Indonesia Bersiap Produksi Film dengan Terapkan Protokol Kesehatan


Ahad, 21 Juni 2020 - 18:21:32 WIB
Indonesia Bersiap Produksi Film dengan Terapkan Protokol Kesehatan Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Indonesia sedang dalam proses memasuki fase normal baru (new normal). Setelah sebelumnya terhenti karena adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sejumlah aktivitas telah kembali dapat dilakukan.

Produser film Chand Parwez juga telah menyiapkan protokol kesehatan di lokasi syuting agar aktivitas penggarapan film yang tertunda dapat kembali terlaksana.

"Ini kami sudah persiapan, apa yang bisa kami persiapkan, kami siapkan, foto poster atau apa. Ada yang sudah mulai reading, ada yang mulai latihan. Kami sudah mulai berjalan sih," ujarnya dalam sesi IG Live bersama CGV.

Sebelum memulai syuting, Chand Parwez mengatakan semua kru dan pemain yang ada di lapangan haruslah dinyatakan bersih dari virus Corona.

Oleh karena itu, ia memberikan tes kepada semua yang akan terlibat dalam produksi filmnya.

"Sebelum produksi kami melakukan SWAB dan rapid test, untuk demi kesehatan bersama kita lakukan PCR," terang Chand Parwez.

Dia mengakui, tes kesehatan tersebut tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit, akan tetapi pihaknya tidak ingin mengambil resiko.

"Protokol ini pasti menambah biaya untuk kami, tapi itu juga sebuah konsekuensi yang harus kami lakukan. Jadi saya juga tidak masalah dengan protokol ini," ungkap dia.

Contohnya adalah aktor Angga Yunanda yang akan menjalani proses syuting dalam sebuah film garapan rumah produksi yang dipimpinnya.

Aktor Dua Garis Biru itu bermukim di Lombok selama masa PSBB. Saat ini, Angga telah berada di Jakarta untuk melakukan proses syuting.

Begitu tiba di Jakarta, rumah produksi langsung meminta Angga melakukan tes PCR dengan metode SWAB. Setelahnya Angga diminta untuk melakukan karantina mandiri sebelum nantinya siap untuk menjalani proses syuting.

"Langsung kami lakukan PCR, kami karantina, dan prosesnya sedang berjalan. Kami sedang persiapan dan insya Allah kami ada rencana untuk lakukan syuting," jelas Chand Parwez.

Menurutnya, di saat-saat seperti ini, sangat penting adanya kesadaran untuk mematuhi aturan protokol kesehatan yang berlaku.

"Kita menghadapi kenyataan baru bahwa kita harus lebih preventif. Harus jaga kesehatan dan kita juga harus menghormati seluruh protokol yang sudah ada," ujarnya.

Chand Parwez mengharapkan adanya kerjasama yang baik antara semua yang terlibat dalam film untuk patuh pada tata tertib.

"Saya merasa kalau di produksi film, kru, sutradara dan aktor pasti punya kedekatan dalam karya kolektif itu. Insya Allah dalam perfilman ini akan jadi sesuatu yang lebih mudah diadaptasi," harapnya.

Sebelumnya Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo, menarangkan bahwa proses syuting harus dilakukan di tempat yang dipastikan kebersihan dan higienitasnya.

"Kami juga menyampaikan bahwa kegiatan atau aktivitas pengambilan film bisa dilakukan dengan memilih tempat-tempat yang disiapkan lebih awal, kawasan yang steril dari COVID-19," ungkapnya di Gedung DPR beberapa waktu lalu.

Selain kebersihan, hal lain yang harus diperhatikan, menurut Doni Monardo, adalah kesehatan dari orang-orang yang terlibat dalam proyek tersebut.

Maka sebelum syuting, penggarap film atau sinetron harus dapat memastikan bahwa artis dan kru yang akan berada di lokasi berada dalam kondisi sehat dan bebas dari virus. Untuk itu dibutuhkan pemeriksaan sejak sebelum produksi.

"Kemudian para pemain film, kru, kemudian juga katering, jasa cleaning service, semuanya harus diperiksa lebih awal. Shg ketika mrk masuk satu kawasan, mereka mungkin bisa berada pada tempat yang sama pada jangka waktu yang cukup lama, seminggu-dua minggu dan itu terjamin keamanannya," terang Doni.

 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]