Warga Pasaman Pertanyakan Program Pamsimas yang Tak Berfungsi di Jorong Pangian


Jumat, 19 Juni 2020 - 16:34:04 WIB
Warga Pasaman Pertanyakan Program Pamsimas yang Tak Berfungsi di Jorong Pangian Kondisi bangunan Pamsimas di Jorong III Pangian, ditutupi semak belukar dan terkesan dibiarkan.

HARIANHALUAN.COM - Warga Jorong III Pangian, Nagari Muaro Seilolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, pertanyakan bangunan program nasional penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).

Bangunan dengan anggaran hingga ratusan juta rupiah itu tidak berfungsi sejak dibangun tiga tahun lalu. Sejumlah fisik bangunan Pamsimas pun sudah mulai mengalami kerusakan.

Warga Jorong III Pangian, Sibet kepada Harianhaluan.com, Jumat (19/6/2020), mengatakan, bangunan Pamsimas di daerahnya dikerjakan pada 2017. Namun, sejak dibangun hingga sekarang tidak berfungsi.

"Dibangun 2018 tapi tak pernah berfungsi. Pipanya sudah dipasang, namun air tidak ada. Ada indikasi korupsi. Proyek air bersih Pansimas ini adalah proyek gagal," ungkap Sibet.

"Proyek Pamsimas pada 2017 lalu gagal. Sebab, sampai sekarang tidak dapat dimanfaatkan oleh warga," katanya.

Bendungan sebagai sumber air tertutup material batu dan pasir, bak penampungan air proyek Pamsimas mulai mengalami kerusakan dan ditumbuhi semak belukar, keran air berkarat, pipa saluran pun tidak ditanam.

"Seharusnya program Pamsimas ini menjadi solusi mengatasi masalah kekurangan air bersih disaat musim kemarau bagi warga. Tapi ini tidak sama sekali," ujarnya.

Kepala Jorong III Pangian, Abdul Gafar membantah proyek Pamsimas di kejorongan itu gagal total. Ia mengatakan, bahwa proyek Pamsimas di kampung itu sudah melewati uji fungsi sebelum diserahkan pengelolaannya kepada masyarakat.

"Kalau kondisi bangunan Pamsimas ini kurang terawat, pipa yang tidak ditanam, bendungan tertutup material, itu betul. Tapi, kalau dikatakan gagal fungsi, itu informasi yang keliru," katanya.

Dikatakan, panitia pengelola, pengadaan air minum dan sanitasi setempat mengalami kesulitan dalam melakukan pemeliharaan, karena tidak memiliki dana dan anggaran. Pasalnya, kata dia, masyarakat setempat enggan membayarkan kewajiban atas air yang sudah mereka nikmati.

"Warga ogah bayar iuran yang dipatok panitia tiap KK cuma sebesar Rp500, Apalagi mau dinaikkan menjadi Rp1000. Ini lah yang menjadi dasar kemarahan masyarakat, dan bilang proyek Pamsimas tidak berfungsi," ujarnya.

Lanjut Gafar, sebanyak 136 KK di Jorong III Pangian menikmati aliran air bersih yang dilengkapi meteran tersebut. Pembangunan fasilitas air minum dan sanitasi itu, dulu, menelan dana sekitar Rp214 juta.

"Jujur, kalau kondisi bangunan mulai dari intake, reservoir dan lain lain memang kurang terawat, namun itu disebabkan tidak adanya partisipasi masyarakat setempat. Bukan karena proyek itu gagal sejak awal," pungkasnya lagi. (*)

Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 03 Juli 2020 - 16:36:56 WIB

    Selama 6 Bulan, 29 Warga Pariaman Terkena DBD

    Selama 6 Bulan, 29 Warga Pariaman Terkena DBD HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 29 warga Kota Pariaman tercatat kena demam berdarah (DBD) sejak Januari sampai Juni 2020. "Paling banyak terkena kasus tersebut, anak berusia 15 tahun kebawah," kata Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota .
  • Ahad, 28 Juni 2020 - 11:28:33 WIB

    Agam Buncah, Seorang Warga Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Sebulan Tak Ada Kasus

    Agam Buncah, Seorang Warga Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Sebulan Tak Ada Kasus HARIANHALUAN.COM - Setelah lebih sebulan kasus Covid-19 melandai di Kabupaten Agam, bahkan 18 warga yang sebelumnya dinyatakan positif terinfeksi virus Corona juga telah sembuh. Namun, Minggu (28/6/2020) pagi kembali buncah, .
  • Jumat, 26 Juni 2020 - 18:31:40 WIB

    Kabar Baik, 42 Warga Puluik-puluik Dinyatakan Negatif Covid-19

    Kabar Baik, 42 Warga Puluik-puluik Dinyatakan Negatif Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada 42 orang masyarakat yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sembako tersebut diterima oleh salah seorang peserta karantina.
  • Kamis, 25 Juni 2020 - 09:29:45 WIB

    Satu Warga Nagari Pilubang Sungai Limau Terima Bantuan RTLH

    Satu Warga Nagari Pilubang Sungai Limau Terima Bantuan RTLH HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kembali menggelontorkan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) bagi warga tak mampu di kabupaten ini, Kamis (25/6) di Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau. Bantuan tersebut dian.
  • Rabu, 24 Juni 2020 - 20:20:37 WIB

    Sebanyak 42 Warga Karantina di Pessel Jalani Tes Swab

    Sebanyak 42 Warga Karantina di Pessel Jalani Tes Swab HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 42 orang warga Nagari Puluik-puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan yang pernah kontak dengan pasien positif covid-19 asal Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi menjalani .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]