Defisit Anggaran Melebar, Kebutuhan Pembiayaan Utang Indonesia Naik Jadi Rp1.647 T


Sabtu, 20 Juni 2020 - 19:47:25 WIB
Defisit Anggaran Melebar, Kebutuhan Pembiayaan Utang Indonesia Naik Jadi Rp1.647 T Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Luthfi Rahman

HARIANHALUAN.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali menambah biaya penanganan pemulihan ekonomi nasional (PEN) menjadi Rp 695,2 triliun dari sebelumnya Rp 677,2 triliun.

Hal ini diikuti oleh pelebaran defisit anggaran yang di proyeksi melebar Rp 1.039,2 triliun atau 6,34% dari PDB.

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengatakan, dengan defisit anggaran yang melebar, maka kebutuhan pembiayaan pun naik sebesar Rp 905,2 triliun menjadi Rp 1.647,1 triliun, dari sebelumnya hanya Rp 741,8 triliun.

"Perubahan ini dimaksudkan untuk menyerap kebutuhan masyarakat yang dinamis dan mengantisipasi dampak pandemi, dan terus dibahas di internal Pemerintah dan bersama-sama dengan Badan Anggaran dan Komisi XI DPR RI," ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (20/6/2020).

Yustinus menjelaskan, perubahan final anggaran ini akan dituangkan melalui revisi Peraturan Presiden (Perpres) nomor 54 tahun 2020. Ia pun memastikan, dalam menjalankan APBN Kemenkeu akan melakukan secara kredibel, transparan, dan akuntabel.

"Kemenkeu, terus berkomitmen mencermati setiap perubahan yang terjadi, menyerap dan mendengarkan aspirasi publik, dan mendiskusikan rencana dan langkah-langkah  yang akan diambil dengan seluruh pemangku kepentingan," jelasnya.

Adapun rincian biaya pemulihan ekonomi akibat Covid ini sebesar Rp 695,2 triliun tersebut adalah:

- Rp 87,55 T untuk anggaran kesehatan,
- Rp 203,9 T untuk perlindungan sosial,
- Rp 120,6 T untuk insentif usaha,
- Rp 123,46 T disiapkan untuk sektor UMKM,
- Rp 53,57 T untuk pembiayaan korporasi, dan
- Rp 106,11 T untuk dukungan sektoral K/L dan Pemda. (*)

 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 16 Juni 2020 - 14:17:28 WIB

    Sri Mulyani Sebut Defisit APBN hingga Mei 2020 capai Rp179,6 triliun

    Sri Mulyani Sebut Defisit APBN hingga Mei 2020 capai Rp179,6 triliun HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari Januari hingga Mei 2020 telah mencapai Rp179,6 triliun atau 1,1 persen persen terhadap .
  • Rabu, 19 Februari 2020 - 20:28:19 WIB

    Waduh..! Awal 2020, Negara Sudah Defisit Rp 36 T

    Waduh..! Awal 2020, Negara Sudah Defisit Rp 36 T JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit anggaran sebesar Rp 36,1 triliun pada Januari 2020. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan defisit itu setara 0,21% dari nilai PDB..
  • Kamis, 21 November 2019 - 10:51:28 WIB

    Duh.., Iuran Dinaikkan, BPJS Kesehatan Diprediksi Masih Defisit di 2020

    Duh.., Iuran Dinaikkan, BPJS Kesehatan Diprediksi Masih Defisit di 2020 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Permasalahan defisit yang dialami BPJS Kesehatan memang belum ada habisnya. Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, kenaikan iuran yang berlaku mulai awal 2020 mendatang pun belum ma.
  • Senin, 18 November 2019 - 14:22:52 WIB

    Defisit APBN Tembus Rp289 T per Oktober 2019

    Defisit APBN Tembus Rp289 T per Oktober 2019 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah tembus Rp289,1 triliun per Oktober kemarin. Defisit tersebut mencapai 1,8 persen dari P.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]