Ekonomi AS Tak Pulih Cepat Bikin Wall Street Galau


Jumat, 19 Juni 2020 - 07:39:04 WIB
Ekonomi AS Tak Pulih Cepat Bikin Wall Street Galau Wall Street

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Wall Street bergerak dua arah pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Investor mencerna data lonjakan kasus baru virus corona.

Indeks S&P ditutup lebih tinggi di tengah investor mempertimbangkan lonjakan kasus baru virus corona dan kemungkinan putaran baru shutdown serta data pemulihan ekonomi AS mungkin tidak bangkit kembali dengan cepat seperti berbentuk V (V shapes).

Ketiga indeks bursa saham AS bergerak Tipis dan terombang-ambing hampir sepanjang perdagangan, tetapi indeks S&P dan Nasdaq berhasil menguat di akhir sesi perdagangan.

Melansir Reuters, Jakarta, Jumat (19/6/2020), indeks Dow Jones Industrial Average turun 39,51 poin, atau 0,15% menjadi 26.080,1, indeks S&P 500 naik 1,85 poin atau 0,06%menjadi 3.115,34 dan indeks Nasdaq Composite naik 32,52 poin, atau 0,33% menjadi 9.943,05.

"Pasar mencari dorongan besar berikutnya," kata Chuck Carlson, Chief Executive Officer di Horizon Investment Services di Hammond, Indiana.

"Ada banyak impuls di pasar bagi investor untuk menimbang, menyaring dan memperhitungkan untuk mencari tahu arah selanjutnya," katanya.

Sementara beberapa negara bagian AS telah melaporkan lonjakan kasus baru Covid-19 setelah membuka kembali ekonomi mereka.

Presiden Donald Trump menegaskan Amerika Serikat tidak akan memberlakukan kebijakan pembatasan untuk menekan penyebaran pandemi.

"Investor dalam mode menunggu dan melihat," kata Charlie Ripley, ahli strategi pasar senior untuk Allianz Investment Management di Minneapolis.

"Konsensusnya adalah kita berada di jalan menuju pemulihan, tetapi mungkin ada benjolan di sepanjang jalan dan peningkatan jumlah virus ini bisa menjadi salah satu dari benjolan itu," tambah Ripley.

Di sisi lain, klaim pengangguran awal minggun ini turun sedikit menjadi 1,51 juta, menurut Departemen Tenaga Kerja. Jumlah ini lebih buruk daripada konsensus dan berlanjutnya klaim tetap tinggi hingga 20,54 juta, menunjukkan pasar tenaga kerja memiliki jalan panjang menuju pemulihan. (*)

 Sumber : okezone.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 09 Juli 2020 - 14:40:55 WIB

    Ekonomi Terancam Krisis, Jokowi Mengaku Ngeri

    Ekonomi Terancam Krisis, Jokowi Mengaku Ngeri HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku khawatir dengan potensi krisis ekonomi dunia tahun ini. Banyak lembaga internasional yang sudah memprediksi kontraksi ekonomi global tahun ini akan sangat dalam..
  • Selasa, 07 Juli 2020 - 17:36:51 WIB

    Dukung Transisi Menuju Ekonomi Rendah Karbon, PLN Jadi Teratas di Asia Selatan dan Tenggara

    Dukung Transisi Menuju Ekonomi Rendah Karbon, PLN Jadi Teratas di Asia Selatan dan Tenggara HARIANHALUAN.COM - PLN berhasil menjadi perusahaan dengan peringkat tertinggi di Asia Selatan dan Tenggara sebagai perusahaan kunci yang akan menentukan kesuksesan tranformasi sistem energi dan dekarbonisasi, berdasarkan hasi.
  • Rabu, 24 Juni 2020 - 15:47:46 WIB

    Resesi Ekonomi : Cari Lowongan Kerja Bakalan Sulit

    Resesi Ekonomi : Cari Lowongan Kerja Bakalan Sulit HARIANHALUAN.COM - Para pencari kerja di Indonesia bisa kesulitan mencari lowongan pekerjaan dalam beberapa bulan ke depan. Apalagi jika ekonomi benar-benar memasuki resesi..
  • Jumat, 19 Juni 2020 - 11:21:21 WIB

    Sri Mulyani Prediksi Ekonomi RI Minus 3,8% di Akhir Juni 2020

    Sri Mulyani Prediksi Ekonomi RI Minus 3,8% di Akhir Juni 2020 HARIANHALUAN.COM - Kondisi perekonomian Indonesia diprediksi semakin menurun di kuartal II-2020, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan ekonomi nasional akan negatif 3,8% pada kuartal II tahun ini..
  • Jumat, 19 Juni 2020 - 10:34:27 WIB

    Begini Proyeksi Terburuk Ekonomi RI Tahun Ini

    Begini Proyeksi Terburuk Ekonomi RI Tahun Ini HARIANHALUAN.COM - Ketidakpastian kapan berakhirnya pandemi virus Corona alias COVID-19 berdampak besar bagi perekonomian Indonesia. Sampai-sampai pemerintah kembali merevisi angka proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional di tah.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]