Guyonan Fahri Hamzah soal Ancaman Reshuffle Ala Jokowi


Senin, 29 Juni 2020 - 07:59:00 WIB
Guyonan Fahri Hamzah soal Ancaman Reshuffle Ala Jokowi Wakil Ketua Umum Partai Gelora dan eks Politikus PKS, Fahri Hamzah.

HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo jadi perhatian setelah munculnya video yang salah satunya menyampaikan ancaman reshuffle terhadap jajaran menterinya di Kabinet Indonesia Maju. Namun, ultimatum Jokowi malah membuat heran politikus Fahri Hamzah.

Pendiri Partai Gelora itu mempertanyakan kemarahan Jokowi yang baru dimunculkan. Padahal, dari keterangan video yang diunggah Sekretariat Presiden, kemarahan Jokowi itu terjadi pada 18 Juni 2020 saat rapat Kabinet di Istana Negara. Namun, baru diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden, pada Minggu, 28 Juni 2020.

Fahri mempertanyakan kenapa jarak marah dan terdengar marah Jokowi soal reshuffle bisa sampai 10 hari.

"Berita Hari ini: Presiden marah 18 Juni 2020. Terdengar marah 28 juni 2020. Jarak Marah-Terdengar 10 hari. Apa yang terjadi?," tulis Fahri di akun Twitternya, @Fahrihamzah yang dikutip pada Senin, 29 Juni 2020.

Fahri dalam cuitan berikutnya pun bertanya apakah kemarahan Jokowi mewakili perasaan netizen.

"Apakah kemarahan presiden mewakili perasaanmu dinda?" cuit Fahri.

Jokowi sebelumnya menyampaikan kemungkinan adanya kebijakan reshuffle sampai pembubaran lembaga bila dibutuhkan. Menurut dia, situasi saat ini mesti disikapi dengan langkah luar biasa atau extraordinary.

Jokowi bilang akan melakukan upaya apapun untuk kepentingan 267 juta takyat Indonesia.

"Saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah kepemerintahan. Akan saya buka. Langkah apapun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara. Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya," kata Jokowi dalam video rapat Kabinet tanggal 18 Juni 2020, di Istana Negara, sebagaimana diunggah di akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu, 28 Juni 2020.

Di video itu, Jokowi berbeda gaya bicaranya. Nada bicara meninggi. Menurutnya, jajaran kabinet Indonesia Maju harus punya satu kesamaan pikiran dan bisa bekerka keras menyangkut kondisi negara saat ini dalam kondisi krisis akibat pandemi Corona (Covid-19). (*)

 Sumber : vivanews.com /  Editor : Heldi Satria
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]