Bernilai Ekonomis, Masyarakat Pessel Mulai Beralih Budidaya Itik Bayang


Senin, 22 Juni 2020 - 14:17:39 WIB
Bernilai Ekonomis, Masyarakat Pessel Mulai Beralih Budidaya Itik Bayang Peternak itik Bayang.

HARIANHALUAN.COM - Itik Bayang merupakan salah satu pilihan masyarakat di Kabupaten Pessel untuk dikembangkan. Berbagai keunggulan yang dimiliki oleh itik asli Pessel itu mampu memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat peternak. Sebab selain tahan terhadap penyakit, telurnya juga disukai dan digemari oleh masyarakat untuk dikonsumsi.

Dikutip dari website resmi Pemkab Pessel, Senin (22/6), Fiki Rapendra Pais (23) salah seorang peternak itik Bayang di Nagari Painan Timur, Kecamatan IV Jurai, mengatakan bahwa dia memang menjadikan itik Bayang sebagai pilihan untuk dipelihara.

"Sekarang masyarakat peternak itik di daerah ini memang sudah menjadikan itik Bayang sebagai pilihan untuk di pelihara. Sebab selain tahan dari penyakit, telurnya juga sangat disukai oleh masyarakat untuk dikonsumsi," katanya.

Dijelaskanya bahwa saat ini dia memang hanya melakukan pemeliharaan itik Bayang itu masih dalam skala kecil berkisar 100 ekor saja. Namun walaupun begitu, itik Bayang sudah memberikan nilai ekonomis yang tinggi pada Fiki.

"Walau hanya 100 ekor, namun cukup menguntungkan secara ekonomi dan juga dapat membantu orang tua untuk memenuhi kebutuhan harian. Saya katakan demikian, sebab rata-rata per hari jumlah telurnya mencapai sebanyak 75 butir, dengan harga jual per butir Rp 2 ribu sehingga menjadi Rp 150 ribu. Karena biaya makan untuk 100 ekor itu hanya sebesar Rp 75 ribu per harinya, maka masih tersisa keuntungan sebesar Rp 75 ribu per hari," ujarnya.

Dijelaskan lagi bahwa lama bertelur itik Bayang tersebut mencapai tiga tahun. Seekor itik dapat mengasilkan telur mencapai 1.050 butir. Per butirnya dibandrol dengan harga Rp 2 ribu maka satu ekor itik akan menghasilkan uang sebesar Rp 2,1 juta. Jika dikurangi biaya makan Rp 1 juta, dan harga beli itik Rp 50 ribu, maka keuntungan bersih selama tiga tahun dari 1 ekor itik mencapai Rp 1.050.000.

Ditambahkanya bahwa berdasarkan hitungan itu dengan memelihara itik bayang sebanyak 100 ekor akan mendapatkan keuntungan sekitar Rp 25 juta per tahun. Sebab produksi telur itik dari jumlah yang dipelihara itu, hanya mencapai 75 persen saja per hari.

"Kalaupun ada yang lebih atau mencapai 80-90 persen, itu hanya pada musim-musim tertentu saja. Namun jika dibagi rata per tahun, tetap pada kisaran 75 persen," ujarnya.

Nilai ekonomis memelihara itik Bayang membuat beberapa masyarakat tertarik untuk memeliharanya. Tak hanya itu demi menjaga agar itik tetap bertelur, warga melakukan peremajaan  atau penggantian utik setiap tiga tahun sekali.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan), Efrianto mengatakan bahwa telur itik Bayang sebagai salah satu ternak piaraan asli Pessel, saat ini cukup disukai dan digemari oleh masyarakat lokal dan luar daerah untuk dikonsumsi.

"Karena disukai, sehingga kita terus memberikan dorongan kepada masyarakat untuk mengembangkannya. Ini saya sampaikan, sebab Pemkab Pessel akan menjadikan telur asin itik Bayang sebagai komoditi unggulan di daerah ini," katanya.

Rencana itu direspon baik masyarakat. Hal itu dapat dilihat dalam pengembangan atau budidaya itik Bayang sudah merata di semua kecamatan, bukan saja pada Kecamatan Bayang saja.

"Respon ini cukup bagus, karena telur asin itik Bayang berpeluang membuka lapangan kerja baru dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan mengonsumsi telur asin itik bayang, kesehatan masyarakat juga meningkat. Bahkan lebih  dari itu, yakni juga bisa memberantas gizi buruk dan masalah stunting," timpalnya. (*)

Reporter : Merinda Faradianti /  Sumber : berita.pesisirselatankab.go.id /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 14 Desember 2018 - 13:20:42 WIB

    Bernilai Ekonomi, Taman Bunga Rasak Gadang Diresmikan

    Bernilai Ekonomi, Taman Bunga Rasak Gadang Diresmikan AGAM, HARIANHALUAN.COM -- Satu lagi objek wisata diresmikan di nagari Matua Mudiak kecamatan Matur, namanya “Taman Bunga Rasak Gadang”..
  • Selasa, 15 November 2016 - 23:32:14 WIB

    Perajin Dilatih Hasilkan Karya Bernilai Jual

    Agam, Haluan — Dalam upaya meningkatkan keterampilan dan kualitas kerajinan lokal Pemerintah Kabupaten Agam bekerjasama dengan Balai Diklat Industri (BDI) Padang, kerjasama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman.
  • Kamis, 18 Agustus 2016 - 03:05:11 WIB

    Ketua IKLB Mufidah JK: Songket Tanah Datar Bernilai Ekonomis Tinggi

    BATUSANGKAR, HALUAN — Tokoh pe­rantau Ikatan Keluarga Lintau Buo (IKLB) Jabodetabek Ny.Mufidah Jusuf Kalla meng­inginkan semua lapisan warganya yang ber­mukim di kampung halaman mampu merubah taraf ekonominya menjadi le.
  • Selasa, 26 Juli 2016 - 04:26:49 WIB

    Kejari Solok Bakar Narkoba Bernilai Ratusan Juta

    Solok, Haluan — Kejaksaan Negeri (Kejari) Solok kembali memusnahkan barang bukti Narkoba bernilai ratusan juta rupiah, Rabu (20/7) lalu di kantor kejaksaan setempat..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]