Terbukti Serang Pendaki, Seekor Beruang Dijatuhi Hukuman Mati


Selasa, 30 Juni 2020 - 06:27:44 WIB
Terbukti Serang Pendaki, Seekor Beruang Dijatuhi Hukuman Mati Beruang cokelat Italia (Foto: CNN)

HARIANHALUAN.COM - Seekor beruang cokelat dijatuhi hukuman mati setelah menyerang pejalan kaki. Tapi, para aktivis pecinta lingkungan ingin hukuman itu dicabut.

Dikutip dari detiktravel, Selasa (30/6/2020), berbagai kelompok menyerukan pencabutan hukuman mati bagi seekor beruang cokelat. Hewan ini menyerang ayah dan anak pekan lalu di jalur pendakian di wilayah utara Trentino.

Fabio Misseroni (59) dan putranya Christian Misseroni (28) mendaki gunung Peller pada Senin lalu. Lalu, ada seekor beruang melompat ke jalur mereka.

Beruang itu menggigit kaki Christian sebelum ayahnya melompat ke punggung binatang itu sehingga dia bisa melarikan diri. Namun, beruang itu kemudian menggigit dan melemparnya hingga mematahkan tulang kaki di tiga bagian.

Christian lalu melompat-lompat dan bertepuk tangan untuk mengalihkan perhatian beruang cokelat dari ayahnya sebelum hewan itu lari ke hutan, kenangnya.

National Institute for Environmental Protection and Research lalu menyarankan agar beruang yang menyerang manusia itu untuk dihukum mati.

Setelah serangan itu, gubernur Trentino, Maurizio Fugatti, menandatangani perintah yang memungkinkan penangkapan dan pembunuhan beruang cokelat itu. Pemerintah coba identifikasi melalui DNA yang dikumpulkan dari air liur dan bulu yang tersisa dari cakaran dan luka gigitan dan pada pakaian ayah dan anak lelaki itu.

Ada sejumlah serangan beruang di wilayah ini dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah setempat memiliki database DNA beruang cokelat yang dikumpulkan dari kotoran, bulu, dan air liur. Kamera pengintai digunakan untuk mencocokkan DNA dengan hewan.

Seruan datang bertubi-tubi menentang kebijakan itu dan menyarankan binatang itu agar tetap berkeliaran. Kelompok yang menentang itu antara lain, Animalisti Italiani dan World Wide Fund for Nature.

Mereka meminta pemerintah setempat menghentikan segala aksi sampai penyelidikan penuh telah dilakukan. Ayah atau anak itu dicurigai melakukan sesuatu, yakni mengejek beruang itu tapi mereka menyangkalnya.

Hampir 15.000 orang telah menandatangani petisi World Wide Fund for Nature untuk menyelamatkan beruang cokelat pada hari Sabtu. Menteri Lingkungan Italia juga menulis surat yang mengatakan ia menentang hukuman mati bagi beruang.

Sebuah keluarga di bulan lalu memfilmkan pertemuan yang tidak biasa dengan seekor beruang cokelat di Italia utara. Dalam video itu seorang anak, Alessandro (12) terlihat berjalan perlahan ke arah ayah tirinya ketika beruang coklat mengikuti di belakangnya. (*)

 Sumber : Detiktravel /  Editor : Milna Miana
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 07 April 2018 - 09:44:41 WIB

    Divonis 4 Tahun, Anggota DPRD 50 Kota Terbukti Membunuh

    Divonis 4 Tahun, Anggota DPRD 50 Kota Terbukti Membunuh LIMAPULUHKOTA, HARIANHALUAN.COM – Terdakwa kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh anggota DPRD Limapuluh Kota, Tedi Sutendi dan adik Primsitto hingga menyebabkan korbannya tewas divonis masing-masing empat tahun penjara. Pe.
  • Kamis, 04 Januari 2018 - 11:15:22 WIB

    Terbukti Komsumsi Sabu, Dua IRT Divonis 3 Tahun

    Terbukti Komsumsi Sabu, Dua IRT Divonis 3 Tahun PADANG, HARIANHALUAN.COM – Neliwati (52) dan Yusnelawati (50) divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Padang dengan hukuman masing-masing tiga tahun penjara pidana. Pasalnya, kedua wanita yang sudah memasuki usia .
  • Jumat, 01 Desember 2017 - 21:01:45 WIB

    Terbukti Lakukan Pungli, Mantan Ketua LSM Divonis 3 Tahun Penjara

    Terbukti Lakukan Pungli, Mantan Ketua LSM Divonis 3 Tahun Penjara PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang menjatuhkan hukuman pidana kepada Firdaus, terdakwa kasus pungutan liar (pungli), dengan hukuman tiga tahun pindana..
  • Rabu, 09 Agustus 2017 - 20:30:11 WIB

    Defrizon Divonis 15 Tahun, Terbukti Melakukan Pembunuhan terhadap Mantan Istrinya.

    Defrizon Divonis 15 Tahun, Terbukti Melakukan Pembunuhan terhadap Mantan Istrinya. PADANG, HARIANHALUAN.COM - Dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan, Terdakwa Defrizon (42) divonis dengan hukuman 15 tahun penjara oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Klas I A Padang,  Rabu (9/8)..
  • Rabu, 19 Juli 2017 - 20:29:18 WIB

    Terbukti Pakai Sabu-sabu 4 Orang Divonis 11 Tahun

    Terbukti Pakai Sabu-sabu 4 Orang Divonis 11 Tahun PADANG,HARIANHALUAN.COM--Empat orang terdakwa penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu, Widharta Devri (28), Jelmia Rani (24), Shanti Rustam (42), dan Jhon Fadli (31), divonis 11 tahun penjara oleh Majelis hakim Pengadilan Ne.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]