Ombudsman Terima Banyak Aduan Bengkaknya Tagihan Listrik, Ada yang Naik 1.000%


Jumat, 19 Juni 2020 - 07:47:07 WIB
Ombudsman Terima Banyak Aduan Bengkaknya Tagihan Listrik, Ada yang Naik 1.000% Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ombudsman Republik Indonesia menyatakan ada banyak laporan dan keluhan masyarakat soal lonjakan tagihan listrik. Bahkan lonjakan yang terjadi ada yang hingga ribuan persen.

Ketua Ombudsman Amzulian Rifai menyatakan bahwa laporan terkait kenaikan tagihan listrik yang melonjak tajam sangat banyak. Amzulian bahkan mengatakan ada yang naik lebih dari 1.000%.

Amzulian mengatakan kemungkinan hal ini menjadi aduan karena kurangnya informasi dari PLN soal alasan mengapa tagihan listrik naik.

"Ombudsman juga dapat laporan terkait kecenderungan kenaikan tagihan listrik yang kembali jadi pembicaraan di berbagai tempat. Mungkin ini karena informasi simpang siur soal kenaikan itu. Bahkan ada yang alami kenaikan lebih dari 1.000%," ungkap Amzulian dalam konferensi virtual via YouTube, Kamis (18/6/2020).

Amzulian juga mengatakan bisa saja ada kesalahan pencatatan yang dilakukan petugas PLN sehingga tagihan naik. Untuk itu, pihaknya meminta agar PLN lebih terbuka soal tagihan listrik ini.

"Atau mungkin ada dugaan kesalahan pencatatan yang dialami petugas PLN, atau jangan-jangan tidak dicatat sama sekali. Informasi ini harus dijelaskan secara transparan," ujar Amzulian.

Kemudian, di kesempatan yang sama, Anggota Ombudsman Laode Ida menyampaikan bahwa salah satu alasan kenaikan tagihan listrik usai bicara dengan PLN adalah kenaikan penggunaan daya selama masa pandemi. Hal ini karena banyak orang mulai berkegiatan di rumah saja.

"Kita tahu kenaikan tagihan hanya dua alasan, kebijakan kenaikan tarif listrik, kedua kenaikan karena tambahan daya. Kalau untuk alasan pertama itu tidak terjadi karena tarif listrik tidak dinaikkan tarif listrik sampai detik ini, lalu alasan kedua adalah kenaikan tambahan daya," ujar Laode.

"Selama masa wabah Corona, di mana orang diam di rumah terjadi peningkatan daya dari pelanggan listrik, itulah sebabnya secara umum terjadi kenaikan tagihan listrik Mei dan Juni," tambahnya.

Yang unik, La Ode menyebut ada lonjakan tagihan listrik yang terjadi disebabkan karena pemilik rumah memelihara anjing. Kok bisa?

Menurut penjelasan PLN, kata Laode, selama ini petugas PLN tidak bisa menghitung dan melaporkan meteran di rumah yang tagihan listriknya melonjak ini. Alasannya, di meteran rumah tersebut pemilik rumah punya anjing peliharaan.

"Penjelasan yang kami peroleh, 3 hari lalu kami koordinasi lagi, ternyata pada kasus khusus ini spesifik yang di Depok, tagihannya dari Rp 100 ribu lebih jadi Rp 2 juta itu 2.000 persen lebih," Jelas Laode.

"Ternyata selama ini petugas PLN tidak hadir ke sana karena di tempat meteran listriknya itu ada ditempatkan anjing sehingga petugas tidak bisa masuk di situ," lanjutnya.

Alhasil, karena tidak adanya pencatatan pada meteran, ada beberapa tagihan yang menumpuk dan ditangguhkan sekaligus dalam satu waktu.

"Itu kasus khusus, jadi ketika diminta penangguhan meteran ternyata ada yang underpaid. Karena ada pembayaran yang kurang," ujar Laode.

Kemudian ada juga kasus di Malang, sebuah bengkel biasanya membayar tagihan sekitar Rp 2 jutaan melonjak hingga Rp 20 juta. Setelah dimintai keterangan PLN, menurut Laode, telah terjadi kerusakan perangkat listrik yang membuat tagihan meroket. Laode langsung meminta solusi khusus soal masalah ini.

"Untuk kasus di Malang, soal kasus bengkel yang tagihannya sampai Rp 20 juta lebih awalnya cuma bayar Rp 2 jutaan, itu ternyata terjadi kerusakan peralatan listrik, sehingga harus ada solusi khususnya," ungkap Laode.

Laode mengatakan masih ada kasus meroketnya tagihan listrik yang tidak wajar belum dijelaskan PLN. Kasus tersebut adalah naiknya tagihan pada rumah atau toko yang kosong dan minim penggunaan listrik. (*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]