Investasi Saat Pandemi, Saham atau Obligasi?


Ahad, 28 Juni 2020 - 15:12:16 WIB
Investasi Saat Pandemi,  Saham atau Obligasi? Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Di masa pandemi Covid-19 saat ini, banyak orang yang ragu menyisihkan uang untuk berinvestasi. Deposito masih dijadikan pilihan utama dibanding instrumen investasi yang lain.

Namun, bagi masyarakat yang tidak terkena dampak Covid-19, baik tidak dirumahkan atau tidak terkena pemotongan gaji dalam bekerja, maka saat ini menjadi momen yang tepat untuk berinvestasi.

"Namanya krisis keuangan gak terjadi tiap tahun, ada 10 tahun sekali. Itu hal langka sekali-kali dalam jangka panjang. Artinya jika kita beli pas krisis peluang kita menang pastinya lebih besar dari waktu normal. Karena harga properti, obligasi, saham ada di level murah dari biasanya," kata CEO Investor Muda Jason Gozali dalam talkshow "Tips Investasi Pribadi di Masa Pandemi", Minggu (28/6/2020).

Ada sejumlah instrumen yang bisa dijadikan opsi. Salah satunya adalah saham. Beberapa sektor yang terkena dampak Covid-19 bisa menjadi pertimbangan karena harganya yang berada di bawah harga normal. Namun, memilih saham jenis lain pun tetap bisa menguntungkan.

"Ada dua strategi utama saat membeli saham. Pertama, beli saham yang bisnisnya nggak terkena dampak. Contoh mi instan (emiten ICBP), perusahaan telkom. Kita yakin nggak bangkrut karena penggunanya banyak. Cuma jangan harap diskonnya banyak karena aman," kata Jason.

"Kedua teman-teman cari yang benar-benar bisnisnya terdampak, contoh travel, Garuda Indonesia atau properti yang punya banyak mal harga jatuh luar biasa. Tinggal pilih mana yang asumsi nggak ada omzet, namun perusahaannya bertahan. Ketika pulih mereka balik lagi, teman-teman dapat yang berlipat-lipat," lanjutnya.

Bukan hanya saham, ada juga instrumen lain yang bisa menjadi pilihan. Misalnya obligasi atau surat utang. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) beberapa waktu lalu juga mengeluarkan Surat Berharga Negara Ritel, yakni Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI 017

"Kalau kita tipe konservatif, takut pergerakan harga, kita bisa masuk ke obligasi pemerintah ritel 017. Pemerintah butuh bantuan kita atasi dampak pandemi Covid-19. Salah satunya ORI 17 dikasih bunga 6,4% setahun. Sebelum pajak 15%. Menurut saya itu lumayanlah buat yang pasti-pasti aja. Apa bisa gagal bayar? Menurut saya secara teori bisa, tapi agak kecil peluangnya untuk sebuah pemerintah gagal bayar obligasi," ujar Jason.

loading...
 Sumber : CNBC Indonesia /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]