Polda Sumbar Bongkar Peran Masing-masing Tersangka Mafia Sindikat Tanah


Rabu, 24 Juni 2020 - 18:25:32 WIB
Polda Sumbar Bongkar Peran Masing-masing Tersangka Mafia Sindikat Tanah Empat tersangka Sindikat mafia jual beli tanah dihadirkan pada Konferensi Pers.

HARIANHALUAN.COM - Setelah diringkus, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat membeberkan tugas dan peran masing-masing empat tersangka mafia jual beli tanah. Keempat tersangka yakni inisial EPM, LH, MY dan YS yang kini telah mendekam di sel tahanan Mapolda Sumbar.

Diketahui, perbuatan keempat tersangka bermula ketika korban atas nama Budiman memiliki tanah di Kelurahan Air Pacah seluas 4 ribu meter persegi dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 1016, 1015, 833, 836 yang berstatus terblokir di Kantor BPN Kota Padang.

Bermoduskan dengan meyakinkan korban selaku pemilik tanah dan ia (EPM) juga bisa membantu untuk membuka blokir tanah seluas 4 ribu meter persegi dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 1016, 1015, 833, 836 dikantor pertanahan Kota Padang dengan membuat surat perdamaian dan surat pelepasan hak atas tanah kaum Maboet.

Karena percaya, atas permintaan tersangka EPM dan LH, Budiman kemudian menyerahkan uang sebesar RpRp 1,35 miliar secara tunai dan ditransfer ke rekening bank mandiri milik EPM. Selain itu, tersangka juga menerima uang sebesar Rp8,5 miliar dari korban lain yakni Adrian Syahbana.

Dirreskrimum Polda Sumbar, Kombes Imam Kabut mengatakan, dalam kepengurusan pembahasan hak atas tanah tersebut, para tersangka memiliki peran dan tugasnya masing-masing.

"EPM berperan membuat dan menandatangani surat kesepakatan pelepasan hak atas tanah kaum Maboet, setelah tersangka LH berhasil meyakinkan korban," sebut Imam, Rabu (24/6/2020).

Tersangka LH, kata dia, juga ikut menandatangani surat perjanjian dan surat pelepasan hak atas tanah kaum Maboet tersebut. Dengan begitu, teangka LH menerima uang sebesar Rp500 juta dari tersangka EPM.

"Sementara dua tersangka lainnya yakni MY dan YS yang ikut membantu, menerima uang sebesar Rp500 juta dan YS Rp300 juta dari tersangka EPM," terang Imam.

Dikatakan Imam, keempat pelaku diduga melanggar pasal 3, 4, dan 5 Undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

"Saat ini, empat tersangka sudah meringkuk di sel tahanan Mapolda Sumbar. Berkas perkara korban atas nama Budiman telah dikirimkan ke JPU Kejati Sumbar," tutupnya. (*)

loading...
Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]