Apa Sih Beda Batuk Pilek Akibat Alergi atau Infeksi Covid-19?


Sabtu, 27 Juni 2020 - 06:53:03 WIB
Apa Sih Beda Batuk Pilek Akibat Alergi atau Infeksi Covid-19? Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Ada cara untuk mengenali apakah gejala batuk dan pilek yang anak atau Anda alami tergolong alergi ataukah infeksi, terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini.

"Covid-19 kan infeksi. Kalau di saluran napas bisa batuk, pilek karena alergi atau infeksi? Untuk membedakannya perhatikan ada tidak demam," ujar konsultan Alergi dan Imunologi Anak, Prof. Budi Setiabudiawan dalam virtual gathering Bicara Gizi "Allergy Prevention" dari Danone SN, Kamis (25/6).

Selain itu, amati bagaimana kejadiannya misal batuk dan pileknya, apakah terjadi sepanjang hari atau lebih ke malam hari dan terakhir, perhatikan apakah dahak atau ingus berwarna dan kental. Jika ada demam, lalu batuk pileknya muncul pagi dan malam hari serta dahak atau ingusnya kental dan berwarna, maka dia kemungkinan mengalami infeksi.

"Kalau alergi biasanya tidak disertai demam. Kejadian batuk pileknya terutama pada malam hari dan biasanya dahak atau ingusnya bening, tidak berwarna," tutur Budi.

Deteksi alergi

Budi menekankan pentingnya deteksi dini alergi terutama pada anak agar bisa segera mendapatkan penanganan sehingga tidak menganggu tumbuh kembangnya. Alergi merupakan respons sistem imun yang tidak normal untuk mengenali bahan-bahan yang sebenarnya tidak berbahaya bagi orang lain.

"Deteksi dini dan nutrisi tepat mencegah alergi anak. Kalau tidak dicegah bisa menjadi komorbid pada anak yang menempatkannya rentan terkena Covid-19," tutur Budi.

Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyebut penduduk dunia mengalami alergi 30-40 persen. Hingga 550 juga orang diketahui mengalami alergi makanan, salah satunya alergi susu sapi. Di Indonesia sekitar 7,5 persen anak mengalami alergi susu sapi.

Alergi biasanya dialami pada anak dengan bakat alergi yakni diturunkan dari salah satu atau kedua orang tuanya. Jika kedua orang tua memiliki riwayat alergi maka berisiko membuat anak mereka 40-60 persen terkena alergi.

Risiko akan meningkat menjadi 60-80 persen jika orang tua memiliki manifestasi yang sama. Bila hanya salah satu orang tua yang memiliki riwayat alergi, maka risiko anak terkena alergi sekitar 20-40 persen. Risiko anak terkena alergi masih tetap ada yakni 5-15 persen bahkan jika orang tua tak memiliki riwayat alergi.

"Apabila dikenali dini, ditangani dini akan optimal tata laksana, sehingga tidak berlanjut ke penyakit seperti eksim, asma, rhinitis alergi. Kalau terlambat diagnosa, akan muncul dampak-dampak disebakan penyakit alergi, dari sisi kesehatan misalnya meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti obesitas, hipertensi dan sakit jantung," kata Budi.(*)

 Sumber : republika /  Editor : Nova Anggraini
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 03 Juli 2020 - 08:06:53 WIB

    Siapa Sangka, Daun Ini Sanggup Bunuh Sel Kanker dalam Waktu 16 Jam

    Siapa Sangka, Daun Ini Sanggup Bunuh Sel Kanker dalam Waktu 16 Jam HARIANHALUAN.COM - Sekilas tanaman ini mirip dengan Kenikir yang banyak tumbuh di sekitar kita. Namun tanaman bernama latin Artemisia annua ini rupaya tak cukup familiar dan hanya hidup di daratan tinggi dengan suhu rendah..
  • Sabtu, 27 Juni 2020 - 07:42:58 WIB

    Gula Kelapa Lebih Sehat daripada Gula Pasir, Benarkah?

    Gula Kelapa Lebih Sehat daripada Gula Pasir, Benarkah? HARIANHALUAN.COM - Gula, meskipun rasanya enak, namun tidak baik untuk kesehatan bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Meski begitu, ada alternatif yang lebih baik untuk memberi rasa manis pada makanan dan minuman..
  • Ahad, 21 Juni 2020 - 19:01:29 WIB

    Jangan Takut Sarapan Buah, 5 Jenis Buah Ini Bisa untuk Lancarkan Usus

    Jangan Takut Sarapan Buah, 5 Jenis Buah Ini Bisa untuk Lancarkan Usus HARIANHALUAN.COM - Menjaga kesehatan sistem pencernaan dapat menjadi hal yang cukup sulit. Apalagi, sistem pencernaan kita mudah terpengaruh dari makanan, olahraga, istirahat, atau kegiatan sehati-hari..
  • Kamis, 18 Juni 2020 - 10:08:48 WIB

    Waspadai, Kurang Tidur Dapat Picu Penyakit Jantung

    Waspadai, Kurang Tidur Dapat Picu Penyakit Jantung HARIANHALUAN.COM - Tidur yang terganggu bisa membuat frustasi, karena kita merasa lelah keesokan harinya. Namun, terjaga sepanjang malam pun dapat memiliki efek lebih serius dari sekadar kelelahan..
  • Kamis, 18 Juni 2020 - 06:26:01 WIB

    WHO Anjurkan Lepas Masker saat Olahraga, Apa Alasannya?

    WHO Anjurkan Lepas Masker saat Olahraga, Apa Alasannya? HARIANHALUAN.COM - Di tengah pandemi virus Corona COVID-19, semua orang disarankan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah demi mencegah penularan. Namun, sebagian dari kita mungkin merasa tak nyaman bila harus tetap .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: reda[email protected]