Harnavi Harun, Doktor Pertama Fakultas Kedokteran Unand yang Lulus Lewat Jalur Virtual


Selasa, 23 Juni 2020 - 21:43:56 WIB
Harnavi Harun, Doktor Pertama Fakultas Kedokteran Unand yang Lulus Lewat Jalur Virtual Dr Harnavi Harun bersama Promotor Prof. drh. Endang Purwati Rahayuningsih, MS, PhD, dan salah seorang tim penguji yang juga Ketua Program Studi S3 Biomedik Prof. dr. Nur Indrawaty Lipoeto, Msc., PhD. Sp.GK

HARIANHALUAN.COM – Di tengah pandemi Covid-19, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand), melahirkan seorang doktor baru di bidang ilmu biomedik, lewat ujian doktor terbuka yang digelar secara virtual, Selasa (23/6). Ujian tersebut berlangsung khidmat dan lancar, dan diikuti ratusan orang melalui aplikasi Zoom Meeting.

Adalah Harnavi Harun, seorang dokter ahli penyakit dalam di Unand, yang pertama kali meraih gelar doktor lewat jalur  virtual tersebut. Ia berhasil lulus dengan predikat dengan pujian setelah mempertahankan disertasinya berjudul Pengaruh pemberian dadiah terhadap penghambatan progresivitas aging kidney di hadapan para tim pengujinya, di Program Doktor Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran Unand.

Dari hasil penelitian tersebut diketahui, dadiah yang selama ini dikenal sebagai makanan tradisional Minangkabau, ternyata juga mampu meningkatkan anti oksidan endogen yang dikenal dengan SOD. SOD ini anti oksidan utama yang berperan dalam tubuh manusia. 

"Ini hasil yang saya dapatkan setelah melakukan penelitian selama 40 hari, dengan menggunakan 30 ekor tikus," kata Dr. Harnavi Harun usai dinyatakan lulus dengan predikat pujian.

Promotor nya Prof. drh. Endang Purwati Rahayuningsih, MS, PhD, Co-Promotor, Prof. Dr. dr. Yanwirasti, Sp. PA (K), dan Co-Promotor 2, Prof Dr. dr. Bambang Purwanto, Sp. PD-KGH, dan dosen penguji prof. dr. Nur Indrawaty Lipoeto, Msc, PhD, Sp. Gk, Prof. Dr. dr. Nasrul Zubir, SpPD-KGEH, Dr. dr. Rika Susanti, Sp. F (K) dan Dr. dr. Hafni Bachtiar, MPH, FisPH, FisCM., memberikan apresiasinya untuk Harnavi. 

Disebutkan Harnavi, dengan mengkonsumsi dadiah dapat menetralkan radikal bebas dalam tubuh. Hingga parameter penuaan juga mengalami perbaikan setelah mengkonsumsi dadiah.  "Agar fungsi dadiah ini bermanfaat untuk sebagai anti oksidan, maka kita bisa mengkonsumsinya 2 kali dalam sehari. Takarannya sekitar 100 gram dan maksimal 200 gram sekali makan. Berikutnya terus dianjurkan untuk mengkonsumsi dadiah tiga kali seminggu," terang suami dari dr. Rinita Amelia, M. Biomed tersebut.

Dijelaskannya, peningkatan usia lanjut menimbulkan masalah dalam bidang kesehatan karena dapat menimbulkan penuaan fungsi fisiologi organ. Pada ginjal, hal ini akan berdampak pada fungsi ginjal, yang akan meningkatkan penyakit ginjal kronik. salah satu teori yang menyebabkan aging adalah teori radikal bebas, dimana terjadi penumpukan radikal bebas akibat deplesi antioksidan.

Penelitian yang dilakukannya menggunakan 30 ekor rattus norvegius yang terbagi atas tiga kelompok kontrol , kelompok perlakuan 2, mendapatkan dadiah 1x4,5 gram per hari dan 2x4,5 gram per hari selama 42 hari. Setelah itu dilakukan pemeriksaan kadar MDA jaringan ginjal dengan teknik pemeriksaan TBARS.  "Hasil penelitian didapatkan bahwa pemberian dadiah dapat menurunkan kadar MDA jaringan ginjal. Dimana penurunan ini sangat bermakna pada kelompok perlakukan, bila dibandingkan dengan kelompok kontrol," terang anak dari pasangan Harun Kasim, SH (Almarhum) dan Hj. Rosmaini ini.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian dadiah dapat menghambat fibrosis interstisial dan glomerulosklerosis pada aging kidney dengan kadar MDA, meningkat ekspresi SOD dan menurunkan ekspresi TGF-β1 pada jaringan ginjal. 

Dengan keberhasilan Harnavi mempertahankan disertasinya, ia menjadi doktor ke delapan di  bagian ilmu penyakit dalam Unand, yang secara ilmiah berhasil membuktikan bahwa dadiah dapat meningkatkan antioksidan (SOD) endogen dan  dadiah juga bisa memperbaiki semua variabel dependen yaitu MDA, SOD, tGF-β1, fibrosis interstisial dan glomerulosklerosis pada aging kidney.

Secara klinis, pemberian dadiah juga dapat memperbaiki prognosis dan menjadi terapi komplementer. (*)

Reporter : Atviarni /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]