana diberitakan NY Times, tradisi ini telah dilarang oleh Komisi Perlindungan Anak India, karena dianggap berbahaya bagi psikologis sang bayi.

"Kami tidak mendukung praktik takhayul ini. Itu bertentangan dengan minat anak-anak. Mereka mungkin benar-benar takut, dan tidak ada yang tahu bagaimana hal itu mempengaruhi jiwa mereka,” kata Juru Bicara Komisi Perlindungan Anak India, G. Mohanty.

Hingga tahun 2009 sudah ada surat resmi larangan tradisi ini. Meskipun begitu, masih banyak warga desa terpencil yang melakukan tradisi ini. (*)

 Sumber : Kumparan.com /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]