Pakai Simbol Nazi, Facebook Blokir Iklan Kampanye Trump


Jumat, 19 Juni 2020 - 13:51:49 WIB
Pakai Simbol Nazi, Facebook Blokir Iklan Kampanye Trump Donald Trump (AP Photo/Alex Brandon)

HARIANHALUAN.COM - Facebook menghapus iklan kampanye Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump karena melanggar kebijakan anti-kebencian. Iklan kampanye Trump itu menampilkan lambang segitiga terbalik, yang pernah menjadi simbol yang dipakai Nazi untuk menandai tahanan politik dan lainnya di kamp konsentrasi.

Seperti dilansir detik.com, Jumat (19/6/2020), tim kampanye Trump menyebut bahwa iklan yang dihapus Facebook ini dimaksudkan untuk menyerang 'kelompok sayap kiri-jauh Dangerous MOBS'. Namun Liga Anti-Penistaan (ADL) dalam pernyataan pada Kamis (18/6) waktu setempat, menyebut lambang segitiga terbalik itu 'praktis identik dengan yang digunakan oleh rezim Nazi untuk mengklasifikasikan tahanan politik di kamp konsentrasi'.

Pihak Facebook dalam pernyataannya menjelaskan alasan penghapusan iklan kampanye untuk pilpres AS pada November mendatang tersebut.

"Kami menghapus postingan dan iklan ini karena melanggar kebijakan kami melawan kebencian terorganisir. Kebijakan kami melarang penggunaan simbol kelompok kebencian yang dilarang untuk mengidentifikasi tahanan politik tanpa konteks yang mengecam atau mendiskusikan simbol tersebut," terang juru bicara Facebook, Andy Stone.

Facebook mengonfirmasi bahwa kelompok kebencian yang dimaksud dalam pernyataannya adalah Nazi.

Menanggapi hal itu, Direktur Komunikasi untuk tim kampanye Trump, Tim Murtaugh, bersikeras menyatakan bahwa lambang segitiga merah itu merupakan 'simbol yang secara luas digunakan oleh Antifa'. Antifa merupakan kelompok sayap kiri-jauh atau yang disebut juga sebagai kelompok politik anti-fasisme.

Tim kampanye Trump menyinggung sejumlah tautan yang menunjukkan poster, stiker dan situs yang menjual merchandise tidak resmi yang dirancang oleh para penggunanya yang menyertakan simbol itu. Tidak ditunjukkan bukti oleh tim kampanye Trump soal aktivis Antifa yang memakai simbol itu.

Disebutkan Murtaugh bahwa iklan itu menyerukan kepada para pendukung Trump untuk mendukung seruan dalam menetapkan Antifa sebagai organisasi teroris.

"Kami mencatat bahwa Facebook masih memiliki emoji segitiga merah terbalik, yang terlihat sama persis, jadi penasaran bahwa mereka hanya menargetkan iklan ini. Gambar ini juga tidak dimasukkan dalam database simbol kebencian oleh Liga Anti-Penistaan," sebutnya.

Dalam responsnya, ADL menyatakan bahwa beberapa aktivis Antifa memang memakai simbol itu, namun itu tidak terlalu umum. Dijelaskan juga oleh ADL bahwa database mereka bukanlah database simbol historis Nazi, melainkan database untuk simbol-simbol yang umum digunakan oleh kelompok ekstremis modern di AS. (*)

/ Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]