Imam Nahrawi Sebut Taufik Hidayat Terima Rp 7,8 M Urus Kasus di Kejagung


Jumat, 19 Juni 2020 - 23:26:24 WIB
Imam Nahrawi Sebut Taufik Hidayat Terima Rp 7,8 M Urus Kasus di Kejagung Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Mantan Menpora Imam Nahrawi menyebut mantan Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) Taufik Hidayat pernah menerima uang Rp 7 miliar dan Rp 800 juta. Menurut Imam uang tersebut untuk pengurusan perkara di Kejaksaan Agung.

"Untuk pengurusan perkara di Kejaksaan Agung," ungkap Imam saat membacakan pleidoi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Imam tak merinci lebih jauh terkait penerimaan Rp 7,8 miliar oleh Taufik. Menurut dia, dirinya sudah menyampaikan hal tersebut kepada penyidik. Namun Imam heran hal tersebut tak diungkap lebih jauh oleh penyidik.

"Entah ke mana dan mengapa itu hilang tanpa kejelasan. Itu hilang seolah-olah tenggelam, entah mengapa dan ke mana," kata Imam.

Terkait dengan dugaan penerimaan uang Rp 1 miliar yang diduga diterima Miftahul Ulum melalui Taufik, Imam menyebut sejatinya Taufik juga dijerat sebagai tersangka. Apalagi, Taufik sudah mengakui dirinya sebagai perantara.

Dengan pengakuannya tersebut, Imam menyebut sejatinya pihak lembaga antirasuah bisa menjerat Taufik Hidayat. Imam mempertanyakan cara pandang yang digunakan lembaga antikorupsi untuk menjerat seorang sebagai tersangka.

"Seharusnya bila ini dipaksakan menjadi perkara suap, secara logika Taufik Hidayat juga menjadi tersangka suap sebagai perantara, tidak pandang beliau mengerti atau tidak uang itu harus diapakan dan dikemanakan," kata Imam.

Mantan pemain bulu tangkis Taufik Hidayat sebelumnya tak membantah jika adik kandung mantan Menpora Imam Nahrawi, Syamsul Arifin pernah terseret perkara hukum. Taufik menyebut persoalan hukum tersebut terkait Asian Games.

Taufik mengungkapkan hal itu saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara suap pengurusan dana hibah KONI dan gratifikasi dengan terdakwa Miftahul Ulum, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Awalnya, mantan staf khusus Imam itu bersama Direktur Perencanaan dan Anggaran Program Satlak Prima Tommy Suhartanto dipanggil Imam di ruang Menpora.

"Betul (Taufik dan Tommy dipanggil Imam Nahrawi di ruangannya)," kata Taufik bersaksi melalui video conference.

Taufik sempat berkelit saat disinggung jaksa soal pengakuannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Taufik berdalih pemanggilan dirinya dan Tommy terkait keluh kesah Imam.

"Saya ingatkan di BAP mengenai mengurus masalah hukum adiknya Menpora?" cecar jaksa.

"Ya itu hanya cerita saja Pak, hanya keluh kesah saja," kata Taufik.

Tak puas, jaksa kembali mencecar Taufik terkait penyampaian permintaan Imam mengurus perkara yang merundung adiknya. Saat itu, kata Taufik, dirinya sempat memberi saran.

"Bagaimana Menpora menyampaikan mengurus kasus adiknya?" cecar jaksa.

"Beliau berkeluh kesah saja, di situ beliau cerita ada masalah dengan sosialisasi Asian Games, di situ Pak, Beliau menyatakan ini bagaimana ya dan saya menyarankan ke kuasa hukum Kemenpora karena ini kan Kemenpora, dan saya menyarankan itu," ucap Taufik.

Dituntut 10 Tahun Penjara

Jaksa KPK sebelumnya menuntut Imam Nahrawi dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta. Imam juga dituntut mengganti uang negara sebesar Rp 19,1 miliar serta pencabutan hak politik.

Menurut jaksa, Imam terbukti menerima suap sebesar Rp 11,5 miliar bersama asisten pribadinya Miftahul Ulum. Jaksa meyakini uang tersebut untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan oleh KONI Pusat kepada Kemenpora tahun anggaran 2018. Imam bersama-sama Ulum menerima fee dari Ending Fuad Hamidy dan Johnny E Awuy terkait sejumlah proposal yang diajukan KONI.

Proposal itu terkait bantuan dana hibah pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multi event 18th Asian Games 2018 dan 3rd Asian Para Games 2018. Kemudian, terkait proposal dukungan KONI Pusat dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun kegiatan 2018.

Imam juga dianggap oleh jaksa terbukti menerima gratifikasi Rp 8,64 miliar bersama Ulum yang diterima dari berbagai sumber. Ulum ditugaskan sebagai perantara antara Imam dan pemberi gratifikasi. (*)

 Sumber : Liputan6.com /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 29 Juni 2020 - 08:16:14 WIB

    Dituntut 10 Tahun Penjara, Mantan Menpora Imam Nahrawi Jalani Sidang Vonis Hari Ini

    Dituntut 10 Tahun Penjara, Mantan Menpora Imam Nahrawi Jalani Sidang Vonis Hari Ini HARIANHALUAN.COM - Pengadilan Tipikor Jakarta hari ini menggelar sidang vonis mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Imam sebelumnya terlibat kasus dugaan korupsi dana hibah Kemenpora ke KONI dan gratifika.
  • Jumat, 12 Juni 2020 - 16:53:41 WIB

    Mantan Menpora Imam Nahrawi Dituntut 10 Tahun Penjara

    Mantan Menpora Imam Nahrawi Dituntut 10 Tahun Penjara HARIANHALUAN.COM - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dituntut hukuman berupa pidana penjara selama 10 tahun. Imam dinilai terbukti menerima suap dan gratifikasi sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum .
  • Sabtu, 16 Mei 2020 - 20:22:17 WIB

    Mantan Menpora Imam Nahrawi Ultimatum Taufik Hidayat: Jangan Sok Suci!

    Mantan Menpora Imam Nahrawi Ultimatum Taufik Hidayat: Jangan Sok Suci! HarianHaluan.com - Terdakwa mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi melalui penasihat hukumnya, La Ode Umar Bonte menyesalkan sikap mantan bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat usai dihadirkan sebagai saksi .
  • Jumat, 20 Desember 2019 - 09:56:02 WIB

    'Drop Shot' Imam Nahrawi ke Taufik Hidayat

    'Drop Shot' Imam Nahrawi ke Taufik Hidayat JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sedikit demi sedikit persoalan dugaan transaksi haram terkait mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi terungkap. Salah satunya perihal adanya uang dari mantan pebulutangkis Taufik.
  • Ahad, 17 November 2019 - 10:43:41 WIB

    Soal Ucapan Salam Agama Lain, Begini Kata Imam Besar Istiqlal

    Soal Ucapan Salam Agama Lain, Begini Kata Imam Besar Istiqlal JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur untuk menghindari ucapan salam agama lain dimaksudkan untuk menciptakan kerukunan di antara um.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]