Sempat Terhenti, Pembangunan Irigasi Dwikora Kembali Dilanjutkan


Sabtu, 27 Juni 2020 - 18:28:05 WIB
Sempat Terhenti, Pembangunan Irigasi Dwikora Kembali Dilanjutkan Bupati Pesisir Selatan H Hendrajoni bersama rombongan tengah melakukan peninjauan pembangunan irigasi Jalama Batang Kapas Pessel. Foto: M Joni

HARIANHALUAN.COM - Pembangunan Irigasi Dwikora di Nagari Tuik IV Koto Mudiak Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan pada tahun 2020 ini dilanjutkan dengan dana Rp4,5 miliar. Irigasi tersebut sebelumnya sudah beberapa tahun tidak berfungsi, sebagai kebutuhan air sawah bagi para petani di daerah ini.

"Saat ini pembangunan irigasi Dwikara tersebut dalam proses tender dengan rekanan," kata Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni usai kegiatan sosialiasasi pembangunan irigasi itu di Kecamatan Batang Kapas Pesisir Selatan, Sabtu (27/6).

Selain pembangunan irigasi Dwikora sepanjang 6,5 KM yang mampu mengairi sawah sekitar 500 Ha, kemudian dua irigasi lainnya di Batang Kapas yaitu, bendung irigasi Jalamu dan irigasi Tanah Kareh segera akan dikerjakan perbaikannya tahun ini.

Dikatakannya, pembangunan perbaikan irigasi Dwikora tersebut berawal saat kunjungan kerja Bupati ke Tuik IV Koto Mudiak beberapa bulan lalu, berbagai masukan pembangunan disampaikan masyarakat kepada Pemda Pesisir Selatan, salah satunya ialah pembangunan Irigasi Dwikora.

"Keinginan masyarakat nagari Tuik tersebut, ternyata direspon oleh Bupati Hendrajoni, kemudian bupati langsung menghadap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mochamad Basuki Hadimuljono di Jakarta, ternyata juga mendapatkan respon positif oleh pemerintah," ulasnya.

Masyarakat Nagari Tuik Kecamatan Batang Kapas menyambut gembira pembangunan dan perbaikan irigasi Dwikora tersebut. Alasannya ancaman kekeringan lahan pertanian akan dapat diatasi, irigasi merupakan salah satu kebutuhan air pertanian yang tidak bisa dielakan.

Salah seorang patani setempat, Syahmiyardi mengatakan, dengan adanya irigasi yang memadai, setidaknya mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama bagi mereka yang bergerak dalam sektor pertanian sawah yang merupakan mayoritas masyarakat di Nagari Tuik bersumberkan dari hasil produksdi pertanian.

Sementara itu, perbaikan bendung irigasi Jalamu mulai dikerjakan hari ini dengan memanfaatkan dana bencana alam di BPBD Pesisir Selatan, Rp 225 juta,sedangkan perbaikan irigasi Tanah Kareh tahun ini juga segera dikerjakan dengan memanfaatkan dana Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 300 juta. (*)

Reporter : M Joni /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]