Heboh Obat Covid-19 Sudah Ditemukan di Indonesia, Seriuskah?


Sabtu, 20 Juni 2020 - 19:21:12 WIB
Heboh Obat Covid-19 Sudah Ditemukan di Indonesia, Seriuskah? Uji Lab Kandidat Obat Herbal untuk Covid-19 (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

HARIANHALUAN.COM - Peneliti tanah air sudah menemukan lima kombinasi obat yang dinilai efektif dalam melawan virus Corona tipe baru. Hal ini menjadi kabar baik, akhirnya pencarian obat Covid-19 di tanah air mulai menemukan titik terang. Tapi benarkah?.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga telah melakukan riset terhadap kombinasi obat-obatan yang sudah beredar di pasaran terhadap potensi dan efektivitas obat tersebut sehingga membuat efek antiviral dari Sars Cov-2.

Kelima kombinasi obat tersebut antara lain, lopinavir/ritonavir dengan azithromicyne, lopinavir/ritonavir dengan doxycyline, lopinavir/ritonavir dengan chlaritromycine, Hydroxychloroquine dengan azithromicyne dan hydroxychloroquine dengan doxycycline.

Namun demikian, kombinasi obat ini masih akan diujicobakan ke manusia dan belum dijual di pasaran.

"Kami melakukan uji toksisitas, apakah obat tersebut toksik bagi tubuh kita. Kedua mengecek atau meneliti potensi untuk membunuh dari virus Sars Cov-2 dan efektivitas obat tersebut. Kami juga mengecek juga inflamasi dan anti inflamasi," tutur Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga Purwati, dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (20/6/2020).

Dari 14 rejimen obat yang diteliti, terdapat lima regimen obat yang memiliki potensi dan efektivitas yang bagus untuk menghambat virus tersebut masuk ke sel target. Selain itu ditemukan bahwa kombinasi tersebut bisa menghambat dan menurunkan perkembangbiakan dari virus tersebut di sel.

"Kami mengikuti perkembangan secara bertahap dari 24 jam, 48 jam, dan 72 jam, dari jumlahnya ratusan menjadi undetected. Ini hasil dari kombinasi obat tersebut," katanya.

Purwati melanjutkan, dari beberapa obat yang dikombinasikan ini pernah dilakukan penelitian hanya saja berupa dosis tunggal. Kali ini dilakukan kombinasi karena memiliki potensi dan efektivitas yang bagus terhadap daya bunuh virus tersebut.

Deksametason, Obat Penyembuh Corona

Perkembangan terbaru, riset obat Covid-19 juga dilakukan oleh peneliti Inggris atas penggunaan Dexamethasone atau Deksametason untuk pengobatan pasien corona. Setelah pujian yang dilontarkan WHO, banyak orang yang mulai mencari obat ini sebagai langkah pengobatan virus Corona.

Namun, Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengungkapkan, penggunaan dexamethasone harus dilakukan dalam pengawasan dokter dan hanya berfungsi mengobati pasien dengan sakit berat. Obat ini tidak bisa berfungsi sebagai pencegahan atau bagi pasien positif dengan gejala yang ringan.

"Ini hanya untuk kasus konfirmasi berat yang membutuhkan ventilator, penggunaan obat ini bisa mengurangi kematian 20-30% pada pasien tersebut. Tetapi ini bukan terapi untuk kasus positif ringan, dan tidak memiliki dampak pencegahan karena ini bukan vaksin," kata Reisa, Jumat (19/06/2020).

Deksametason adalah obat steroid dan hanya boleh digunakan atas saran ahli. Menurut Reisa, obat ini bisa mengurangi peradangan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, akan tetapi penggunaan jangka panjang tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba.

Meski harga obat ini terjangkau tetapi harus memiliki rekomendasi apalagi bila memiliki alergi makanan. Dosis dan penggunaannya pun diberikan berdasarkan usia, dan reaksi terhadap obat konsumsi jangka panjang.

Merespons hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan, saat ini belum terdapat obat yang spesifik untuk Covid-19, walaupun beberapa obat telah dipergunakan untuk penanganan Covid-19 sebagai obat uji.

"Hasil penelitian Universitas Oxford terkait penggunaan Deksametason menunjukkan penurunan kematian hanya pada kasus pasien COVID-19 yang berat yang menggunakan ventilator (alat bantu pernapasan) atau memerlukan bantuan oksigen. Obat ini tidak bermanfaat untuk kasus COVID-19 ringan dan sedang atau yang tidak dirawat di rumah sakit," ujar BPOM dalam keterangan pers, Jumat (19/6/2020). (*)

 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]