Padang Terapkan Zona Kelurahan dalam PPDB 2020, Begini Penjelasan Disdik


Jumat, 19 Juni 2020 - 22:27:42 WIB
Padang Terapkan Zona Kelurahan dalam PPDB 2020, Begini Penjelasan Disdik Habibul Fuadi

HARIANHALUAN.COM - Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi mengatakan bahwa untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 di kota ini mengalami sedikit relaksasi.

Pemberian relaksasi tersebut tidak sepenuhnya berdasarkan jarak tempat tinggal calon siswa dengan sekolah dikarenakan pertumbuhan penduduk Kota Padang tidak merata di setiap daerah. Beberapa daerah memiliki lokasi sekolah yang berdekatan, namun ada juga yang memiliki akses cukup jauh.

Untuk menyiasati hal demikian, Dinas Pendidikan Kota Padang bersama pemerintah kota menetapkan zonasi berdasarkan kelurahan dan irisannya. 

"Kadang ada jarak tempat tinggal dengan sekolah dekat, namun untuk mencapai akses tersebut dibatasi oleh sungai atau batang air, sehingga calon siswa tersebut harus melingkari jarak yang lumayan jauh, biasanya ini bagi masyarakat yang tinggal di perbatasan," kata Habibul Jumat (19/6/2020).

Habibul menambahakan bahwa terdapat 36 kelurahan di Kota Padang yang tidak memiliki SMP. Untuk menyiasati hal tersebut, maka ia memutuskan untuk memakai sistem irisan yakni daerah tetangga yang memiliki sekolah dijadikan sebagai zonasi. Diakuinya, beberapa daerah di Padang hanya mengalami kendala di letak geografis daerah, sedangkan untuk akses internet dalam pendaftaran lewat online relatif bagus dan cukup membantu.

"Untuk akses internet kita tidak ada masalah. Hari ini pendaftaran untuk calon siswa SD sudah selesai tahap I dan dilaksanakan daftar ulang, nantinya jika kuota masih tersedia akan kita buka tahap kedua," katanya.

Namun pada tingkat SMP, registrasi akan dimulai hari ini sampai tanggal 28 Juni mendatang, dilanjutkan tanggal 29 Juni pengumuman hasilnya, "nanti akan diinformasikan perkembangannya," katanya.

Belajar dari tahun sebelumnya, pendaftaran tingkat SD tidak memiliki kendala karena daya tampung sekolah dengan peminat berimbang. Berbeda kasus dengan tingkat SMP yang memiliki persaingan cukup tinggi, karena beberapa siswa memburu sekolah unggulan.

"Dengan pemberlakuan sistem zonasi ini tidak ada lagi mindset sekolah unggulan, semuanya sama, meskipun terdapat juga jalur prestasi lintas zonasi sebesar 30 persen," tutup Habibul. (*)

Reporter : Metria Indeswara /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]