PSBH Diskusikan Pandangan Buya Hamka Terhadap Pancasila


Ahad, 28 Juni 2020 - 15:23:21 WIB
PSBH Diskusikan Pandangan Buya Hamka Terhadap Pancasila Afif Hamka (Putra dari Buya Hamka) bersama Wakil Ketua PSBH Budi Johan, S.Ag, M.AP

HARIANHALUAN.COM - Pandangan Buya Hamka terhadap Pancasila masih relevan dengan kondisi saat ini. Apalagi di tengah perdebatan  munculnya RUU Haluan Ideologi Pancasila yang mendapat reaksi keras dari publik. Buya Hamka puluhan tahun silam telah memberikan tafsir terhadap Pancasila itu sendiri.

Demikian disampaikan Alumni Perguruan Thawalib Padang Panjang, Budi Johan, S.Ag, M.AP usai memandu diskusi webinar yang diselenggarakan Pusat Studi Buya Hamka, Sabtu (27/6/2020) di Jakarta,  dengan topik Pancasila Dalam Pandangan Buya Hamka.  Nara sumber yang dihadirkan adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Jimly Asshidiqqie, SH, MH,  sejarawan JJ Rizal,  da Wakil Ketua LPSK  Dr. Manager Nasution, MA.

Kata Budi Johan, Buya Hamka telah menafsirkan Pancasila tersebut dengan bahasa yang mudah dimengerti dan memberikan pemahaman yang utuh melalui tulisan Urat Tunggang Pancasila. 

“Melalui tulisan tersebut, Buya Hamka telah memberikan penafsiran terhadap Pancasila secara kontekstual,” ujar Wakil Ketua Pusat Studi Buya Hamka ini.

Bagi golongan Islam, sila Ketuhanan adalah sebuah hal yang paling penting dari keseluruhan sila karena dengan Ketuhanan itu keempat sila lainnya dijiwai. Pandangan golongan Islam ini dapat kita lihat misalnya dari sosok Buya Hamka yang pada 1951 menerbitkan karyanya berjudul Urat Tunggang Pancasila. 

Dalam karyanya itu Hamka menyebutkan bahwa sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini adalah urat tunggangnya Pancasila. Dari sila pertama inilah kemudian kita berpijak mengamalkan keempat sila setelahnya.

Jadi, kata dosen Universitas  Hamka dan Universitas Muhammadiyah Jakarta ini, Hamka menekankan, Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan sila pokok yang tidak bisa ditafsirkan lain, dan tidak bisa diletakkan secara sejajar atau lebih tinggi dari empat sila lainnya. 

Buya Hamka merupakan  tamatan Sumatera Thawalib (kini Perguruan Thawalib) Padang Panjang, memberikan pemikiran dan penafsiran  terhadap Pancasila sangat relevan disaat masyarakat memberikan reaksi keras dengan adanya RUU Haluan Ideologi Pancasila.

Diskusi Webinar 

Dalam diskusi webinar tersebut, Jimly Asshidiqqie mengatakan, perbedaan pendapat tentang Pancasila sudah selesai. Semua telah sepakat dengan Pancasila yang ada sekarang. Umat Islam juga sudah menerima Pancasila meskipun kewajiban menjalankan syariat dihapus.

“Oleh sebab itu, jangan lagi Pancasila diotak-atik dan dikembalikan pada perdebatan awal,” kata Jimly yang juga  anggota DPD RI.

Terkait dengan pandangan Buya Hamka,  kata Jimly,  Buya Hamka yang menafsirkan bahwa  sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa adalah sila utama dan sila pokok yang menyinari sila yang lain. 

“Dalam khutbahnya, Hamka menyebut bahwa Pancasila ibarat angka 10.000,- Empat nol di belakang angka tidak akan ada maknanya tanpa ada angka satu di depan. Maksudnya adalah bahwa sila-sila yang dalam dalam Pancasila tidak akan ada artinya bila tidak didasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa,” kata Jimly.

Sementara sejarawan JJ Rizal mengatakan,  Buya Hamka pernah menggugat penulisan sejarah nasional. Hamka mempertanyakan posisi umat Islam dalam sejarah Indonesia. Bagi Hamka sejarah Indonesia merupakan sejarah Islam sentris. Sejarah umat Islam Indonesia merupakan bagian sejarah umat Islam dunia.

Oleh karena itu, umat Islam perlu jelas kedudukannya dalam sejarah. Karena Pancasila akan menjadi dasar negara, dimana sumbangsih umat Islam sangat besar dalam kemerdekaan Indonesia, maka pemaknaan pancasila itu harus dipulangkan pada Islam. 

“Terlebih kata Buya Hamka, Pancasila itu hidup dalam kata merdeka. Kata merdeka itu adalah kata yang lekat dengan Islam dan takbir dalam shalat,” kata JJ Rizal.

Dalam diskusi Webinar ini sebagian besar peserta sepakat meminta PSBH menyatakan sikap agar RUU HIP tidak hanya dihentikan tapi juga dicabut dan dibatalkan. Menurut Budi Johan diskusi webinar tersebut dengan topic Pancasila Dalam Pandangan Buya Hamka, adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Buya Hamka (PSBH). 

“Insya Allah berbagai kegiatan ke depan akan dilakukan oleh PSBH, sehingga lembaga yang khusus mengembangkan kajian dan pemikiran Buya Hamka dalam berbagai aspek,” ujarnya. (*)

 Sumber : relis /  Editor : Rahma Nurjana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]