6 Negara Ini Hadapi Ancaman Corona Gelombang Kedua


Selasa, 23 Juni 2020 - 08:53:45 WIB
6 Negara Ini Hadapi Ancaman Corona Gelombang Kedua Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Beberapa negara yang sebelumnya dinilai sukses menekan penyebaran virus Corona COVID-19, kini melaporkan lonjakan kasus. Ini terjadi setelah negara-negara tersebut melonggarkan pembatasan atau lockdown.

Korea Selatan misalnya, sebelumnya negara tersebut dinilai berhasil menangani wabah Corona karena bertindak cepat dengan melakukan tes massal dan contact tracing yang agresif. Namun, saat ini Korsel harus menerima kenyataan tengah menghadapi wabah kedua Corona.

Selain Korsel, ada beberapa negara yang juga tengah berjuang melawan gelombang kedua, mana saja?

Korea Selatan
Otoritas kesehatan di Korea Selatan (Korsel) mengatakan untuk pertama kalinya pada hari Senin (22/6/2020), Korsel tengah menghadapi gelombang kedua infeksi virus Corona baru. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) sebelumnya mengatakan gelombang pertama Korea Selatan tidak pernah benar-benar berakhir.

Namun, pada hari Senin direktur KCDC Jeong Eun-kyeong dengan jelas awal Mei menjadi awal gelombang infeksi Corona baru di wilayah Seoul.

"Di wilayah metropolitan, kami percaya bahwa gelombang pertama adalah dari bulan Maret hingga April dan juga Februari hingga Maret. Lalu kita melihat bahwa gelombang kedua yang dipicu oleh liburan Mei telah berlangsung," kata Jeong, dikutip dari Reuters.

Jepang
Situasi mengkhawatirkan juga terjadi di Jepang, di mana para ahli kesehatan mengatakan ada kemungkinan besar gelombang kedua virus Corona menghantam negara itu.

Menurut Kazuhiro Tateda, presiden Asosiasi Penyakit Menular Jepang (JAID) dan anggota komite yang dibentuk pemerintah untuk memerangi penyebaran virus Corona, banyak kasus baru-baru ini di Tokyo dapat ditelusuri kembali ke distrik hiburan malam.

Tateda mengatakan bahwa meskipun klaster ini lebih mudah untuk dikendalikan karena mereka terkait dengan bagian kota yang dapat dilacak, selalu ada risiko terjadi lonjakan kasus menjadi wabah kedua Corona.

"Kami tahu bahwa ada risiko penularan yang lebih rendah di bulan-bulan musim panas, yang berarti ada kemungkinan gelombang kedua mulai Oktober hingga seterusnya," tambah Tateda, dikutip dari South China Morning Post.

Jerman
Dikutip dari Express, meningkatnya kasus Corona jelas memprihatinkan bagi Jerman. Peningkatan tersebut dilaporkan ketika Jerman mulai membuka kembali ekonominya pada bulan April.

Saat ini, masing-masing dari 16 wilayah di Jerman dapat memutuskan bagaimana mereka melanjutkan pembatasan dalam menghadapi pandemi Corona. Setiap wilayah berhak untuk menerapkan 'rem darurat' jika situasinya terus memburuk.

Italia
Usai sempat melaporkan penurunan kasus Corona, Italia kini kembali mengumumkan penambahan kasus per hari mencapai ratusan orang. Italia menduduki posisi ke-9 dengan negara terbanyak kasus Corona di dunia, dengan total kasus 238.729, 183.426 dilaporkan sembuh, dan 34.657 meninggal dunia.

Dikutip dari Daily Mail, puncak jumlah kasus Corona terdapat pada Lazio, wilayah termasuk ibu kota Roma, Italia. Dua wabah diidentifikasi dalam beberapa hari terakhir di Roma, di mana pejabat kesehatan mengatakan situasinya 'terkendali'. "Ini harus mendorong kehati-hatian karena itu menunjukkan bahwa di bagian tertentu negara itu, sirkulasi virus masih signifikan," sebut sebuah pernyataan pejabat Italia.

Amerika Serikat
Dikutip dari CNBC, gelombang kedua Corona di AS disebut telah dimulai. Orang-orang diminta waspada dan ada kemungkinan wabah kedua Corona berisiko sangat berdampak bagi sistem perawatan kesehatan.

Hal tersebut diutarakan William Schaffner, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Vanderbilt. Beberapa negara bagian AS telah melaporkan lonjakan kasus Corona baru-baru ini ketika langkah-langkah pencegahan dan pengendalian Corona mulai benar-benar dilonggarkan.

"Banyak orang tidak berhati-hati, mereka bersikap riang," kata Schaffner, menunjuk pada kurangnya jarak sosial dan mengenakan masker.

China
China kembali melaporkan lonjakan kasus baru Corona yang berpusat di Beijing. Kluster dari pasar Xinfadi melaporkan banyak kasus orang tanpa gejala (OTG).

Oleh karena itu, tes massal Corona langsung dilakukan. Beberapa wilayah di sekitar pasar Xinfadi ditutup, dan diterapkan pembatasan ketat demi menghadapi gelombang kedua Corona.(*)

 Sumber : detik.com /  Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]