Peneliti: Tak Ada Alternatif Rokok yang Lebih Sehat Selain Berhenti


Ahad, 28 Juni 2020 - 12:54:01 WIB
Peneliti: Tak Ada Alternatif Rokok yang Lebih Sehat Selain Berhenti Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Produk rokok elektronik diklaim sebagai alternatif yang lebih sehat dari rokok tembakau. Padahal, tak ada pengganti yang lebih sehat selain berhenti merokok.

Rokok elektronik atau vape sama sekali tidak menyelesaikan masalah karena juga mengandung nikotin dan karsinogen sehingga sama berbahayanya dengan rokok konvensional. 

Kandungan nikotin tersebut juga memberikan dampak ketagihan dan dampak jangka panjang yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular. Selain itu, di dalam nikotin juga terdapat nitrosamin, yakni senyawa karsinogen yang dapat memicu kanker. 

Dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti dari Jerman disebutkan, mengisap rokok konvensional dan vape nikotin sama-sama memperburuk kesehatan jantung dan paru. 

"Tak perlu diragukan lagi bahwa berhenti merokok adalah cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit pernapasan dan penyakit kardiovaskular yang dipicu oleh rokok," kata Thomas Munzel, dokter jantung dan ketua penelitian. 

Di masa pandemi ini penggunaan produk-produk tembakau adapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular terkait Covid-19 dan komplikasi berat lainnya pada perokok dan pengguna vape. 

Dalam penelitiannya, Munzel meninjau data dari berbagai penelitian. Mereka menemukan bahwa dibandingkan dengan tidak merokok sama sekali, merokok konvensional atau elektronik meningkatkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). 

PPOK merujuk pada berbagai penyakit kombinasi antara bronkitis dan emfisema yang merusak saluran pernapasan sehingga dinding pernapasan menyempit dan bengkak. 

Dalam banyak kasus, penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Organsisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengeluarkan peringatan bahwa merokok tembakau dan merokok pipa bisa memperburuk gejala akibat infeksi Covid-19, termasuk membutuhkan ventilator dan dirawat di ICU. 

"Walau rokok elektronik terlihat kurang berbahaya dibanding rokok tembakau, tapi ada banyak bukti yang menyebutkan efek sampingnya pada jantung, paru, dan pembuluh darah. Rokok jenis ini juga meningkatkan risiko infeksi Covid-19," tulis peneliti dalam laporannya di European Heart Journal. (*)
 

 Sumber : kompas.com /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]