Dua Doktor UIN Padang Lakukan Penguatan Guru Perguruan Thawalib Jelang Tahun Ajaran Baru 2020/2021


Ahad, 21 Juni 2020 - 07:56:50 WIB
Dua Doktor UIN Padang Lakukan Penguatan Guru Perguruan Thawalib Jelang Tahun Ajaran Baru 2020/2021 Dr Muchlis Bahar, Lc, MA dan Dr H. Zulkarnaini, M.Ag lakukan review di Perguruan Thawalib

HARIANHALUAN.COM - Yayasan Thawalib Padang Panjang mendatangkan dua orang doktor dari Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang yakni Dr. H. Zulkarnaini, M.Ag dan Dr. Muchlis Bahar, Lc, MA, untuk melakukan penguatan terhadap tenaga kependidikan atau guru Perguruan Thawalib Padang Panjang. Langkah penguatan tersebut sebagai upaya untuk mempersiapkan proses belajar mengajar di Perguruan Thawalib menjelang tahun ajaran baru 2020/2021 bulan Juli nanti.

Selama dua hari mulai Sabtu-Minggu, tanggal 20-21 Juni 2020 bertempat di Perguruan Thawalib Padang Panjang, kedua  dosen senior UIN Imam Bonjol tersebut melakukan review terhadap tenaga kependidikan terkaitan dengan mata pelajaran yang diajarkan di Perguruan Thawalib.

Ketua Umum Yayasan Thawalib Padang Panjang, Abrar, M.Ag kepada harianhaluan.com, Minggu (21/6/2020) menjelaskan, pihak Yayasan Thawalib sengaja mendatangkan dua  orang  dosen senior  UIN Imam Bonjol untuk melakukan review terhadap tenaga kependidikan yang ada di Perguruan Thawalib.

Menurut Abrar, review tersebut dilakukan oleh tenaga ahli yang memiliki disiplin ilmu yang erat kaitannya dengan berbagai mata pelajaran yang selama ini diajarkan di Perguruan Thawalib. “Dua doktor senior dari UIN Imam Bonjol sengaja kami hadirkan ke Thawalib untuk melakukan review,” ujarnya.

Kegiatan yang dilaksanakan dua hari berturut turut tersebut dihadiri oleh seluruh guru Perguruan Thawalib dari berbagai jenjang pendidikan yakni guru di MTs Thawalib dan guru di KUI Thawalib Padang Panjang. “Dalam waktu dua hari sekitar 60 orang guru hadir dalam kegiatan review yang langsung dilakukan oleh Pak Zulkarnaini dan Pak Muchlis Bahar,” kata Abrar.

Pelajaran Kitab Khas Thawalib

Sementara, Ketua Yayasan Thawalib Padang Panjang Dr Saiful Amin menambahkan,  Perguruan Thawalib Padang Panjang sebagai lembaga pendidikan Isam tertua di Sumatera Barat dalam proses belajar mengajar, sedikitnya  ada 12 kitab yang diajarkan untuk santri tingkat MTs Thawalib dan 21 kitab yang diajarkan untuk santri tingkat KUI/Aliyah Thawalib.

Kitab kitab gundul atau dikenal dengan sebutan kitab kuning tersebut dengan tulisan arab diantaranya mata pelajaran Tauhid, Akhlak, Nahwu, Sharaf, Hadis, Fiqih, Ushul Fiqih, Arud, Adyan, Faradih,  Mantiq, Tarekh Tasyrik,  Balaghah dan kitab kitab lainnya.

Karena kitab kitab tersebut diajarkan kepada seluruh santri d Perguruan Thawalib dan itu merupakan kitab khas Thawalib, maka saat ini dilakukan review oleh tenaga ahli terhadap para tenaga kependidikan atau guru. “Review tersebut untuk  penguatan tenaga kependidikan atau guru yang mengajar di Perguruan Thawalib, karena hal ini berkaitan dengan keilmuan mengajarkan kitab kitab Thawalib,” kata Saiful Amin.

Langkah review yang dilakukan, jelas Saiful Amin bertujuan agar seluruh mata pelajaran kitab Thawalib tersebutr, betul betul nantinya dalam pengajaran kepada seluruh santri  dapat dipelajari secara baik. “Dalam dunia pendidikan, mereview atau meng up grade ilmu pengetahuan bagi tenaga kependidikan adalah hal yang lumrah dilakukan.  Karena hal ini menyangkut ilmu pengetahuan , apalagi terkait dengan pelajaran kitab kitab,” ujar Saiful Amin.

Para santri Perguruan Thawalib untuk jenjang pendidikan MTs Thawalib atau setingkat SMP mendapatkan pengajaran 12 kitab Thawalib yakni Akhlak, Tauhid, Fiqih, Nahwu, Sharaf, Mutalaah, Muhadatsah, Mahfuzat, Hadist,  Tarekh Islam,  Tafsir dan Hidzul Quran. Selain itu, juga mendapat pelajaran mata pelajaran madrasah dan pelajaran umum.

Sementara untuk jenjang pendidikan tingkat Aliyah atau Kuliyatul Ulum El-Islamiyah (KUI) Thawalib, para santri diberian pelajaran 21 kitab Thawalib yakni Tafsir, Imu Tafsr, Hadist, Imu Hadist, Fiqih, Ushul Fiqih, faraidh, tauhid, Aklak, Tarekh, Adyan,  Tarekh Tasyrik, Nahwu, Sharaf, Balaghah, Mantiq, Mutalaah, Muhadatsah, Arudh, Qiraah dan Imu Jiwa. Kemudian juga mendapatkan pelajaran madrasah dan pelajaran umum.

Dengan mata pelajaran kitab kitab Thawalib tersebut, maka seluruh santri Perguruan Thawalib selain belajar pada pagi hari mulai pukul 07.30 wib sampai pukul 14.30 Wib, juga dilanjurkan dengan belajar malam untuk memperkuat pendalami pelajaran kitab kitab tersebut.

Kata Saiful Amin, penguatan yang dilakukan oleh dua doktor  UIN Imam Bonjol kepada seluruh guru Perguruan Thawalib adalah bagian dari program Review Sumber Daya Manusia (SDM) dan Penataan Kurikulum Perguruan Thawalib. “Kegiatan yang diadakan dalam dua hari itu, bagian dari proses implementasi program Yayasan Thawalib yakni penataan kurikulum dan Review SDM,” ujarnya. (*)

 Sumber : rilis /  Editor : Heldi Satria

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]