Begini Kronologi John Kei Bebas Bersyarat hingga Proses Pencabutan dari Ditjen Pas


Sabtu, 27 Juni 2020 - 12:25:35 WIB
Begini Kronologi John Kei Bebas Bersyarat hingga Proses Pencabutan dari Ditjen Pas John Kei (Agung Pambudhy/detikcom)

HARIANHALUAN.COM - John Refra alias John Kei bebas bersyarat pada Desember tahun lalu. Namun kini Ditjen Pemasyarakatan (Pas) Kemenkum HAM memproses pencabutan status pembebasan bersyarat (PB) tersebut karena John Kei ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pemufakatan jahat, pembunuhan, dan perusakan.

John Kei merupakan terpidana kasus pembunuhan pengusaha Tan Hari Tantono alias Ayung. Berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 723K/PID/2013, John Kei divonis 16 tahun penjara dalam kasus pembunuhan berencana.

Selama menjalani masa pidana, John Kei mendapat total remisi 36 bulan 30 hari dan bisa bebas pada 31 Maret 2025. Dia bebas bersyarat pada 26 Desember 2019 dari Lapas Nusakambangan.

Begini kronologi bebas bersyarat John Kei hingga proses pencabutan dari Ditjen Pas:

1. 26 Desember 2019

John Kei mendapatkan bebas bersyarat dari Menteri Hukum dan HAM pada Desember 2019. Surat keputusan bebas bersyarat John Kei keluar pada 23 Desember 2019.

"Narapidana atas nama John Refra alias John Kei bin Pauliinus Refra telah bebas menjalani pembebasan bersyarat pada tanggal 26 Desember 2019, berdasarkan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor Pas-1502.PK.01.04.06 Tahun 2019 tanggal 23 Desember 2019," kata Kabag Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan Ade Kusmanto dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (27/12/2019).

Ketika itu, John Kei dinilai telah memenuhi kriteria bebas bersyarat. Masa percobaan seharusnya berlangsung hingga Maret 2026.

"Namun, setelah memenuhi persyaratan, diberikan program pembebasan bersyarat, (John Kei) melaksanakan bebas bersyarat tanggal 26 Desember 2019 dan masa percobaan berakhir 31 Maret 2026," terang Ade.

2. 21 Juni 2020

John Kei dijadikan tersangka dalam tindak pidana Pasal 55 KUHP juncto Pasal 340 KUHP. Dia terlibat kasus pemufakatan jahat, pembunuhan, dan perusakan terhadap pamannya, yakni Nus Kei.

"Pasal yang diterapkan kepada para pelaku yaitu Pasal 88 KUHP terkait pemufakanan jahat, 340 KUHP (tentang) pembunuhan berencana, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, Pasal 170 KUHP tentang perusakan, dan Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951," jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6/2020).

Dihubungi secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan John Kei dkk kini telah berstatus sebagai tersangka. John Kei dkk juga sudah ditahan di Polda Metro Jaya.

"Sudah (tersangka) dong. Sudah ditahan juga," kata Kombes Yusri ketika dihubungi.

3. 21-22 Juni 2020

PK Bapas Bogor yang melakukan pembimbingan dan pengawasan kepada John Kei selama PB, telah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya unit Jatanras sejak 21 Juni 2020.

4. 24 Juni 2020

Setelah penyidik selesai melakukan BAP terhadap John Kei, PK Bapas juga melakukan BAP terhadap John Kei sebagai klien Pemasyarakatan Bapas Bogor.

5. 25 Juni 2020

-Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan Bapas Bogor yang menghasilkan:

a. Bahwa John Kei telah melakukan pelanggaran ketentuan saat menjalankan masa pembebasan bersyarat nya dengan telah ditetapkannya sebagai tersangka.

b. Merekomendasikan pengusulan pencabutan SK pembebasan bersyarat John Kei:

-Berdasarkan rekomendasi Sidang TPP , Kepala Bapas Bogor mengeluarkan Surat Keputusan pencabutan sementara pembebasan bersyarat atas nama John Refra als John Kei, No: W10.PAS.6-PK.01.05.02-2381

-Mengusulkan kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk pencabutan pembebasan bersyarat John Kei, No. W11.PAS.33-PK.01.05.02-2382.

Saat ini menunggu proses pencabutan pembebasan bersyarat dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (*)

 Sumber : Detik.com /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 04 Juli 2020 - 06:53:56 WIB

    Waspada, Begini Modus Baru Penculikan Anak

    Waspada, Begini Modus Baru Penculikan Anak HARIANHALUAN.COM – Delapan anak diduga menjadi korban penculikan oleh seorang pria tak dikenal, saat bermain di area Pasar Agung, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Beruntung, seluruh korban akhirnya berhasil diselam.
  • Sabtu, 27 Juni 2020 - 19:21:54 WIB

    Menteri Luhut Kasih Nasihat Buat Ibas Yudhoyono, Begini Isinya!

    Menteri Luhut Kasih Nasihat Buat Ibas Yudhoyono, Begini Isinya! HARIANHALUAN.COM - Dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan sempat menyinggung keberadaan Edhie Baskoro Yudhoyo.
  • Sabtu, 27 Juni 2020 - 15:31:17 WIB

    Begini Isi Nasihat Menteri Luhut ke Ibas Yudhoyono

    Begini Isi Nasihat Menteri Luhut ke Ibas Yudhoyono HARIANHALUAN.COM - Dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan sempat menyinggung keberadaan Edhie Baskoro Yudhoy.
  • Kamis, 25 Juni 2020 - 22:51:11 WIB

    Begini Respons BI Saat Diminta Berbagi Beban Bereskan Imbas Corona

    Begini Respons BI Saat Diminta Berbagi Beban Bereskan Imbas Corona HARIANHALUAN.COM - Bank Indonesia (BI) kerap diminta untuk ikut berbagi beban (burden sharing) dalam menangani dampak wabah COVID-19. Permintaan itu belakangan sering terlontar dari anggota DPR..
  • Selasa, 23 Juni 2020 - 13:54:50 WIB

    Jangan Risau saat STNK Hilang, Begini Cara Mengurus dan Syarat-syaratnya

    Jangan Risau saat STNK Hilang, Begini Cara Mengurus dan Syarat-syaratnya HARIANHALUAN.COM - Selain Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor ( BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK) juga menjadi dokumen penting, yang wajib ada pada setiap kendaraan bermotor..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]