Wapres Sebut Indonesia hanya Sibuk Jadi Tukang Stempel Halal


Rabu, 24 Juni 2020 - 07:17:57 WIB
Wapres Sebut Indonesia hanya Sibuk Jadi Tukang Stempel Halal Wapres Maruf Amin.

HARIANHALUAN.COM - Wakil Presiden RI Maruf Amin mengatakan, setidaknya ada empat hal yang harus mendapat perhatian untuk mempercepat pembangunan ekonomi syariah di Indonesia, baik dari Pemerintah, pelaku usaha, pihak swasta maupun masyarakat. Maruf Amin optimistis ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dapat berkembang dengan cepat, terutama setelah dibentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Pemerintah beberapa tahun terakhir memberi perhatian lebih pada ekonomi dan keuangan syariah yang bebas riba atau bunga sebagai sistem ekonomi alternatif menggantikan sistem ekonomi kapitalis. Dia berhara perkembangan ekonomi syariah di Indonesia akan mengalami percepatan setelah KNKS diperkuat dan diperluas cakupannya menjadi KNEKS.

"Selaku ketua harian, saya memimpin langsung upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” kata Wapres saat menyampaikan orasi ilmiah dalam acara Dies Natalis ke-56 Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar secara virtual dari Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Orasi ilmiah tersebut disampaikan Wapres usai mendapat gelar doktor honoris causa di bidang ilmu manajemen, keminatan manajemen syariah dari UMI Makassar. Pertama, pengembangan dan perluasan industri produk halal di dalam negeri harus berubah haluan dari sebagai konsumen halal menjadi produsen produk halal terbesar di dunia. 

Selama ini, Indonesia hanya sibuk menjadi tukang stempel halal, tapi belum menjadi produsen halal. Kedua, kegiatan keuangan dan perbankan syariah juga harus dikembangkan. Salah satunya pembentukan bank syariah sebagai bagian dari bank-bank konvensional. Ketiga, pengembangan keberadaan dana sosial atau social funding syariah, seperti wakaf, zakat, dan infaq, yang potensinya sangat besar. Keempat, memperluas kegiatan usaha syariah, khususnya kegiatan usaha mikro, kecil dan menengah.

Selain itu, dia menyebut, sistem ekonomi syariah layak menggantikan sistem ekonomi kapitalis yang bertumpu pada bunga sehingga menyebabkan munculnya ketidakadilan dan kesenjangan ekonomi di kalangan masyarakat. Para ahli ekonomi mencari sistem alternatif untuk mengoreksi sistem kapitalis itu. 

"Harusnya, ekonomi syariah hadir sebagai alternatif bagi masyarakat yang menginginkan adanya prinsip-prinsip agama Islam dalam kegiatan perekonomian," tutupnya. (*)

 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]