Eksistensi KB Era Modern di Tengah Pandemi


Selasa, 23 Juni 2020 - 09:44:44 WIB
Eksistensi KB Era Modern di Tengah Pandemi Filka Khairu Pratama

Penulis: Filka Khairu Pratama, S.Sos (Staf BKKBN Sumbar)

Program kependudukan merupakan isu primadona diera abad 21 saat ini. Bagaimana tidak, penduduk sebagai subjek (pelaku) dan objek (sasaran) pembangunan tidak akan pernah selesai untuk dibahas karena sifatnya sangat dinamis. Berdasarkan data UNFPA ( Organisasi Dana Kependudukan PBB), Saat ini populasi penduduk dunia hampir mencapai 7,6 miliar dan akan meningkat hampir 7,6 miliar dan akan meningkat menjadi 8,6 miliar pada 2030, terus melaju menjadi 9,8 miliar pada 2050 serta diprediksi menjadi 11,2 miliar pada tahun 2100. Lalu, bagaimana dengan Indonesia ? Populasi penduduk Indonesia  berdasarkan Jurnal Keluarga BKKBN Edisi Keempat 2018 hampir mencapai 262 juta jiwa, dengan rata-rata laju pertumbuhan 1,49 persen per tahun. Diprediksi, populasi ini akan menembus 321 juta jiwa pada 2045.

Selain tantangan kuantitas penduduk yang kian melaju, disatu sisi persebaran penduduk yang tidak merata dipandang masih menjadi sebuah dilema. Persoalan yang berkaitan dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Seperti yang dilansir Kompas.com, populasi penduduk Jawa sudah terlalu padat. Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 menyebutkan, sebesar 56,56 persen masyarakat Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa. Salah satu faktornya, Pulau Jawa masih dianggap primadona untuk mengadu peruntungan nasib oleh para penduduk untuk mencari pekerjaan sehingga bermigrasi kesana. Dengan sekelumit permasalahan sosial dan lingkungan yang timbul Inilah, alasan pendukung dari pemerintah untuk memindahkan Ibukota Indonesia dari Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian  Kabupaten Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur yang disampaikan pada paparan Bappenas di acara Youth Talks 20 Agustus 2019 lalu.

Kuantitas penduduk yang besar mestinya dibarengi dengan kualitas penduduk yang mumpuni. Berdasarkan rata-rata lama sekolah yang dilaporkan oleh bps.go.id tahun 2019 masih menunjukkan angka di 8.34 tahun. Lebih lanjut, hasil paparan kemenpppa.go.id rata-rata penduduk Indonesia bersekolah hanya sampai setingkat kelas 7 sekolah menengah pertama (SMP). Sedangkan di Singapura menempati peringkat 1 di level Asean dengan harapan lama anak sekolah mencapai 15,4 tahun atau setingkat perguruan tinggi. Disisi lain, Antara News melaporkan kualitas penduduk Inedonesia berdasarkan Human Development Index 2012 menduduki urutan 121 dari 187 negara yang ada di dunia.

Dari hasil temuan diatas, Undang-undang nomor 52 tahun 2009 tentang kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga yang diamanahkan pemerintah melalui BKKBN dirasa perlu, untuk menyukseskan kualitas kependudukan sekaligus menggegap-gempitakan kampanye Program Keluarga Berencana (KB) di era keluarga modern. Secara kontekstual, Keluarga Berencana (KB)  merupakan upaya merencanakan jumlah, jarak, dan waktu kelahiran anak dalam rangka mencapai tujuan reproduksi keluarga. Lebih lanjut, tujuan KB secara khusus adalah guna meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak, dalam rangka mewujudkan norma keluarga kecil bahagia sejahtera (NKKBS), yang telah menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan kelahiran dan pertambahan penduduk yang terkendali. Program KB sejatinya mengamanatkan kepada pasangan suami istri untuk memiliki anak dua saja. Laki-laki dan perempuan sama saja. 

Konsep KB saat ini telah meluas, bukan hanya terpaku kepada alat kontrasepsi saja dalam hal pengendalian penduduk, namun juga bagaimana menciptakan keluarga dengan dua anak berkualitas, serta menghasilkan keluarga bahagia. Untuk menghasilkan tujuan KB diatas, BKKBN telah mengembangkan Program Pembangunan Keluarga secara massif. Tidaklah heran, baru-baru ini BKKBN telah merebranding program dari sebelumnya Program KKBPK (Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga) menjadi Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga,Kependudukan dan KB). Dengan lebih mengedepankan aspek pembangunan keluarga millenial saat ini, sepertinya BKKBN sangat serius mengutamakan kualitas sumberdaya manusia yang unggul bisa sejalan dengan upaya pengendalian jumlah penduduk berkelanjutan. Strategi ini dipilih BKKBN karena khalayak utama BKKBN saat ini adalah generasi millenial dan zillenial.

Generasi millenial dan zillenial adalah generasi yang sangat aktif dengan aktivitasnya yang beragam, mengandalkan intenet dan gadgetsmartphone sebagai saluran interaksi dan aktualisasinya. Lebih lanjut, generasi millenial dan zillenial merupakan generasi yang hanya mau menerima sesuatu jika hal tersebut relevan dengan hidup mereka. Saat ini, hampir 35 persen komposisi penduduk Indonesia adalah penduduk generasi muda terutama millenials dan zillenials. "Oleh karena itu, jika BKKBN tidak melakukan rebranding atau cara baru dalam  berkomunikasi bersama masyarakat, akan sulit diterima oleh generasi baru yaitu para millenial untuk memahami Program Bangga Kencana dari BKKBN" ujar Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo pada peluncuran rebranding BKKBN yang bertema "Menuju Cara Baru Untuk Generasi Baru" pada (2/1/2020). Tagline BKKBN yang sebelumnya, "dua anak cukup, bahagia sejahtera" diganti menjadi "berencana itu keren".

BKKBN memandang begitu pentingnya aspek berencana dalam kehidupan generasi muda era millenial saat ini, maka BKKBN telah mengemas program KB dengan upaya pembangunan keluarga untuk hadir ke berbagai situasi kehidupan masyarakat. Hal ini disampaikan melalui Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL). Pertama, BKB hadir untuk membantu meningkatkan pemahaman maupun keterampilan orang tua,  beserta keluarga dalam pembinaan tumbuh kembang anak. Keluarga merupakan tempat yang pertama dan utama dalam membentuk karakter anak yang didalamnya ditanamkan nilai 8 fungsi keluarga, fungsi agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan fungsi pelestarian lingkungan serta pola pengasuhan asih, asah dan asuh. Deputi Bidang KSPK, Dr. dr. M. Yani, M.Kes, PKK, menjelaskan peranan keluarga sebagai wadah utama dalam pola pengasuhan kepada anak sangat berperan penting, dalam tumbuh kembang dan upaya pembangunan SDM yang disampaikan pada pembukaan Workshop Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI) di Hotel Savero Depok (13/3/19).

Implementasi kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas anak dalam rangka pembangunan keluarga dilakukan melalui Bina Keluarga Balita (BKB) yang bertujuan meningkatkan pengetahuan  maupun keterampilan orang tua melalui kegiatan stimulasi fisik, mental, spritual, intelektual, emosional, sosial maupun moral. Pelayanan BKB yang telah diintegrasikan dengan layanan posyandu maupun PAUD biasa dikenal dengan sebutan BKB Holistik Integratif (BKB HI). Hal ini dilakukan agar anak mendapatkan pola pengasuhan yang benar sehingga dapat menekan potensi kasus stunting (bayi dengan pertumbuhan dan perkembangannya dibawah rata2 pada umumnya). Pola pengasuhan penting dilakukan mulai anak dalam kandungan hingga berumur dua tahun yang dikenal dengan 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK).  Dengan dukungan teknologi indormasi yang pesat, Program Bina Keluarga Balita seperti pola pengasuhan 1000 HPK  juga bisa dimanfaatkan oleh pasangan generasi millenial dalam menciptakan pola asuh yang baik dan benar untuk anak mereka.

Kedua, Bina Keluarga Remaja yang didalamnya ada program generasi berencana (GenRe) didalamnya sebagai panduan terhadap pengelolaan remaja Indonesia yang notabene mengalami masa transisi dari anak-anak menuju orang dewasa. Defenisi remaja menurut BKKBN, adalah seorang yang berusia 10-24 tahun dan belum menikah. Melalui Program GenRe ini, remaja dibina untuk menjalani masa transisi dan merencanakan masa depan mereka sesuai tahapan 5 transisi remaja seperti : melanjutkan pendidikan, berkarir sesuai bakat, memulai kehidupan berkeluarga, menjadi anggota masyarakat dan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Program genre diharapkan mampu menjadi leading sektor dalam pengelolaan kualitas remaja Indonesia, yang dikomandoi oleh para duta - duta genre seluruh Indonesia. Sifat remaja yang dikenal sangat dekat dengan sebaya mereka ini lah, yang coba dimanfaatkan BKKBN melalui duta genre dalam memberikan informasi dan pemahaman agar para remaja tidak terjebak dalam kasus Triad krr ( seksualitas, HIV / Aids dan napza).

Lebih lanjut, program genre juga mengamanatkan usia ideal memulai berkeluarga, melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP) minimal pada usia 21 tahun bagi perempuan, dan 25 tahun bagi laki-laki. Karena menurut pandangan biologis dan psikologis, pada usia ini perempuan dinilai sudah siap untuk melahirkan, telah selesai dalam pendidikan, kondisi mental yang lebih dewasa dan sudah bekerja. Proses pembangunan kualitas manusia sesungguhnya dimulai dari mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara matang dan dilanjutkan dengan merencanakan kehamilan. Diharapkan, remaja yang hidup era millenial saat ini akan menjadi bagian dari generasi emas pada 2045 nanti, saat Indonesia memasuki usia 100 tahun merdeka. Saat itu, mereka berusia antara 35 - 54 tahun, dengan tergolong masih usia produktif dan menjadi aset bangsa yang m sangat luar biasa apabila dilakukan pengelolaan secara berkelanjutan.

Terakhir, Bina Keluarga Lansia. Seperti yang dilansir bkkbn.go.id, secara global populasi penduduk lansia Dunia, Asia, maupun Indonesia dari tahun 2015 sudah memasuki era penduduk menua (ageing population) karena jumlah penduduknya yang berusia 60 tahun keatas telah melebihi angka 10%. Seperti yang dikatakan Deputi Bidang KSPK BKKBN, Dr. dr. M. Yani, M.Kes, PKK mengatakan keberadaan lansia sering dikatakan sebagai beban keluarga sehingga mereka kurang mendapat perhatian. Pada sisi lain, bina keluarga lansia membantu peran keluarga dalam menciptakan kondisi lansia tangguh melalui berbagai kegiatan, dab pelatihan. Keluarga hakekatnya bukan hanya tempat berkumpul ayah, ibu, anak, kakek dan nenek, namun merupakan wadah terbentuknya moral, spritual maupun karakter manusia untuk membentuk keluarga berkualitas. Didalam keluarga juga terbentuk sikap saling menyayangi, menghargai, menghormati satu sama lain, sehingga melahirkan anggota keluarga dan lansia yang saling berkepribadian maupun bermoral tinggi.

BKKBN terus berupaya terus melakukan upaya agar program Bangga Kencana lebih menarik dan dicintai rakyat. Namun, dengan mewabahnya pandemi covid 19 hingga bulan Mei 2020 yang telah menelan banyak kerugian korban jiwa maupun materil, tentu membuat penerapan Program Bangga Kencana BKKBN dilapangan mengalami adaptasi. Salah satu event besar tahunan seperti Harganas 2020 yang semula akan diselenggarakan di Sumatera Barat, menjadi batal dilaksanakan. Hal ini
sesuai Surat BKKBN nomor 289/KK.01/HARGANAS 27/F4/2020 perihal pembatalan Harganas-HAN tahun 2020 di Provinsi Sumatera Barat yang ditandatangani Kepala BKKBN. Saat pandemi melanda, BKKBN juga aktif memberikan bantuan kepada masyarakat, baik bantuan berupa alat pelindung diri, maupun paket-paket sembako. Untuk mengintensifkan pencapaian program dengan mengajak masyarakat untuk tetap berKB saat pandemi, melakukan advokasi melalui mobil unit penerangan kepada masyarakat, sejumlah pertemuan dilakukan melalui virtual meeting dan untuk pelayanan KB tetap dilaksanakan di faskes setempat tentunya dengan mengedepankan aspek phsycal distancing dan standar kesehatan yang telah ditetapkan.

Kependudukan dan program KB sejatinya tidak bisa dipisahkan. Keduanya ibarat dua sisi yang saling melengkapi. Bangsa Indonesia sejatinya menurut para pakar akan menghadapi bonus demografi dimulai pada 2030 nanti. Membenahi sektor  kependudukan diatas jelas merupakan pekerjaan rumah semua pihak. Lebih lanjut, program KB sejatinya akan membantu meningkatkan kualitas penduduk melalui program yang dimodifikasi untuk penduduk generasi millenial, sehingga dapat menjadi alternatif ampuh membantu Indonesia meraih cita-citanya di 2045 dengan generasi emasnya. (*)

 Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]