Sosok Risa di Mata Keluarga, Aktif dan Ceria, Agustus Mendatang Direncanakan Menikah


Kamis, 18 Juni 2020 - 12:20:42 WIB
Sosok Risa di Mata Keluarga, Aktif dan Ceria, Agustus Mendatang Direncanakan Menikah Ibunda Nurbaiti

HARIANHALUAN.COM - Semasa hidup, Risa Afrina (25) perawat asal SPH yang meninggal dunia pada Selasa (16/6/2020) siang merupakan sosok yang ceria dan pandai bergaul. Ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara serta memiliki saudara kembar, adik laki-lakinya sekarang menjadi aparat kepolisian yang bertugas di Padang Sarai. Risa alumni Universitas Andalas Fakultas Keperawatan angkatan 2013.

Ia diterima di Fakultas Keperawatan Unand melalui jalur PMDK dengan beasiswa bidikmisi. Lulusnya Risa di Keperawatan Unand karena sewaktu kecil orang tua Risa mempunyai keinginan salah satu anaknya menjadi perawat dan berseragam putih, "Sewaktu saya pernah berharap suatu saat nanti salah satu anak saya menjadi perawat dan berseragam putih, akhirnya mimpi itu diwujudkan Risa, nilainya semasa sekolah meningkat terus," kata ibunda Nurbaiti (57) saat ditemui Harianhaluan.com, Rabu (17/6/2020) sore.

Awalnya, keinginan tersebut hanya mimpi semata mengingat kala itu kondisi perekonomian keluarganya belum stabil. Nurbaiti menceritakan pembangunan rumah yang ditempatinya sekarang dilakukan secara berangsur-angsur karena orang tua berprofesi sebagai kuli, malahan dulunya lantai rumah sempat dari tanah.

"Alhamdulillah semua anak kami bisa kuliah, sebab saya mendidik mereka agak keras sesuai ajaran orang tua saya juga dulunya, tapi itu semua karena saya sayang kepada mereka," lanjutnya.

Sehari-hari, Risa merupakan orang yang rajin sholat dan puasa sunat. Ketika di rumah, ia selalu memiliki kegiatan positif, mengerjakan tugas dan jarang pergi main keluar. "Dia paling beda sama saudaranya, rajin dan jarang pergi keluar, selesai kuliah dan magang selalu di rumah," tambah ibunda.

Kabar meninggalnya Risa, awalnya diberitahukan oleh salah satu anaknya yang mengatakan bahwa Risa terjatuh di rumah sakit saat dinas dalam penanganan Covid-19. Selain itu, ia juga dikabari oleh SPH untuk datang ke rumah sakit, namun belum diberitahukan kejadian sebenarnya, "waktu itu saya pergi melayat ke rumah keluarga, kemudian dikabari oleh pihak SPH, mereka hanya menyuruh datang dan tidak memberitahukan kejadian apa-apa, tapi saya sudah punya firasat kalau Risa meninggal dunia," katanya.

Sebelum meninggal, pagi harinya,saat hendak bertugas di SPH, kondisi Risa masih baik-baik saja, malahan ibunda masih berpesan agar tidak selalu sering pegang Handphone, istirahat jika lelah dan selalu jaga kesehatan. "Paginya saya tidak memiliki firasat kepergian Risa, malahan dia masih dalam keadaan baik-baik saja," katanya.

Agustus mendatang Risa direncanakan akan melangsungkan pernikahan dengan seorang pria pilihannya yang bekerja di bank BRI," namun ini sudah takdir tuhan kita tinggal menjalani lagi, saat dinyatakan meninggal dunia, calon suaminya menemani dari rumah sakit, sholat hingga dikuburkan serta orang tua calon suami juga hadir," katanya. 

Almarhumah Risa dikebumikan pada pemakaman keluarga di jalan Tunggang Selasa malam setelah waktu Isya. Risa lahir di bulan April tahun 1995 silam, sebelum menempuh pendidikan di Unand sempat bersekolah di SMAN 3 Padang dan SMP 1 Padang. "Saking dikenal karena pembawaannya yang humble, tadi siang teman-teman SMP dan SMAnya datang kesini untuk mendoakan kepergiannya," tutup Risa. (*)

Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]