Hidroponik Jadi Trend, Ini Keuntungan dan Kerugiannya


Sabtu, 27 Juni 2020 - 10:13:39 WIB
Hidroponik Jadi Trend, Ini Keuntungan dan Kerugiannya Tanaman Hidroponik

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Teknik bercocok tanam hidroponik kian menjadi pilihan bagi setiap masyarakat Indonesia yang tertarik mencoba peruntungan di dunia pertanian. Penanaman dengan model hidroponik memang memiliki banyak keuntungan ketimbang secara konvensional. 

Namun, di balik itu semua ada juga beberapa kerugian bila Anda tak cermat dalam menjalani usaha tersebut.

Berikut beberapa keuntungan jika Anda memang ingin menjalani bisnis hidroponik :

1. Budidaya Hidroponik Memiliki Risiko yang Rendah

Dosen Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, IPB, Herry Suhardiyanto memulai usaha hidroponik tidak membutuhkan lahan yang luas dan tanah yang banyak. Karena media tanam yang digunakan adalah air dan oksigen.

“Hidroponik berisiko lebih rendah.. Tidak ada pengerjaan pemerataan tanah, gulma, dan mudah dalam pengaturan keasaman dan dosis unsur hara,” kata Hery dalam diskusi virtual, Jumat 26 Juni 2020.

2. Dapat Ditanam di Tanah yang Tidak Subur

Seseorang tak perlu mencari lahan untuk menentukan di mana tanah yang subur untuk berbisnis hidroponik. Sebab tanaman itu akan tumbuh dengan baik dengan hanya modal cahaya, air, dan gas CO2.

“Kita tahu faktor cahaya ini penting untuk berbagai proses metabolisme pertumbuhan tanaman,” ujarnya.

Baca Juga: Bos Kopi Kenangan: Jualan Kopi Itu Kualitas bukan Fasilitasnya

3. Kualitas Bersih

Dirut PT Nudira Sumberdaya Indonesia, Nursyamsu Mahyudin menyebut konsumen di Indonesia kini sudah banyak yang mengetahui betapa bahayanya penggunaan pestisida ke tanaman. Oleh sebab itu, mereka memilih membeli produk buah dan sayuran yang berasal dari budidaya hidroponik.

“Konsumen sekarang tidak selalu organic, tapi setidaknya low pestisida yang menyehatkan,” kata Nursyamsu dalam acara yang sama.

4. Profit yang Besar

Berbisnis hidroponik bila dilakukan secara serius dan telaten, maka dapat dipastikan bakal memberi keuntungan yang besar. Sebab, sudah banyak orang yang mengetahui dari manfaat untuk kesehatan mereka saat mengkonsumsi produk hidroponik.

“Jadi kita bisa bertanam sepanjang tahun. Contohnya sayuran konvensional kalau kita beli di pasar harganya Rp5ribu hinnga Rp10 ribu per kilogram. Kalau hidroponik tidak (dijual) per kilo, tapi per 200 gram, kalau 200 gram harganya Rp10 ribu, artinya satu kilogramnya Rp50 ribu. Rentangnya antara Rp30ribu hinnga Rp70 ribu per kilogram,” kata Nuryamsu.

Sementara itu, di balik beberapa keuntungan itu, ternyata terselip beberapa kelemahan dari bertani dengan sistem hidroponik. Berikut daftarnya :

5. Tingkat Persaingan yang Sangat Tinggi di Pasaran

Karena tingkat persaingan bisnis tanaman hidroponik sangat tinggi maka anda harus membuka usaha tanaman hidroponik yang berbeda dari kompetitor dari segi tanaman maupun kesegaran sayuran dan buah-buahan yang diberikan.

“Pastikan sayuran dan buah-buahan hasil hidroponik dipasarkan dalam keadaan segar. Hal itu dilakukan untuk memenangkan persaingan bisnis hidroponik yang semakin ketat saat ini,” kata Nuryamsu. (*)

 Sumber : okezone.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]