Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pulih di 2021


Jumat, 19 Juni 2020 - 19:49:17 WIB
Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pulih di 2021 Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Fabrio N Kacaribu optimistis tahun 2021 perekonomian Indonesia akan memasuki masa pemulihan. Namun dia menyadari kondisi ini sangat dipenuhi ketidakpastian.

"Tahun 2021 kita melihat akan recovery, dengan segala kerendahan hati memang kita dipenuhi ketidakpastian," kata Febrio dalam Webinar Apindo bertema 'Peran Kebijakan Akselerasi Produk Inovasi Di Era New Normal', Jakarta, Jumat (19/6).

Tak hanya Indonesia, beberapa negara lain menunjukkan pola prediksi yang serupa. Sebab itu, perlu membuat berbagai prediksi untuk melihat peluang yang bisa dimanfaatkan. Diperkirakan pada tahun 2021 mendatang pertumbuhan ekonomi bisa kembali pulih antara 4,5 persen sampai 5,6 persen.

Untuk sampai di angka tersebut, berbagai upaya perlu dilakukan sejak dini seperti mempertahankan daya beli masyarakat. Pemerintah juga berupaya agar sektor swasta dan produksi bisa beroperasi kembali.

Febrio mengatakan pertumbuhan ekonomi secara kuartal akan bergerak fluktuatif. Pada kuartal I pandemi belum banyak memberikan pengaruh pada pertumbuhan ekonomi. Namun kuartal II diprediksi pertumbuhan ekonomi akan terkontraksi.

"kaurtal II pasti akan dalam, kuartal III mudah-mudahan bisa bergerak, harapannya di kuartal IV sudah bisa (mulai pulih)," kata Febrio.

Cegah Gelombang Kedua

Untuk itu pada kuartal III akan didorong pemberian kredit modal. Sehingga pada kuartal IV bergerak melakukan pemulihan ekonomi.

Bayang-bayang ketidakpastian yang perlu dihindari saat ini mencegah terjadinya gelombang kedua penyebaran virus corona. Hal ini akan terus terjadi selama vaksin belum ditemukan.

Para peneliti dari CEPI menyebutkan biasanya penemuan vaksin dari sebuah virus baru bisa ditemukan setelah 8 tahun. Namun pandemi corona ini membuat para peneliti membuat skenario penemuan virus selama 1,5 tahun.

"Saat ini mereka bisa kejar skenario 18 bulan untuk ketemu vaksin, ya kita sama-sama berdoa," kata Febrio.

Saat ini ada sekitar 200 ribu kandidat vaksin yang sedang diteliti. Jika vaksin telah ditemukan, Indonesia akan memproduksi vaksin tersebut secara massal lewat perusahaan Biofarma.

"Biofarma itu juga lagi kita dorong untuk memproduksi massal untuk Asia Tenggara," kata dia.

Produksi massal vaksin ini bakal membuka peluang ekspor baru Indonesia. Tak hanya untuk Asia Tenggara, melainkan juga seluruh dunia. (*)

 Sumber : merdeka.com /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]