Mentan Siap Mundur Jika Target Tak Tercapai


Selasa, 23 Juni 2020 - 07:55:09 WIB
Mentan Siap Mundur Jika Target Tak Tercapai Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo tak akan menurunkan target produksi pangan strategis tahun 2021. Syahrul mengatakan, menurunkan target sama saja menggerus pakan rakyat. Bahkan, ia menegaskan siap mundur jika target produksi ia kurangi.

"Makan rakyat nggak boleh tergerus sedikit pun, dan itu kami jamin. Kalau tidak, mundurkan saya dari Menteri Pertanian. Maafkan saya, ini baru saya ungkapkan, nggak boleh," kata Syahrul dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi IV DPR RI, Senin (22/6/2020).

Di hadapan Ketua Komisi IV DPR RI Sudin menegaskan bahwa Kementan tidak menurunkan target produksi sedikit pun. Ia memaparkan, dalam Surat Bersama Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2021, Kementan menargetkan produksi padi 63,50 juta ton, jagung 26 juta ton, kedelai 48 ribu ton, dan daging sapi 463 ribu ton.

Kemudian, dalam rancangan target produksi strategis 2021, Kementan menargetkan produksi bawang merah sebanyak 1,74 juta ton, cabai besar 1,45 juta ton, cabai rawit 1,57 juta ton, dan sebagainya.

"Target kami tidak diturunkan karena itu sudah menjadi kebutuhan nasional. Kalau itu turun besok kita akan bersoal dengan makanan rakyat 267 juta. Oleh karena itu apa pun dayanya, apa pun anggarannya menurut saya selaku Mentan, target nggak boleh turun. Kita harus lakukan dengan segala daya dan upaya, salah satunya manfaatkan KUR itu," terang Syahrul.

Ia mengatakan, masalah pangan menjadi krusial apalagi ketika Organisasi Pangan Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO) memprediksi krisis pangan dunia.

"Dengan peringatan FAO sebenarnya harus menjadi warning yang sangat tegas pada negara ini. FAO mengatakan akan terjadi kekeringan yang luar biasa dalam siklus 100 tahunan. Akan terjadi serangan hama wereng 5 tahunan yang sudah terjadi di 5 negara dan menghancurkan pertaniannya. Bahkan akan terjadi krisis pangan dunia yang akan menghancurkan 167 juta orang kelaparan di dunia. Indonesia tidak boleh terjadi," tegas dia.

Ia sendiri kurang puas dengan adanya pemangkasan anggaran Kementan di tahun 2020. Dalam realokasi anggaran dan refocusing anggaran tahun 2020 untuk menanggulangi virus Corona (COVID-19), anggaran Kementan dipangkas Rp 3,6 triliun atau dari Rp 21 triliun menjadi Rp 17,4 triliun. Pada keputusan terakhir, anggaran Kementan dipangkas hingga Rp 7 triliun, menjadi Rp 14 triliun.

Selain itu, dalam Surat Bersama Pagu Indikatif (SBPI) TA 2021 antara Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas nomor: S-376/MK.02/2020 dan B.310/M.PPN.D.8/PP.04.02/05/2020, Rencana Kerja Anggaran (RKA) Kementan ditetapkan sebesar Rp 18,4 triliun.

Namun, ia merasa besaran tersebut kurang memadai untuk mensukseskan seluruh program yang dicanangkan. Oleh sebab itu, ia meminta agar anggarannya ditambah lagi untuk RKA TA 2021.

"Kami juga butuh Rp 10 triliun yang ada. Bukan 2-3 triliun. Agar kita bisa jamin besok, di saat orang tidak bisa lagi. Ini petani hanya 4-5 bulan sudah terseok-seok mereka ini kalau tidak ada. Bukan membagikan BLT (bantuan langsung tunai), tapi membagikan kerja agar mereka bisa produksi untuk makan. Dengan teriakan yang ada saya kira kita bisa lakukan bersama. Ini kepentingan negeri, bangsa, bukan hanya proyek atau aktivitas, tapi kebutuhan dan harapan negara," pungkas dia. (*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]