Intensitas Gempa Tinggi Sepekan Terakhir, Pakar Imbau Masyarakat Tetap Waspadai Megatrust Mentawai


Kamis, 18 Juni 2020 - 15:10:08 WIB
Intensitas Gempa Tinggi Sepekan Terakhir, Pakar Imbau Masyarakat Tetap Waspadai Megatrust Mentawai Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Setidaknya tiga kali gempa terjadi di wilayah Sumbar sepanjang Rabu (17/6). Beberapa di antaranya berpusat didekat zona megathrust. Di tengah tatanan hidup kenormalan baru, masyarakat diimbau tidak lengah dan tetap mewaspadai potensi kejadian gempa.

Dari berbagai sumber dicatat, sebelumnya pada Selasa (16/6) pukul 18:07: 45 WIB terjadi gempa tektonik berkekuatan 4.1 SR yang berpusat di wilayah Painan.

Getaran gempa ini cukup terasa oleh sebagian warga di Pesisir Selatan dan Kota Padang. Kemudian pada Rabu (17/6), terjadi tiga kali gempa dengan pusat gempa dan kekuatan yang berbeda-beda.

Gempa pertama pada Rabu terjadi pukul 08:40:28 WIB dengan kekuatan 4,7 SR di timur laut Pulau Siberut. Kemudian, pukul 11:25 WIB dengan kekuatan 3,5 SR di barat daya Pulau Nias yang diyakini berada di zona megathrust. 

Ada pun gempa ketiga, terjadi di daratan pada pukul 14:00:43 WIB dengan kekuatan 2,9 SR dan berpusat di barat daya Kota Solok.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang mencatat, gempa pertama terjadi di 0.65 Lintang Selatan (LS) dan 99.09 Bujur Timur (BT). Sedangkan pusat gempa berada di 75 kilometer (km) Timur Laut Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai.

Kasi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang, Mamuri mengatakan, dilihat dari lokasinya, gempa ini disebabkan aktivitas sesar Mentawai.

“Gempabumi ini tidak dirasakan oleh masyarakat. Kalau dilihat dari lokasinya, gempa disebabkan aktivitas sesar mentawai. Saat ini, sesar Mentawai memang merupakan sesar aktif yang dapat menimbulkan gempabumi kapan saja,” sebutMamuri.

Mamuri kembali mengingatkan, bahwa kejadian gempa hingga saat ini belum dapat diprediksi waktunya. Namun, mengingat wilayah Sumatera Barat adalah daerah dengan potensi gempabumi cukup tinggi karena keberadaan zona subduksi Sesar Mentawai dan Sesar Sumatera, maka sikap tenang sembari waspada tetap harus dikedepankan.

“BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tetap tenang. Jika ada isu berkaitan gempabumi, bisa langsung menghubungi BMKG Padang Panjang,” tutur Mamuri.

Pandangan Para Ahli

Sementara itu, Pakar Gempa yang juga Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar Ade Edward, memperkirakan bahwa gempa pada Rabu pagi dengan kekuatan 4,7 SR tersebut memang berada di zona Megathrust Mentawai.

“Pusat gempanya berada di bidang tumbukan antara lempeng Samudera Hindia dengan Lempeng Eurasia. Diperkirakan, gempa ini terjadi di zona Megathrust Mentawai,” sebutnya kepada Haluan.

Ade menerangkan, bahwa zona Megatrhust Mentawai (Siberut-Sipora) merupakan zona seismic gap yang sedang diwaspadai karena menyimpan energi gempa cukup besar, dengan perkiraan potensi gempa hingga 8.9 SR, dan juga berpotensi menimbulkan kejadian tsunami.

“Oleh sebab itu pascagempa dan tsunami Aceh Desember 2004, Sumbar sudah mempersiapkan berbagai upaya mitigasi untuk mengurangi potensi risiko bencana, baik secara struktural maupun secara kultural,” sebut Ade lagi.

Ade merincikan, beberapa upaya mitigasi struktural yang disiapkan itu antara lain, fasilitas kampanye bangunan aman gempa dan tsunami, jalur evakuasi, rambu-rambu peringatan, tempat evakuasi sementara atau shelter, serta sistem peringatan dini tsunami.

Sementara itu, upaya mitigasi kultural yang terus dilakukan adalah, kegiatan-kegiatan sosialisasi dan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan simulasi bencana secara berkala.

Selain itu, sekolah-sekolah siaga bencana dan Relawan Kelompok Siaga Bencana (KSB) di setiap nagari/kelurahan/desa juga terus disiapkan.

Terkait kejadian gempa sepanjang Rabu kemarin, pengamat gempa dari Universitas Andalas, Badrul Mustafa Kemal menganalisis, bahwa gempa tak hanya terjadi dan berpusat di Mentawai.

Badrul mengamati, setidaknya ada tiga kali gempa kecil yang terjadi dengan lokasi yang berbeda-beda.

“Pertama itu pukul 08:40:28, berkekuatan 4,7 SR dengan episentrum Timur Laut Pulau Siberut. Di Selat Mentawai, tapi bukan di daerah megathrust. Gempa kedua pukul 11:25 WIN berkekuatan 3,5 SR dengan kedalaman sangat dangkal, yaitu 14 km. Episentrumnya Barat Daya Pulau Nias. Ini di zona megathrust, tapi di wilayah Nias. Lalu gempa ketiga terjadi di daratan karena adanya pergeseran di sesar semangko. Kekuatannya 2,9 SR dengan episentrum barat daya Kota Solok,” terang Badrul.

Melihat episentrum ketiga gempa itu, Badrul menilai hanya gempa berkekuatan 4.7 SR pada pukul 08:40:28 WIB yang agak dekat ke zona Megathrust Mentawai. “Tapi itu pun mungkin tidak menyebabkan pengaruh yang signifikan terhadap Megathrust Mentawai itu sendiri,” ucap Badrul lagi.

Badrul mengamini, bahwa dalam sepekan terakhir terjadi beberapa kali kejadian gempa dengan kekuatan dan episentrum yang berbeda-beda. Namun, tidak bisa diprediksi sejauh mana kejadian setiap gempa itu memberikan pengaruh terhadap aktivitas di zona Mentawai Megathrust yang dikhawatirkan oleh para ahli tersebut.

“Ya, kita harus selalu waspada. Takut jangan, tapi waspada harus. Sejak gempa kuat 2009 kita sudah harus selalu waspada. Kita harus mewaspadai potensi gempa kuat, bahkan sangat kuat di Megathrust Mentawai, khususnya Segmen Siberut. Kemudian, dengan adanya gempa kecil di barat daya Kota Solok, kita juga harus waspadai aktivitas sesar semangko, baik segmen Sumani maupun segmen Suliki-Muaro Labuah,” sebutnya menutup. (h/mg-yes)
[14.47, 18/6/2020] Haluan Yessi: Mandiri Syariah Imbau Nasabah Optimalkan QRIS di Era New Normal

PADANG, HALUAN - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) mengimbau nasabah mengoptimalkan metode pembayaran Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di Era New Normal.

Direktur IT, Operation & Digital Banking Mandiri Syariah, Achmad Syafii memaparkan QRIS merupakan solusi pembayaran digital yang mudah, cepat, nyaman dan aman bagi masyarakat terutama di tengah kondisi pandemi Covid-19. 

Mandiri Syariah terus fokus dan mengutamakan layanan digital banking melalui berbagai pengembangan fitur-fitur Mandiri Syariah Mobile (MSM) untuk memenuhi kebutuhan berbagai transaksi nasabah di masa New Normal diantaranya QRIS.

Dengan QRIS, masyarakat tidak perlu menggunakan uang tunai yang berpindah dari tangan ke tangan sehingga mengurangi risiko penularan Covid-19.

“Cukup mengakses Mandiri Syariah Mobile dan memindai QR code di merchant-merchant yang telah bekerjasama dengan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Sejak mengimplementasikan metode pembayaran kode respons cepat berstandar nasional awal Maret lalu, hingga saat ini Mandiri Syariah telah bekerjasama dengan lebih dari 9.000 merchant termasuk merchant komersial, 2.300 masjid dan lembaga ziswaf.

Secara pararel, Mandiri Syariah juga sedang mendaftarkan lebih dari 20.000 debitur pembiayaan mikro segmen perdagangan untuk dijadikan merchant transaksi QRIS.

Corporate Secretary Mandiri Syariah Ahmad Reza menambahkan sebagai Bank Syariah yang mengusung value spiritual, Mandiri Syariah tidak hanya berupaya memudahkan nasabah dalam bertransaksi namun juga mengakomodasi kebutuhan nasabah dalam beribadah dan berbagi.  

“Untuk itu kami telah dan terus membuka peluang kerjasama dengan masjid di seluruh Indonesia dalam menyediakan metode QRIS untuk pembayaran zakat, infak,  sedekah, wakaf (ziswaf) ataupun kebutuhan ibadah lainnya seperti kurban, akikah, dll,” jelas Reza.

Group Head Digital Banking Sales and Partnership Mandiri Syariah, Riko Wardhana menyampaikan hingga Mei 2020, user layanan digital Mandiri Syariah mencapai 1.2 juta user dengan jumlah transaksi sebanyak 16 juta transaksi senilai lebih dari Rp16,40 triliun. 

“Dari data tersebut, 29 ribu transaksinya adalah QRIS, Memang masih rendah, untuk itu kami akan terus mensosialisasikan metode pembayaran digital Pemerintah ini kepada masyarakat,” tambah Riko.

Kemudahan transaksi dengan QRIS di Mandiri Syariah Mobile bisa juga dinikmati oleh masyarakat yang saat ini belum menjadi nasabah. 

Calon nasabah dapat dengan mudah melakukan pembukaan rekening secara online dengan cara mendownload aplikasi Mandiri Syariah Mobile di handphonenya dan mengikuti proses pembukaan rekening online. (h/mg-yes)

Reporter : Yessi Swita /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 25 November 2019 - 14:50:27 WIB

    Intensitas Hujan Tinggi, Solok Mulai Diancam Bencana

    Intensitas Hujan Tinggi, Solok Mulai Diancam Bencana AROSUKA, HARIANHALUAN.COM - Hujan yang berketerusan sejak sepekan terakhir mulai mengancam keselamatan warga di Kabupaten Solok. Puncaknya Minggu (24/11), hujan lebat yang mengguyur membuat banjir dan longsor di sejumlah titi.
  • Rabu, 27 Juni 2018 - 11:56:25 WIB

    Intensitas Gempa Meningkat, Pemda Diminta Siap Siaga

    Intensitas Gempa Meningkat, Pemda Diminta Siap Siaga PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Beberapa waktu lalu, Kepulauan Mentawai sempat diguncang gempa sebanyak 13 kali dalam kurun waktu satu bulan. Gempa yang tejadi ini ditakutkan ahli bisa menyebabkan megathrust..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]