Hasil Studi, Sekitar 1,7 Miliar Orang di Dunia Terancam Terinfeksi Covid-19


Kamis, 18 Juni 2020 - 22:45:32 WIB
Hasil Studi, Sekitar 1,7 Miliar Orang di Dunia Terancam Terinfeksi Covid-19 ilustrasi Corona

HARIANHALUAN.COM - Sekitar 1,7 miliar orang memiliki kondisi kesehatan yang mendasari di mana akan lebih berisiko terinfeksi atau mengembangkan keparahan paparan virus corona Covid-19. Jumlah 1,7 miliar orang itu setara dengan kurang lebih 20 persen atau 1 banding 5 dari jumlah populasi dunia.

Dialansir dari New York Times, sebuah studi pemodelan baru menunjukkan sekitar 1,7 miliar orang di seluruh dunia rentan terinfeksi Covid-19. Perkiraan itu diterbitkan pada Senin (15/6/2020) lalu di The Lancet Global Health. Para peneliti menyusun 11 kategori kondisi kesehatan mendasari yang dapat meningkatkan risiko Covid-19 parah menggunakan informasi dari WHO serta lembaga kesehatan di Amerika Serikat dan Inggris.

Daftar ini termasuk pasien yang secara teratur menggunakan obat imunosupresif, seperti mereka yang mengalami gangguan autoimun atau sedang menjalani perawatan pelemahan kekebalan seperti kemoterapi. "Tidak semua kondisi telah dipelajari dengan baik dalam konteks Covid-19," kata Dr. Lona Mody, seorang ahli epidemiologi di Universitas Michigan yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Kondisi yang masih sedikit dipelajari, misalnya tentang risiko untuk orang dengan HIV di mana baru tercantum dalam penelitian ini sebagai faktor yang berpotensi menyulitkan. Nina Schwalbe, seorang peneliti kesehatan masyarakat di Universitas Columbia, menegaskan kembali bahwa siapapun yang terinfeksi virus corona berisiko terhadap Covid-19, keparahannya tergantung pada sejumlah faktor yang berhubungan dengan kesehatan.

Para peneliti mengumpulkan data dari Global Burden of Disease Study, survei epidemiologi global komprehensif yang terakhir diperbarui pada tahun 2017. Data tersebut digunakan untuk mengidentifikasi jumlah individu di seluruh dunia dengan setidaknya satu dari kondisi berisiko tinggi ini.Hampir 200 negara dimasukkan dalam penghitungan akhir.

Secara total, analisis menemukan lebih dari seperlima populasi dunia mungkin berisiko lebih tinggi terkena Covid-19 yang lebih parah. "Tetapi peningkatan risiko tidak setara dengan risiko tinggi, kategori yang merujuk hanya sebagian kecil pasien," kata Dr. Andrew Clark dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, penulis studi pertama.

"Bahkan jika mereka terinfeksi dengan virus corona, tidak semua orang dengan kondisi ini akan berkembang dan membutuhkan perawatan rumah sakit. Tetapi data tersebut dapat membantu pejabat kesehatan memfokuskan upaya penahanan pada orang yang rentan terhadap efek paling berbahaya dari virus corona. Mungkin pada akhirnya memprioritaskan mereka untuk vaksinasi," kata Clark.

Sejak awal pandemi, para peneliti telah mengetahui bahwa kondisi kronis dapat memperburuk penyakit. Sekarang, ada pemahaman yang lebih baik rinci tentang jumlah orang berisiko. (*)

 Sumber : HiMedik /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]