Benarkah Serumah dengan Pasien Covid-19 Beresiko Tinggi Terinfeksi?


Sabtu, 20 Juni 2020 - 08:18:52 WIB
Benarkah Serumah dengan Pasien Covid-19 Beresiko Tinggi Terinfeksi? ilustrasi Covid-19

HARIANHALUAN.COM - Virus corona memang menular melalui droplet atau percikan ludah yang mengandung virus. Itulah mengapa kontak dekat dengan penderita berisiko tinggi terinfeksi. Biasanya satu anggota keluarga yang terinfeksi akan mudah menularkan anggota keluarga lainnya di dalam rumah. Mengapa itu terjadi?

Mengutip Times Of India, Jumat (19/6/2020) hal ini dibenarkan berdasarkan penelitian di China dan Amerika Serikat yang mendata 350 pasien Covid-19 dan sebanyak 2000 orang telah melakukan kontak dekat dengan pasien. Sebanyak 2000 orang ini berada di kota Guangzhou, China kemudian datanya dianalisis bagaimana para pasien ini menularkan orang lain.

Ditemukan rata-rata pasien hanya bisa menularkan 2,4 persen orang yang tidak tinggal bersama dengan mereka dalam satu atap. Akan tetapi lonjakan berubah menjadi 17,1 persen terhadap orang yang tinggal bersama pasien. Sedangkan risiko terinfeksi tertinggi adalah orang-orang berusia di atas 60 tahun dan umur terendah mereka berusia di bawah 20 tahun.

Sehingga, tingkat penularan SARS CoV-2 ini lebih tinggi dibanding wabah SARS pada 2003 lalu. Bahkan 3 kali lebih tinggi tingkat penularannya dibanding MERS. Penelitian ini juga membuktikan bagaimana virus bisa mudah menular dalam masa inkubasi dan bisa ditularkan meski orang yang terinfeksi tidak bergejala atau belum menunjukkan gejala. Sehingga karantina mandiri di rumah bisa menurunkan risiko menginfeksi sebesar 20 hingga 50 persen. (*)

 Sumber : Suara.com /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 03 Juli 2020 - 11:46:51 WIB

    Benarkah Anak-Anak Lebih Kuat Hadapi Serangan Virus Corona COVID-19?

    Benarkah Anak-Anak Lebih Kuat Hadapi Serangan Virus Corona COVID-19? HARIANHALUAN.COM - Laporan DW Indonesia yang dikutip Jumat (3/7/2020) menyebut, dalam pandemi Corona jenis baru yang terjadi di Jerman misalnya, statistik menunjukkan, dari sekitar 9.000 kasus meninggal sejak pecahnya wabah, .
  • Ahad, 28 Juni 2020 - 19:28:55 WIB

    Sayur Bayam Bisa Sebabkan Asam Urat, Benarkah?

    Sayur Bayam Bisa Sebabkan Asam Urat, Benarkah? HARIANHALUAN.COM – Sayur bayam termasuk bahan makanan yang mengandung zat besi tinggi. Melansir Health Line, sekitar 3,5 ons (100 gram) bayam mentah bisa mengandung 2,7 mg zat besi, yang merupakan 15 persen kebutuhan zat .
  • Sabtu, 27 Juni 2020 - 09:33:31 WIB

    Makin Banyak Pria 'Tak Perkasa' Gara-gara Wabah Corona, Benarkah?

    Makin Banyak Pria 'Tak Perkasa' Gara-gara Wabah Corona, Benarkah? HARIANHALUAN.COM - Pandemi virus Corona COVID-19 memberikan dampak yang sangat luas, baik langsung maupun tidak langsung. Pemberlakuan lockdown dan berbagai pembatasan lain di berbagai belahan dunia juga berdampak pada kehidu.
  • Sabtu, 27 Juni 2020 - 07:42:58 WIB

    Gula Kelapa Lebih Sehat daripada Gula Pasir, Benarkah?

    Gula Kelapa Lebih Sehat daripada Gula Pasir, Benarkah? HARIANHALUAN.COM - Gula, meskipun rasanya enak, namun tidak baik untuk kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Meski begitu, ada alternatif yang lebih baik untuk memberi rasa manis pada makanan dan minuman..
  • Senin, 22 Juni 2020 - 07:40:04 WIB

    Benarkah Rutin Minum Teh Bikin Panjang Umur? Ini Kata Peneliti

    Benarkah Rutin Minum Teh Bikin Panjang Umur? Ini Kata Peneliti HARIANHALUAN.COM - Teh dikenal sebagai minuman yang kaya manfaat kesehatan. Sebuah studi mengungkapkan, dengan rutin mengkonsumsi teh dapat membuat hidup lebih lama atau panjang umur. Apa benar?..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]