Menakar Pilkada 2020, Aidinil Zetra: Pemimpin Itu harus Berpengalaman


Senin, 29 Juni 2020 - 17:13:30 WIB
Menakar Pilkada 2020, Aidinil Zetra: Pemimpin Itu harus Berpengalaman Pengamat politik, Aidinil Zetra.

HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 13 daerah, diantaranya 11 kabupaten dan 2 kota di Sumatra Barat akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada tahun ini. Beragam nama calon pun telah diumumkan setiap parpol. Berdasarkan nama-nama yang mengapung terdapat calon pertahanan dan ada pula nama-nama baru yang digadang-gadang bakal menjadi kuda hitam dalam perhelatan akbar ini. 

Terdapat 11 kabupaten yang akan melaksanakan Pemilihan Bupati-Wakil Bupati (Pilbup/Wabup) tersebut yakni, Kabupaten Solok, Dharmasraya, Solok Selatan, Pasaman Barat, Pasaman, Pesisir Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam dan Limapuluh Kota. Sementara, ada pula 2 kota yang menabuh Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota yakni, Kota Solok dan Bukittinggi.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik di Sumbar, Aidinil Zetra berkomentar setiap paslon berpotensi untuk terpilih. Namun, menurut dia setiap pemimpin harus memiliki pengalaman dalam mengelola tatanan pemerintahan serta sistem sosial yang ada. Jika paslon dapat menata hal tersebut, maka segera akan mendapatkan tempat di hati masyarakat sebagai figur yang unggul.

"Kelayakan jadi pemimpin salah satunya harus berpengalaman mengelola tatanan pemerintah dan sistem sosial adat istiadat dengan kepribadian sehingga dengan begitu bisa mendapatkan tempat di hati masyarakat sebagai figur unggul dan mampu," katanya saat dihubungi Harianhaluan.com, Senin (29/6/2020).

Dosen Unand tersebut melanjutkan, di Minangkabau memiliki filosofi yang dikenal dengan 'alah taraso makan tangannyo'. Artinya, masyarakat tahu bahwa calon pemimpin yang akan dijadikan Bupati atau Wali Kota dan Gubernur telah pernah berbuat serta memiliki karya positif di tengah masyarakat Minang sehingga dapat dirasakan hasilnya.

Tak hanya itu, untuk dapat meningkatkan elektabilitas di tengah masyarakat, setiap paslon harus tahu dengan prinsip nan ampek (yang empat). Sosok calon pemimpin juga dituntut paham dengan adat istiadat serta norma yang berlaku di masyarakat.  

Di Minangkabau sistem adat yang berlaku salah satunya mengerti dengan kato nan ampek (kata yang empat) yaitu kato malerang, kato manurun, kato mandaki, kato mandata, dan mandi di baruah-baruah, bakato di bawah-bawah, paliharo badan agar urang tidak binaso (kata melereng, kata menurun, kata mendaki, kata mendatar, dan mandi di bawah-bawah, berkata di bawah-bawah, pelihara badan agar orang tidak binasa).

"Intinya adalah calon pemimpin Pemprov dan kab/kota mencerminkan seorang pemimpin agamis, baik hati, suka menolong, dekat dengan masyarakat dan bijaksana," jelasnya. (*)

Reporter : Merinda Faradianti /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]