Tatanan Kehidupan Baru Menuju Era Sociaty 5.0


Selasa, 23 Juni 2020 - 12:08:15 WIB
Tatanan Kehidupan Baru Menuju Era Sociaty 5.0 Isra Mouludi, S.Kom, M.Kom, Dosen Politeknik ATI Padang

Pandemi Covid-19 yang melanda Dunia, telah merubah tatanan kehidupan umat manusia, beberapa negara menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan virus yang pada awalnya muncul di Wuhan China ini, mulai dari penerapan lockdown atau kalau di Negara kita Indonesia dikenal Pembatasan Sosial Berskala Besar disingkat PSBB.

Oleh: Isra Mouludi, S.Kom, M.Kom
(Dosen Politeknik ATI Padang)

PSBB telah mulai merubah segala lini kehidupan masyarakat, mulai dari aspek Sosial, Perekonomian, Pariwisata, Transportasi, Pendidikan bahkan Pemerintahan, lebih kurang 3 bulan kita merasakan tidak beraktifitas diluar rumah atau disebut dengan istilah “Social Distancing”

Social Distancing menjadi starter perubahan pola kehidupan masyarakat, yang bekerja hanya dirumah yang biasa dikenal dengan WFH (Work Form Home), masih beruntung kita pandemi ini muncul pada era teknologi informasi saat ini, beberapa pekerjaan yg awalnya mustahil dikerjakan dirumah dapat dilakukan dengan mudah dari rumah, platform digital saat ini sudah banyak kita temui.

Seperti aplikasi Zoom Meeting yang penggunaannya viral saat pandemi Covid-19 melanda dunia, pengembang platform digital yang lain tidak mau kalah juga ikut mengembangkan aplikasi serupa, seperti google hangout meet, whatsapp yang mempunyai fasilitas video call yg semula hanya dapat dilakukan 4 orang saat ini dengan mengupgrade aplikasi kita dapat melakukan video call maximal 8 orang, aplikasi skype miliknya microsoft, aplikasi facetime miliknya apple, aplikasi ciscowebex dan banyak lagi aplikasi serupa yang bisa kita temui untuk mendukung aktifitas pekerjaan kita dirumah atau aktifitas jarak jauh.

Dengan begitu tatanan kehidupan baru “New Normal” perlu kita sikapi dengan bijak, dimana seiring berjalannya waktu serta perkembangan teknologi secara tidak sadar kita akan melalui Society 5.0 yang digagas oleh Negara Jepang. Konsep ini memungkinkan kita untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang berbasis modern (Artifisial Intelegence, Virtual reality, Robotic, Internet of Thing, dsb) untuk melayani kebutuhan Manusia.

Kalau kita lihat saat ini aktifitas manusia sehari hari telah menggunakan fasilitas internet semua itu untuk melayani kebutuhan manusia, contoh jika kita butuh makanan atau belanja tinggal pesan secara online maka makanan akan datang dihantarkan oleh driver online, sistem pembayaran tidak menggunakan uang fisik alias uang elektronik juga sudah kita gunakan.

Jadi bisa saja dengan perkembangan teknologi nantinya yang menghantar tidak manusia lagi, tapi sebuah drone yg diciptakan sebagai alat pengganti tenaga manusia. Di era Sociaty 5.0 kehidupan nyata akan terintegrasi dengan dunia virtual, memang terdengar sulit dilakukan tapi kalau kita lihat kondisi yang kita rasakan saat ini konsep yang dibuat negara sakura ini perlahan lahan sudah mulai kita rasakan dan nampak di depan mata. (**)

 Editor : Milna Miana

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]