Kama Selama New Normal


Selasa, 23 Juni 2020 - 12:05:11 WIB
Kama Selama New Normal H. Candrianto, ST.M.Pd.IPM.CSE, Dosen Politeknik ATI Padang

Menurut saya yang pernah menjadi aktivis kampus dalam era 1990-an, mengemukan bahwa kampus adalah tempat kaderisasi calon-calon pemimpin bangsa masa depan dan bahkan sering disebutkan sebagai miniatur masyarakat. Di kampuslah hadir orang-orang dengan berbagai latar belakang, warna, ras, agama, pemikiran, ideologi dan kepentingan berkumpul dalam sebuah sistem.

Oleh: H. Candrianto, ST.M.Pd.IPM.CSE
(Dosen Politeknik ATI Padang)

Dikampuslah bisa hidup dan sebagai mata air tak ubahnya dalam sebuah masyarakat, walapun memang tingkat kompleksitasnya tidak setinggi di masyarakat. Cerminan masyarakat di masa yang akan datang bisa dilihat dari kondisi kampus. Siapa yang ada dalam kampus, salah satunya adalah Mahasiswa. Mahasiswa merupakan sebutan untuk seseorang yang sedang menempuh atau menjalani pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi seperti sekolah tinggi, akademi, politeknik dan yang paling umum ialah universitas.

Sekarang..... KAMA SELAMA NEW NORMAL, bagaimana dan ada apa.. renungan kita bersama.

KA….. DALAM NEW NORMAl (Kampus Dalam Tatanan Kehidupan Baru)
Dalam NEW NORMAL, masing-masing kampus telah menyiapkan sebuah skenario tatanan kehidupan baru untuk kegiatan kampus. Tujuannya adalah agar penyelenggaraan kegiatan kampus dan keberlanjutan proses pendidikan tetap terlaksana, produktif, berkinerja dan kesehatan warga kampus tetap terjaga.

Skenario tersebut bisa berupa: (1) komitmen untuk mengurangi penyebaran COVID 19 dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan. (2) fleksibilitas dalam melaksanakan aktivitas perkantoran dilakukan secara virtual sehingga layanan terhadap masyarakat tetap berjalan, sedangkan layanan pendidikan menggunakan sistim daring dengan tetap mencapai pembelajaran sesuai dengan kurikulum yang ada pada setiap prodi.

(3) blok atau bergantian dalam melaksanakan aktivitas di kampus seperti mengatur jadual saat bekerja di kantor dan saat bekerja dirumah. (4) kolaborasi dengan pihak eksternal dan stakeholders termasuk dunia industri dengan memanfaatkan metode daring melalui ZOOM dan media lainnya. sebagian kampus juga menamakan dengan Rekonstruksi tatanan kampus yang baru.

Pada kondisi ini, jika kondisi mulai membaik, akses kampus dibuka terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Disinilah warga kampus melatih perubahan perilaku, cara dan sikap tetap produktif tetapi tetap aman dan sehat. Ada juga kampus dibuka sepenuhnya, civitas akademika kembali ke kampus dengan protokol kesehatan yang ketat dan perilaku NEW NORMAL.

Saat menjalani tatanan baru ini di antaranya menggunakan safety seperti masker, face shield, kaca mata, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menggunakan tisu baik basah maupun kering untuk menggeringkan tangan, membersihkan tempat kerja atau tempat belajar dengan disinfektan sebelum dan sesudah beraktivitas, menghindari kerumunan, memperhatikan ventilasi, serta mengurangi durasi kontak langsung sembari menjaga jarak aman minimal dua meter. Melalui skenario ini dapat meminimalisasi resiko penularan COVID 19 dilingkungan kampus.

MA….. DALAM NEW NORMAl (Mahasiswa Dalam Tatanan Kehidupan Baru)
Mahasiswa sebagai Agent Of Change bertindak sebagai penggerak yang mengajak seluruh masyarakat untuk dapat bergerak dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi, dengan pertimbangan berbagai ilmu, gagasan, serta pengetahuan yang mereka miliki. Bagi mahasiswa, penerapan new normal bisa jadi angin segar atau sebaliknya harapan yang menakutkan.

Angin segar, berarti mahasiswa yang selama ini tidak nyaman dengan perkuliahan online dapat kembali merasakan kehidupan kampus seperti biasa walau harus mematuhi protokol kesehatan. Sedangkan new normal bisa menjadi harapan yang menakutkan sebab keinginan mereka untuk kembali ke kampus tidak didukung dengan kondisi di lapangan.

Faktanya, kondisi di lapangan membuat mereka takut akan keselamatan diri sendiri karena data masih menunjukkan jumlah kasus positif yang terus meningkat. Sehingga dengan dibukanya kembali kampus berisiko meningkatkan penularan covid 19 secara drastis, artinya kondisi ini belum aman bagi mahasiswa.

Kebimbangan yang dihadapi mahasiswa tersebut karena minimnya kajian atau riset tentang dampak new normal jika diterapkan di Indonesia. Selain itu, kurangnya sosialisasi dari pemerintah atas kebijakan yang ditetapkan membuat masyarakat bingung, sehingga pelaksanaannya menjadi tidak sesuai.

Selain itu, rasa bosan dan tekanan psikologis saat di rumah saja membuat mereka bersiap dalam menghadapi new normal. Banyak dari mereka yang memilih metode perkuliahan dengan memperpanjang waktu daring.

Tetapi banyak juga yang mengusulkan untuk membuat shift, mengurangi jumlah mahasiswa dalam satu kelas, mengatur tempat duduk, serta protokol kesehatan lainnya. Beberapa hal tersebut bisa menjadi alternatif pilihan bagi kampus yang perlu dikaji lebih komprehensif lagi supaya dalam penerapannya bisa meminimalkan risiko.

Dengan KAMA SELAMA NEW NORMAL, kita harus fokus dan bersunguh-sungguh atas kebijakan yang dibuat oleh masing-masing kampus buat mahasiswa dan civitas akademika dijalankan dengan sepenuh hati dan mudah-mudahan dapat diimplementasi dan diterapkan bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa kita yang telah memasuki babak baru melalui NEW NORMAL saat ini. (*)

loading...
 Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 21 April 2020 - 22:07:14 WIB

    Simalakama Tambang Emas Ilegal

    Simalakama Tambang Emas Ilegal Penambangan emas secara ilegal memang sebuah dilematis, bagaikan memakan buah simalakama. Persoalannya, kalau dibiarkan akan menimbulkan banyak masalah. Kalau disetop, ini merupakan mata pencaharian masyarakat sebahagian besa.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]